Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PASEDHULURAN AS A SOCIAL CAPITAL FOR LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT: EVIDENCE FROM POTTERY VILLAGE Karmilah, Mila; Nuryanti, Wiendu; Soewarno, Nindyo; Setiawan, Bakti
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2942

Abstract

The increase in both industrialization and tourism in Kasongan village famous with its pottery being the tourism Village since 1988, radically altered the local economy and domestic life. Based on oral history, survey, and documentary sources, this paper examine the impact of economics globalization to the diversity of culture in Kasongan. Globalization has two faces. If it can be managed properly, globalization can certainly give sufficient benefit to the country. The result of study indicated that pasedhuluran kinship systems in pottery production chain as one of social capital in socio-economic development in Kasongan, play an important role. This can be seen in terms of hiring local labor, then the pottery associated with the ordering system, and the use of the showroom to promote their pottery. Based on this note that the negative impact of globalization, especially the pottery in Kasongan indsutry can be minimized by pasedhuluran system. Peningkatan industrialisasi dan pariwisata di Desa Kasongan yang terkenal dengan kerajinan gerabah yang telah berkembang sejak tahun 1972 dan menjadi desa wisata pada tahun 1988, secara radikal telah mengubah ekonomi lokal dan kehidupan masyarakat di desa tersebut. Berdasarkan wawancara terkait sejarah, survei, dan sumber-sumber dokumenter lainnya, maka tulisan ini akan mengkaji dampak globalisasi ekonomi terhadap keragaman budaya masyarakat setempat. Globalisasi memiliki dua sisi. Jika globalisasi dapat dikelola dengan baik, maka globalisasi dapat memberikan manfaat yang cukup baik bagi negara. Namun, jika suatu negara tidak dapat beradaptasi dan menentukan strategi yang perlu diterapkan dalam rangka menghadapi globalisasi, negara akan menjadi korban dari globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasedhuluran adalah sistem kekerabatan di rantai produksi kegiatan produksi gerabah. Pasedhuluran sebagai salah satu modal sosial dalam pembangunan sosial-ekonomi di Kasongan, memainkan peranan yang penting. Hal ini terlihat dalam sistem tenaga kerja, dimana sebagian besar merupakan keluarga.  Selain sistem tenaga kerja pasedhulran juga terlihat pada sistem pemesanan (order gerabah), dan menggunakan showroom sebagai tempat mempromosikan gerabah mereka. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa dampak globalisasi dapat diminimalisir dengan adanya sistem kekerabatan (pasedhuluran).
PASEDHULURAN AS A SOCIAL CAPITAL FOR LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT: EVIDENCE FROM POTTERY VILLAGE Karmilah, Mila; Nuryanti, Wiendu; Soewarno, Nindyo; Setiawan, Bakti
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2942

Abstract

The increase in both industrialization and tourism in Kasongan village famous with its pottery being the tourism Village since 1988, radically altered the local economy and domestic life. Based on oral history, survey, and documentary sources, this paper examine the impact of economics globalization to the diversity of culture in Kasongan. Globalization has two faces. If it can be managed properly, globalization can certainly give sufficient benefit to the country. The result of study indicated that pasedhuluran kinship systems in pottery production chain as one of social capital in socio-economic development in Kasongan, play an important role. This can be seen in terms of hiring local labor, then the pottery associated with the ordering system, and the use of the showroom to promote their pottery. Based on this note that the negative impact of globalization, especially the pottery in Kasongan indsutry can be minimized by pasedhuluran system. Peningkatan industrialisasi dan pariwisata di Desa Kasongan yang terkenal dengan kerajinan gerabah yang telah berkembang sejak tahun 1972 dan menjadi desa wisata pada tahun 1988, secara radikal telah mengubah ekonomi lokal dan kehidupan masyarakat di desa tersebut. Berdasarkan wawancara terkait sejarah, survei, dan sumber-sumber dokumenter lainnya, maka tulisan ini akan mengkaji dampak globalisasi ekonomi terhadap keragaman budaya masyarakat setempat. Globalisasi memiliki dua sisi. Jika globalisasi dapat dikelola dengan baik, maka globalisasi dapat memberikan manfaat yang cukup baik bagi negara. Namun, jika suatu negara tidak dapat beradaptasi dan menentukan strategi yang perlu diterapkan dalam rangka menghadapi globalisasi, negara akan menjadi korban dari globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasedhuluran adalah sistem kekerabatan di rantai produksi kegiatan produksi gerabah. Pasedhuluran sebagai salah satu modal sosial dalam pembangunan sosial-ekonomi di Kasongan, memainkan peranan yang penting. Hal ini terlihat dalam sistem tenaga kerja, dimana sebagian besar merupakan keluarga.  Selain sistem tenaga kerja pasedhulran juga terlihat pada sistem pemesanan (order gerabah), dan menggunakan showroom sebagai tempat mempromosikan gerabah mereka. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa dampak globalisasi dapat diminimalisir dengan adanya sistem kekerabatan (pasedhuluran).
Pemetaan Ruang Bermain Anak di Kawasan Permukiman Padat di Kelurahan Kemijen Semarang Widyasamrarti, Hasti; Karmilah, Mila; Rahman, Boby
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.024 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11641

