Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Ekonomi Kreatif di Desa Tanak Beak Baiq Ida Astini; Hasratun Hasratun; Regina Reni; Nurbaya Nurbaya; Alby Agustiansyah; Angga Andika
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/29rna859

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih dijumpai di kawasan perdesaan, termasuk Dusun Otak Dese, Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan sarana pengelolaan sampah, kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan yang masih perlu ditingkatkan, serta terbatasnya kegiatan pelatihan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kegiatan sosialisasi dan praktik secara langsung. Tahapan pelaksanaan mencakup observasi kondisi awal, penyampaian materi, pemberian contoh pengolahan, serta praktik pemanfaatan sampah organik dan anorganik yang melibatkan ibu rumah tangga, perangkat desa, pemateri, dan mahasiswa KKN. Pelaksanaan kegiatan memperoleh tanggapan yang baik serta menunjukkan keterlibatan masyarakat yang cukup tinggi. Melalui kegiatan tersebut, peserta mampu mempraktikkan pengolahan sampah organik, seperti sisa sayuran, buah, dan dedaunan, menjadi kompos, serta memanfaatkan sampah plastik untuk menghasilkan berbagai kerajinan, antara lain piring hias, tas, dompet, dan celemek. Kegiatan ini turut memberikan pemahaman bahwa sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan dan memiliki peluang untuk memberikan nilai ekonomi. Meskipun demikian, keberlanjutan kegiatan masih terkendala oleh waktu pelatihan yang terbatas dan belum tersedianya fasilitas pendukung, seperti tempat sampah terpilah. Dengan demikian, pendampingan secara berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat dan perangkat desa diperlukan agar penerapan prinsip 3R dapat terus dikembangkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari