Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Kopi Desa Dayurejo melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Limbah Ternak dan Sampah Organik Wenny Mamilianti; Abdul Wahid; Matheus Nugroho; A Zainul Arifin; Adinda Widia Lestari; Kelvin Angga Pramadani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 5 No 2 (2026): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v5i2.11210

Abstract

The increase in domestic waste and the absence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) in Dayurejo Village caused serious environmental issues, including the suboptimal management of livestock waste. This community service activity aimed to empower coffee farmers through the utilization of livestock waste and household organic waste into compost fertilizer. The training was held at the CMPK Cooperative in Dayurejo Village, involving 20 coffee farmers. The implementation method applied the Participatory Learning and Action (PLA) approach, encompassing pre-implementation, execution through material presentation and hands-on practice, as well as post-implementation via mentoring and evaluation. Evaluation was conducted participatorily by comparing pre-test and post-test scores. The results show a significant increase in the participants' motivation, knowledge, and attitudes regarding independent compost production and application. The highest increase is recorded in participants' confidence that organic fertilizer reduces synthetic fertilizer costs, as well as their willingness to support environmentally friendly solutions. In conclusion, this training successfully enhances coffee farmers' capacity in organic waste management. Regular mentoring remains necessary to monitor the compost's impact on coffee plant growth sustainably
Fakor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Bertanam Padi Pada Daerah Rawan Bencana Banjir Kabupaten Pasuruan Kelvin Angga Pramadani; Desy Cahyaning Utami; Wenny Mamilianti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 5 (2026): Proceeding SEMARTANI 5
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v5i5.936

Abstract

Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah agraris yang memiliki kontribusi penting terhadap sektor pertanian, khususnya komoditas padi. Namun demikian, sebagian wilayahnya merupakan daerah rawan banjir yang dapat meningkatkan risiko kegagalan panen dan memengaruhi keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani untuk tetap menanam padi pada daerah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi di daerah rawan banjir Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Responden penelitian berjumlah 55 petani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Regresi Logistik Biner dengan variabel independen meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, keikutsertaan kelompok tani, akses penyuluhan, luas lahan, pendapatan usahatani, dan kepemilikan sarana produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, pengalaman berusahatani dan akses penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi di daerah rawan banjir, sedangkan tingkat pendidikan, keikutsertaan kelompok tani, luas lahan, pendapatan usahatani dan kepemilikan sarana produksi berpengaruh tetapi tidak secara signifikan. Variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan petani adalah pengalaman usahatani. Dengan demikian, keputusan petani dalam mempertahankan usahatani padi pada daerah rawan banjir dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial dan ekonomi yang menentukan kemampuan petani dalam menghadapi risiko banjir dan menjaga keberlanjutan usahatani.