Ngurah Primayanta
Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Status Hukum Perkawinan Mebyakaon Masyarakat Adat Bali di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong Ngurah Primayanta; Nurul Miqat; Mohammad Saleh
VIVA THEMIS Vol 9, No 2 (2026): VIVA THEMIS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/vt.v9i2.5372

Abstract

Perkawinan mebyakaon dalam masyarakat adat Bali merupakan perkawinan yang dilaksanakan tanpa melalui rangkaian prosesi adat yang lengkap. Dalam praktinya pasangan telah tinggal dan hidup bersama namun berada dalam ikatan perkawinan yang belum tuntas secara adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait status hukum perkawinan mebyakaon pada masyarakat adat Bali di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian yang digunakan merupakan pendekatan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa status hukum perkawinan mebyakaon dianggap belum sah baik secara adat Bali dan agama Hindu maupun negara. Hal ini terjadi karena pasangan belum menuntaskan seluruh prosesi perkawinan hingga tahap mewidi widana dan mepamit, sebagai bentuk pemenuhan syarat tri upasaksi. Tidak tuntasnya prosesi ini mengakibatkan pasangan tidak dapat menerbitkan buku wiwaha samskara (surat keterangan perkawinan) dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan mendaftarkan perkawinannya pada Kantor Pencatatan Sipil Negara guna memperoleh akta perkawinan.  Hal ini menyebabkan pasangan kehilangan hak-hak hukum dan perlindungan dari negara sebagai suami istri.