Abstract

Keterbatasan ruang dan fasilitas umum di permukiman padat penduduk membuat anak-anak lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang sebagai tempat bermain. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan distribusi tempat bermain, memahami persepsi, setting, dan perilaku anak anak di Kelurahan Kemijen Semarang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik, melalui pengamatan berupa behavior setting pada setiap ruang bermain anak, atau lebih tepatnya melalui placed centered mapping atau pemetaan berdasarkan tempat yang berfungsi untuk mengetahui adaptasi ruang bermain anak. Hasil penelitian menyebutkan bahwa anak-anak menggunakan lokasi bermain yang berbahaya, yakni di pinggir sungai, di pinggir rel kereta api, atau di atap rumah pompa. Anak anak memiliki persepsi positif terhadap sungai, yang bermakna mereka tidak melihat sungai sebagai lokasi yang berbahaya untuk bermain.
PASEDHULURAN AS A SOCIAL CAPITAL FOR LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT: EVIDENCE FROM POTTERY VILLAGE Karmilah, Mila; Nuryanti, Wiendu; Soewarno, Nindyo; Setiawan, Bakti
Komunitas Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2942

Abstract

The increase in both industrialization and tourism in Kasongan village famous with its pottery being the tourism Village since 1988, radically altered the local economy and domestic life. Based on oral history, survey, and documentary sources, this paper examine the impact of economics globalization to the diversity of culture in Kasongan. Globalization has two faces. If it can be managed properly, globalization can certainly give sufficient benefit to the country. The result of study indicated that pasedhuluran kinship systems in pottery production chain as one of social capital in socio-economic development in Kasongan, play an important role. This can be seen in terms of hiring local labor, then the pottery associated with the ordering system, and the use of the showroom to promote their pottery. Based on this note that the negative impact of globalization, especially the pottery in Kasongan indsutry can be minimized by pasedhuluran system. Peningkatan industrialisasi dan pariwisata di Desa Kasongan yang terkenal dengan kerajinan gerabah yang telah berkembang sejak tahun 1972 dan menjadi desa wisata pada tahun 1988, secara radikal telah mengubah ekonomi lokal dan kehidupan masyarakat di desa tersebut. Berdasarkan wawancara terkait sejarah, survei, dan sumber-sumber dokumenter lainnya, maka tulisan ini akan mengkaji dampak globalisasi ekonomi terhadap keragaman budaya masyarakat setempat. Globalisasi memiliki dua sisi. Jika globalisasi dapat dikelola dengan baik, maka globalisasi dapat memberikan manfaat yang cukup baik bagi negara. Namun, jika suatu negara tidak dapat beradaptasi dan menentukan strategi yang perlu diterapkan dalam rangka menghadapi globalisasi, negara akan menjadi korban dari globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasedhuluran adalah sistem kekerabatan di rantai produksi kegiatan produksi gerabah. Pasedhuluran sebagai salah satu modal sosial dalam pembangunan sosial-ekonomi di Kasongan, memainkan peranan yang penting. Hal ini terlihat dalam sistem tenaga kerja, dimana sebagian besar merupakan keluarga.  Selain sistem tenaga kerja pasedhulran juga terlihat pada sistem pemesanan (order gerabah), dan menggunakan showroom sebagai tempat mempromosikan gerabah mereka. Berdasarkan studi ini diketahui bahwa dampak globalisasi dapat diminimalisir dengan adanya sistem kekerabatan (pasedhuluran).
PENGARUH DESA WISATA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI SEKITAR DESA WISATA Qotrunnada, Rifdah; Karmilah, Mila
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.35589

