Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah agraris yang memiliki kontribusi penting terhadap sektor pertanian, khususnya komoditas padi. Namun demikian, sebagian wilayahnya merupakan daerah rawan banjir yang dapat meningkatkan risiko kegagalan panen dan memengaruhi keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani untuk tetap menanam padi pada daerah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi di daerah rawan banjir Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Responden penelitian berjumlah 55 petani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Regresi Logistik Biner dengan variabel independen meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, keikutsertaan kelompok tani, akses penyuluhan, luas lahan, pendapatan usahatani, dan kepemilikan sarana produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, pengalaman berusahatani dan akses penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi di daerah rawan banjir, sedangkan tingkat pendidikan, keikutsertaan kelompok tani, luas lahan, pendapatan usahatani dan kepemilikan sarana produksi berpengaruh tetapi tidak secara signifikan. Variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan petani adalah pengalaman usahatani. Dengan demikian, keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi pada daerah rawan banjir dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial dan ekonomi yang menentukan kemampuan petani dalam menghadapi risiko banjir dan menjaga keberlanjutan usahatani.