Rapor Pendidikan menyediakan data mengenai mutu sekolah, namun memanfaatkannya sebagai dasar perencanaan peningkatan mutu di sekolah dasar masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dan guru dalam menerapkan strategi peningkatan indikator Rapor Pendidikan, serta menganalisis penerapan perencanaan berbasis data dalam program-program peningkatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus deskriptif di SD Muhammadiyah Plus P. Partisipan, yaitu kepala sekolah dan guru, dipilih melalui teknik *purposive sampling*. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Keabsahan data dipastikan melalui kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menetapkan arah dan prioritas peningkatan, memimpin refleksi, serta mengintegrasikan program ke dalam rencana kerja dan anggaran sekolah, sementara guru menginterpretasikan data dan melaksanakan strategi peningkatan di dalam kelas. Perencanaan berbasis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, refleksi, dan peningkatan, dengan hambatan utama terletak pada analisis akar masalah dan evaluasi program [sesuaikan dengan temuan lapangan]. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan indikator bergantung pada kolaborasi antara kepemimpinan kepala sekolah dan literasi data guru. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan literasi data guru, pelaksanaan rapat refleksi secara rutin, serta penetapan indikator keberhasilan yang terukur untuk setiap program.