Abstract

Tourism is a tourism activity that is realized in the form of activities or travel activities. Tourism activities must be supported by the availability of adequate facilities and infrastructure so that these activities can take place optimally and sustainably. According to the 2016 Ministry of Tourism Pocket Book, tourism contributed 9% to National GDP or Rp 946.09 trillion. Tourism contributes to the country's foreign exchange of Rp 120 trillion and provides employment to 11 million people. Currently, tourism is realized by what is called a Tourism Village which has the meaning of a community or society consisting of residents in a limited area having direct interaction in a management which has the care and awareness to coordinate with each other to build and be formed to empower the community as the main actors in the administration of the Tourism Village. In its development, Tourism Villages continue to develop in almost every province in Indonesia and participate in influencing the daily activities of the villagers. The purpose of this study was to determine the impact caused by the existence of the Tourism Village on changes in land use, economy, socio-culture, and the community environment around the Tourism Village using the literature review method. Based on the results of the studies that have been carried out, several indicators and parameters were found based on variables. The findings show that there is an influence caused by the existence of a tourist village on land use, economy, socio-culture in the community in the Tourism Village area.
Faktor Pengaruh Partisipasi Paguyuban Pemberdayaan Pompanisasi Pompanisasi Dan Pengelolaan Lingkungan (P5L) Dalam Penanggulangan Banjir Putri, Ghina Tsabita; Karmilah, Mila; Rochani, Agus
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi ialah keikutsertaan atau pengambil dalam bagian. Paguyuban ini ialah Paguyuban Pompanisasi dan Pengelolaan Lingkungan yang berada Kelurahan Panggung Lor. Wilayah ini terlanda banjir akibat rob dan hujan. Sehingga dibentuk P5L dari warga Panggung Lor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi partisipasi yang dilakukan P5L yang dilihat dari aktivitas paguyuban sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal terjalin dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil yang mempengaruhi P5L dalam penanggulangan banjir ini ialah usia, pendidikan, pekerjaan/penghasilan, lamanya tinggal dan jenis kelamin. Kata Kunci: Faktor, partisipasi, P5L, penangglangan banjir
KELAYAKAN POTENSI DANAU LAUT TAWAR SEBAGAI KAWASAN WISATA BERDASARKAN ADO-ODTWA Ajmi, Gufran; Karmilah, Mila; Hadi, Tjoek Suroso
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satau daerah yang memiliki potensi yang cukup besar pada bidang pariwisata. Salah satu pariwisata yang menonjol di Kabupaten Aceh Tengh yaitu Danau Laut Tawar. Potensi alam dan budaya masyarakat Danau Laut Tawar menjadi salah satu andalan wisata bagi daerah. Terdapat pemandangan danau yang sangat indah dikelilingi perbukitan dan pegunungan juga kekhasan flora dan fauana yaitu Ikan Depik dan Kopi Arabika Gayo. Perlunya dilakukan penilaian kelayakan terhadap potensi wisata untuk mengetahui kelayakan potensi menjadi Kawasan wisata dan untuk keberlanjutan alam di Kawasan wisata  itu sendiri. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Potensi Danau Laut Tawar sebagai Kawasan Wisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini enggunakan pendekatan Deduktif Kuantitative rasionalistik dengan pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA), Indeks Kelayakan, serta Analisis Delfhi untuk mengetahui Kelayakan potensi Danau Laut Tawar Sebagai Kawasan Wisata dan Analisis SWOT untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat Danau Laut Tawar sebagai kawasan wisata. Berdasarkan hasil Analisis kelayakan Danau Laut Tawar menunjukkan bahwa potensi Danau Laut Tawar layak untuk dikembangkan menjadi Kawasan Wisata. Kata Kunci: Danau Laut Tawar, Kelayakan Potensi Wisata, ADO-ODTWA
PENGARUH DESA WISATA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI SEKITAR DESA WISATA Qotrunnada, Rifdah; Karmilah, Mila
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism is a tourism activity that is realized in the form of activities or travel activities. Tourism activities must be supported by the availability of adequate facilities and infrastructure so that these activities can take place optimally and sustainably. According to the 2016 Ministry of Tourism Pocket Book, tourism contributed 9% to National GDP or Rp 946.09 trillion. Tourism contributes to the country's foreign exchange of Rp 120 trillion and provides employment to 11 million people. Currently, tourism is realized by what is called a Tourism Village which has the meaning of a community or society consisting of residents in a limited area having direct interaction in a management which has the care and awareness to coordinate with each other to build and be formed to empower the community as the main actors in the administration of the Tourism Village. In its development, Tourism Villages continue to develop in almost every province in Indonesia and participate in influencing the daily activities of the villagers. The purpose of this study was to determine the impact caused by the existence of the Tourism Village on changes in land use, economy, socio-culture, and the community environment around the Tourism Village using the literature review method. Based on the results of the studies that have been carried out, several indicators and parameters were found based on variables. The findings show that there is an influence caused by the existence of a tourist village on land use, economy, socio-culture in the community in the Tourism Village area.Keywords: Tourism, Influence, Land Use Changes, Economi, Tourism Village.
Embedding 21st Century Skills in English Language Education for Health Vocational Students: A Systematic Literature Review Karmilah, Mila
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 12, No 4: DECEMBER 2024
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of 21st-century skills—critical thinking, collaboration, communication, and creativity—into English language education is essential for preparing health vocational students to meet the demands of a globalized healthcare industry. This systematic review examined how these skills are embedded within English language teaching for health vocational students and evaluates the effectiveness of innovative pedagogical approaches, including Project-Based Learning (PJBL) and Problem-Based Learning (PBL). Using the PRISMA framework, the study reviewed peer-reviewed articles published between 2012 and 2024 from PubMed, ERIC, and Google Schoolar. Inclusion criteria focused on studies addressing the application of 21st-century skills in English for Specific Purposes (ESP) within health vocational contexts. A total of 35 studies met the inclusion criteria and were analyzed to identify themes, methodologies, and outcomes. Key findings indicated that embedding 21st-century skills in English education significantly enhances students' preparedness for workplace communication in healthcare settings. PJ BL fosters critical thinking and collaboration through real-world healthcare scenarios, while Problem-Based Learning enhances problem-solving and contextual language use. However, challenges include limited access to resources, lack of teacher training, and cultural barriers in implementing innovative teaching methods. The study concluded that integrating 21st-century skills into English language education was vital for developing well-rounded health professionals. It recommended incorporating blended learning models, increasing teacher training in innovative pedagogies, and leveraging digital tools to support skill development
Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan di Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Kumaini, Atika Hayatullah; Karmilah, Mila
Jurnal Kajian Ruang Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v5i1.44112

