Ekogastronomi dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi suatu daerah untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pariwisata yang berlebihan, sekaligus mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan beragam. Sustainable tourism dengan paradigma Keberlanjutan berfokus pada pemenuhan kebutuhan generasi saat ini tanpa mengabaikan generasi mendatang. Ketahanan pangan telah menjadi isu global, dan merupakan tujuan pertama dari Sustainable Development Goals, yaitu zero hunger. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah menetapkan ketahanan pangan sebagai kebijakan utama dalam agenda pembangunan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekogastronomi untuk pariwisata berkelanjutan dan ketahanan pangan di Desa Wisata Bangelan yang terletak di lereng gunung Kawi, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat beberapa potensi ekogastronomi yang sangat mendukung untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan dan juga menopang ketahanan pangan di desa Bangelan yakni: Kopi Bangelan, peternakan kambing Peranakan etawa, tambak ikan nila, Agrowisata Petik Jeruk dan Hortikultura, dan Konservasi Air di Tanaka Waterfall & Kafe Bangelan. Dengan dukungan dan sinergi seluruh stakeholder pariwisata, maka Desa Bangelan berpotensi menjadi desa wisata yang maju dan berkembang dalam bidang ekonomi, sosial, kultural, dan lingkungan yang selaras dengan paradigma sustainable tourism development. Ecogastronomy offers a sustainable solution for regions to address the challenges posed by over-tourism while fostering a more inclusive and diverse economy. Grounded in the sustainability paradigm, sustainable tourism emphasizes meeting present-day developmental requirements while ensuring that the rights and resources of future generations remain uncompromised. Food security has emerged as a global issue and aligns with the first Sustainable Development Goal: Zero Hunger. Many nations, including Indonesia, have prioritized food security within their development agendas. This study aims to identify the potential of ecogastronomy to support sustainable tourism and food security in Bangelan Tourism Village, located on the slopes of Mount Kawi in Malang Regency. A qualitative research method was employed, utilizing data gathered through literature reviews, observations, and interviews. The findings reveal several ecogastronomy assets in Bangelan Village that strongly support sustainable tourism development and bolster food security: Bangelan Coffee, Peranakan Etawa goat farming, tilapia fish farming, citrus and horticultural agrotourism, and water conservation efforts at Tanaka Waterfall & Bangelan Café. With strong collaboration and active involvement from every tourism stakeholder, Bangelan Village is well-positioned to transform into a flourishing destination that prospers economically, socially, culturally, and environmentally fully embodying the principles of sustainable tourism development.