Permasalahan limbah rumah tangga, khususnya limbah organik seperti kulit jeruk, masih menjadi isu lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Limbah tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah limbah kulit jeruk menjadi eco-enzyme yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 16,8% meningkat menjadi 92,0% pada post-test. Selain itu, peserta juga mengalami peningkatan keterampilan dalam proses pembuatan eco-enzyme, yang ditunjukkan dengan kemampuan mempraktikkan secara mandiri tahapan pembuatan. Pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi eco-enzyme tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk bernilai jual yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan masyarakat. Program ini juga berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan.