Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PESONA BUDAYA DI DESA WISATA WAYANG SIDOWARNO KECAMATAN WONOSARI, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH Teddy Chandra; Sukarno Wibowo
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i1.7427

Abstract

Cultural Charm in Sidowarno Wayang Tourism Village, Wonosari District, Klaten Regency, Central Java is a study conducted as an effort to identify various cultural potentials found in Sidowarno village. The research questions posed in this study are: 1) how is the description of the Sidowarno Wayang tourism village; and 2) how is the description of culture as a tourist attraction in the Sidowarno Wayang tourism village. This research was conducted using qualitative research methods. Data collection techniques used in this study were literature studies, observations and interviews. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the study show that Sidowarno Village, located in Wonosari District, Klaten Regency, Central Java Province, is a tourist village that continues to develop with the advantage of cultural tourism potential. As a wayang tourism village, Sidowarno Village has a diverse cultural wealth such as shadow puppets, tatah sungging art, jemparingan, and punokawan dance which are able to become tourist attractions in attracting domestic and foreign tourists to come to Sidowarno Village.
PERANAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM PENGEMBANGAN WISATA KULINER DI KAWASAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH Sukarno Wibowo; Rusna Purnama; Dewi Riyani; Baby Bianca Avinda; Irfansyah Irfansyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.10290

Abstract

Makanan tradisional Kawasan Borobudur kabupaten Magelang Jawa Tengah tidak begitu banyak disajikan di industri hotel dan restoran. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data tentang peranan makanan tradisional dalam pengembangan wisata kuliner di Kawasan Borobudur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik Pengumpulan Data adalah Observasi, Wawancara, Angket/Kuesioner. Populasi Penelitian ini adalah para pengunjung makanan tradisional di Kawasan Borobudur kabupaten Magelang Jawa Tengah, sedangakan Sampel Penelitian yang diambil berjumlah 35 responden. Dalam pengolahan data hasil penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan prosedur; Seleksi data, Klasifikasi data, Tabulasi data, Pengolahan dan Analisis Data. Hasil penelitian ini adalah Makanan tradisional memiliki peran dalam pengembangan wisata kuliner Di Kawasan Borobudur kabupaten Magelang Jawa Tengah serta dalam rangka pelestarian budaya daerah dan Strategi pengembangan makanan tradisional dapat dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya ialah review historis, kajian zat gizi dan non gizi makanan tradisional, pendokumentasian produksi makanan tradisional, sistem bimbingan dan pengawasan efektif, pendidikan konsumen dan promosi wisata
SENI KULINER JEPANG (WASHOKU) UNTUK KESEHATAN PENDUDUK LERENG GUNUNG KAWI: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DESA BANGELAN Teddy Chandra; Warta Sumirat; Christian Helmy Rumayar; Dadang Suratman; Sukarno Wibowo
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 5 No. 1 (2026): Artikel Pengabdian bulan April-Juni 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v5i1.5234

Abstract

In recent years, Japanese food culture has garnered global attention. The rising popularity of Japanese cuisine stems from increased health awareness and a growing appreciation for its health benefits. This community service program in Bangelan Tourism Village, Malang Regency—which involved training in Japanese culinary arts—aimed to educate the community and promote a healthy lifestyle through nutritious dietary choices featuring Japanese-style dishes. The choice of Japanese culinary arts was deliberate, aligning with the village's flagship attraction: the Tanaka Waterfall ecotourism site, which is rich in Japanese-inspired aesthetics. The training utilized a combination of face-to-face lectures, demonstrations, hands-on practice, and evaluations. Results indicated an improvement in participants' competence in Japanese culinary arts (Washoku) following the program, evidenced by higher assessment scores across knowledge, skills, creativity, and professionalism. It is hoped that this Washoku training program will contribute to improving the health of the population in the Mount Kawi area—specifically the residents of Bangelan Village.
Ekogastronomi untuk Pariwisata Berkelanjutan & Ketahanan Pangan di Lereng Gunung Kawi: Studi Pada Desa Bangelan Teddy Chandra; Warta Sumirat; Christian Helmy Rumayar; Dadang Suratman; Sukarno Wibowo
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/6t0sn293

Abstract

Ekogastronomi dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi suatu daerah untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pariwisata yang berlebihan, sekaligus mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan beragam. Sustainable tourism dengan paradigma Keberlanjutan berfokus pada pemenuhan kebutuhan generasi saat ini tanpa mengabaikan generasi mendatang. Ketahanan pangan telah menjadi isu global, dan merupakan tujuan pertama dari Sustainable Development Goals, yaitu zero hunger. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah menetapkan ketahanan pangan sebagai kebijakan utama dalam agenda pembangunan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekogastronomi untuk pariwisata berkelanjutan dan ketahanan pangan di Desa Wisata Bangelan yang terletak di lereng gunung Kawi, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat beberapa potensi ekogastronomi yang sangat mendukung untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan dan juga menopang ketahanan pangan di desa Bangelan yakni: Kopi Bangelan, peternakan kambing Peranakan etawa, tambak ikan nila, Agrowisata Petik Jeruk dan Hortikultura, dan Konservasi Air di Tanaka Waterfall & Kafe Bangelan. Dengan dukungan dan sinergi seluruh stakeholder pariwisata, maka Desa Bangelan berpotensi menjadi desa wisata yang maju dan berkembang dalam bidang ekonomi, sosial, kultural, dan lingkungan yang selaras dengan paradigma sustainable tourism development. Ecogastronomy offers a sustainable solution for regions to address the challenges posed by over-tourism while fostering a more inclusive and diverse economy. Grounded in the sustainability paradigm, sustainable tourism emphasizes meeting present-day developmental requirements while ensuring that the rights and resources of future generations remain uncompromised. Food security has emerged as a global issue and aligns with the first Sustainable Development Goal: Zero Hunger. Many nations, including Indonesia, have prioritized food security within their development agendas. This study aims to identify the potential of ecogastronomy to support sustainable tourism and food security in Bangelan Tourism Village, located on the slopes of Mount Kawi in Malang Regency. A qualitative research method was employed, utilizing data gathered through literature reviews, observations, and interviews. The findings reveal several ecogastronomy assets in Bangelan Village that strongly support sustainable tourism development and bolster food security: Bangelan Coffee, Peranakan Etawa goat farming, tilapia fish farming, citrus and horticultural agrotourism, and water conservation efforts at Tanaka Waterfall & Bangelan Café. With strong collaboration and active involvement from every tourism stakeholder, Bangelan Village is well-positioned to transform into a flourishing destination that prospers economically, socially, culturally, and environmentally fully embodying the principles of sustainable tourism development.