Abstract

AbstrakEkosistem mangrove memiliki peran penting dalam mencegah abrasi, mendukung keanekaragaman hayati, dan menetralisir polutan. Namun, tekanan pembangunan dan aktivitas manusia seperti reklamasi dan pencemaran industri telah menyebabkan degradasi lingkungan. Salah satu pendekatan untuk menjaga kelestarian mangrove adalah melalui ekowisata berbasis masyarakat. Penelitian ini menganalisis tingkat dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata hutan mangrove di Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo. Dengan metode deskriptif kuantitatif, keterlibatan masyarakat diukur menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis dengan teori partisipasi Arnstein. Studi ini memperkenalkan pendekatan kuantitatif dalam mengukur partisipasi masyarakat dalam ekowisata, memberikan pemetaan yang lebih objektif dibandingkan penelitian sebelumnya yang bersifat kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berperan dalam operasional wisata, pengelolaan lingkungan, dan program edukasi. Berdasarkan model Arnstein, keterlibatan mereka mencapai tingkat partnership, di mana masyarakat memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan dengan dukungan pemerintah. Secara kebijakan, temuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang insentif ekonomi dan program edukasi lingkungan guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam ekowisata. Pemerintah dan organisasi lokal dapat memperkuat kapasitas komunitas melalui pelatihan serta skema kemitraan dengan pelaku usaha wisata agar pengelolaan ekowisata lebih berkelanjutan. Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam studi partisipasi masyarakat dengan memetakan keterlibatan warga dalam ekowisata berbasis teori Arnstein, memberikan kontribusi terhadap strategi pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.Kata Kunci: ekosistem mangrove, partisipasi masyarakat, pengelolaan lingkungan, Desa Tapak, ekowisata pesisir AbstractThe mangrove ecosystem plays a crucial role in preventing coastal abrasion, supporting biodiversity, and neutralizing pollutants. However, development pressures and human activities such as land reclamation and industrial pollution have led to environmental degradation. One approach to conserving mangroves is through community-based ecotourism. This study analyzes the level and forms of community participation in the management of mangrove ecotourism in Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo. Using a quantitative descriptive method, community involvement was measured through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Arnstein's ladder of participation. This study introduces a quantitative approach to measuring community participation in ecotourism, providing a more objective mapping compared to previous qualitative-based studies. The findings indicate that the community plays a role in tourism operations, environmental management, and educational programs. Based on Arnstein’s model, their involvement has reached the partnership level, where the community influences decision-making with government support. From a policy perspective, these findings can serve as a basis for designing economic incentives and environmental education programs to enhance community engagement in ecotourism. The government and local organizations can strengthen community capacity through training programs and partnership schemes with tourism businesses to ensure more sustainable ecotourism management. This study fills a research gap in community participation studies by mapping local involvement in mangrove ecotourism using Arnstein’s theory, contributing to the development of community-based environmental management strategies.Keywords: mangrove ecosystem, community participation, environmental management, Tapak Village, coastal ecotourism.