Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Identifikasi dan Implementasi Kebijakan Perlindungan LP2B di Kabupaten Pekalongan Nugara, Nugara; Rudiarto, Iwan
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.958 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v13i2.15835

Abstract

The government's efforts in realizing food security and food sovereignty are being faced with the problem of the high conversion of agricultural land. To that end, the government made Law Number 41 of 2009 on the Protection of Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) decentralized to the regions. Pekalongan regency potential as a producer of food crops, but have not had clear rules to protect potential of land conversion. Pekalongan has set LP2B area, but there is no locus. This study visits of conversion of agricultural land happens, the identification of suitable agricultural land to LP2B criteria, as well as the potential and constraints in implementation LP2B Protection Policy. The method used is the method of spatial and qualitative methods (parallel mixed method). As a result, agricultural land continues to decline due to the conversion. Of the total area of 30734.39 hectares of agricultural land, only 18959.35 hectares in accordance with the criteria LP2B. This figure does not meet predetermined allocation (24 195 hectares). In LP2B protection policy implementation, there is some potential and constraints. Typical constraints include unclear regulations, no socialization, lack of commitment to the community, lack of quantity and quality of human resources, as well as the lack of supporting facilities. Meanwhile, the potential that is where team IPPT can minimize the occurrence of agricultural land conversion. Pekalongan regency potential as one of the producers of food crops (rice) should be protected from the threat of the trend of agricultural land conversion. Pekalongan regency government needs to maximize potential and minimize constraints, and implement existing solutions that LP2B protection policy implementation goes well. Thus, the area of agricultural land that is to remain sustainable and can support food security both at the regency, provincial, and national levels.
Pendampingan Perubahan Metode Pendataan Desa : Dari Data Analok Statistik ke Data Spasial Rahman, Boby; Widyasamratri, Hasti; Karmilah, Mila; Nugara, Nugara
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22, No 2 (2022): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.02310

Abstract

Data spasial merupakan bagian dari kebijakan nasional terkait pemetaan yaitu one map one policy. Sebuah kebijakan yang membangun sebuah peta dari tingkat desa hingga nasional. Namun belum semua desa memiliki peta desa spasial, atau masih banyak keterbatasan terkait membangun data spasial di desa. Pengabdian ini berusahan mengisi gap tersebut dengan melakukan pendampingan perubahan metode pendataan desa, yang awalnya baru pada tahap analok statistik, menjadi data spasial keruangan. Dengan pengabdian yang dibagi dalam beberapa sesi, dari pemahaman teoritis tentang data spasial, pelatihan dasar penggambaran peta dan mengisi atribut informasi, pelatihan survey lapangan, dan pelatihan intregasi data lapangan ke database spasial. Dilakukan dengan metode pemaparan interaktif, small group discussion dan praktek langsung. Hasilnya peserta mampu membuat database spasial yang terintregasi dengan hasil survey lapangan. Sehingga kemampuan ini diharapkan dapat menjadi stimulant dalam kemandirian pengembangan data spasial desa, sesuai dengan kebutuhan desa atau kebijakan daerah.
Analisis Lokasi dan Produk Unggulan untuk Pengembangan Pertanian di Kabupaten Pekalongan Nugara, Nugara; Susanto, Irwan; Ikhwan, M. Nur
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.1.12-32

Abstract

Kabupaten Pekalongan memiliki potensi di sektor pertanian, namun di sisi lain juga masih memiliki banyak permasalahan. Daerah ini memiliki kultur pertanian yang kuat, ditandai adanya lahan pertanian yang luas dan menjadi penyokong terbesar PDRB di bawah industri pengolahan. Secara umum, permasalahan yang ada yaitu potensi lokasi dan produk unggulan yang belum teridentifikasi secara maksimal, kurangnya penguasaan teknologi dan inovasi oleh petani, infrastruktur kurang memadai, keterbatasan akses pembiayaan, ketimpangan distribusi lahan pertanian, serta pergeseran demografi petani. Potensi di bidang pertanian harus digali dan dioptimalkan untuk dapat meningkatkan daya saing daerah serta dapat menjadi pemasok bahan pangan bagi daerah sekitarnya. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi potensi kemampuan lahan dan produk unggulan pertanian yang akan dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial untuk mengidentifikasi kemampuan lahan, Location Quotient untuk menganalisis produk unggulan pertanian setiap kecamatan, serta nilai produktifitas lahan produk unggulan. Ketiga hal tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan arahan lokasi dan produk unggulan dalam pengembangan pertanian. Hasilnya, Kabupaten Pekalongan memiliki sumber daya pertanian yang dapat bersaing dan bisa menjadi produk unggulan daerah, seperti padi dan kentang. Namun, setiap kecamatan memiliki produk unggulannya masing-masing. Dengan demikian, pengembangan pertanian dapat dilaksanakan di semua kecamatan dengan produk unggulan yang berbeda.