Permasalahan sampah rumah tangga masih dijumpai di kawasan perdesaan, termasuk Dusun Otak Dese, Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan sarana pengelolaan sampah, kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan yang masih perlu ditingkatkan, serta terbatasnya kegiatan pelatihan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kegiatan sosialisasi dan praktik secara langsung. Tahapan pelaksanaan mencakup observasi kondisi awal, penyampaian materi, pemberian contoh pengolahan, serta praktik pemanfaatan sampah organik dan anorganik yang melibatkan ibu rumah tangga, perangkat desa, pemateri, dan mahasiswa KKN. Pelaksanaan kegiatan memperoleh tanggapan yang baik serta menunjukkan keterlibatan masyarakat yang cukup tinggi. Melalui kegiatan tersebut, peserta mampu mempraktikkan pengolahan sampah organik, seperti sisa sayuran, buah, dan dedaunan, menjadi kompos, serta memanfaatkan sampah plastik untuk menghasilkan berbagai kerajinan, antara lain piring hias, tas, dompet, dan celemek. Kegiatan ini turut memberikan pemahaman bahwa sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan dan memiliki peluang untuk memberikan nilai ekonomi. Meskipun demikian, keberlanjutan kegiatan masih terkendala oleh waktu pelatihan yang terbatas dan belum tersedianya fasilitas pendukung, seperti tempat sampah terpilah. Dengan demikian, pendampingan secara berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat dan perangkat desa diperlukan agar penerapan prinsip 3R dapat terus dikembangkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari
Copyrights © 2026