Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) To'bungan, Nelsiani; Jati, Wibowo Nugroho; Zahida, Felicia
SCISCITATIO Vol 1 No 2 (2020): Volume 1, Number 2, July 2020
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2020.12.30

Abstract

Informasi mengenai keamanan penggunaan rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) sebagai obat tradisionalmasih terbatas. Uji keamanan melalui uji toksisitas penting untuk dilakukan sebelum dilakukan uji manfaatlebih lanjut. Salah satu uji toksisitas akut yang dapat dilakukan sebagai uji toksisitas tahap awal adalah ujitoksisitas akut dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Daun rumput Knop diekstrak dengan penyarietanol dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun rumput Knop dengan konsentrasi 1000, 500, 250, 125 dan62,5 µg/ml dipaparkan pada larva Artemia salina (L.) selama 24 jam. Tingkat toksisitas ditentukan berdasarkannilai LC50 yang diperoleh berdasarkan jumlah larva yang mati, melalui analisis probit. Kandungan fitokimiaekstrak etanol daun rumput Knop diuji melalui uji fitokimia kualitatif. Nilai LC50 ekstrak etanol daun rumputKnop sebesar 183,91 µg/ml. Ekstrak etanol daun rumput Knop mengandung alkaloid dan steroid.
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Batang Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) To'bungan, Nelsiani; Jati, Wibowo Nugroho; Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i1.3577

Abstract

Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) memiliki sejarah etnobotani. Informasi mengenai keamanan pemanfaatan rumput Knop sebagai obat tradisional perlu untuk dilakukan. Uji keamanan dilakukan dengan uji toksisitas. Uji toksisitas akut dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan sebagai uji toksisitas awal. Batang rumput Knop diekstrak dengan  metode maserasi, menggunakan penyari etanol. Ekstrak etanol batang rumput Knop dibuat dengan berbagai konsentrasi, yakni 1000, 500, 250, 125 dan 62,5 µg/ml. Larva Artemia salina (L.) diberi paparan ekstrak etanol batang rumput Knop selama 24 jam. Toksisitas ekstrak ditentukan berdasarkan jumlah larva yang mati setelah paparan ekstrak. Jumlah larva yang mati, dianalisis dengan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol batang rumput Knop diuji dengan uji fitokimia kualitatif. Besar nilai LC50 ekstrak etanol batang rumput Knop adalah 880,579 µg/ml. Ekstrak etanol batang rumput Knop mengandung steroid. 
Peranan Bakteri Indigenus dalam Degradasi Limbah Cair Pabrik Tahu Retno Ken R,, A. Wibowo Nugroho Jati L. Indah Murwani Yulianti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v4i1.2362

Abstract

Produksi tahu banyak dilakukan secara tradisional dan menghasilkan limbah cair serta padat dari proses pembuatannya. Kandungan bahan organik yang dihasilkan oleh limbah cair tahu sangat tinggi. Air limbah yang dibuang secara langsung ke air permukaan (sungai dan danau) dapat mencemari air, mengurangi oksigen dalam air dan akan mengganggu kehidupan organisme di dalamnya. Pengolahan limbah cair tahu perlu dilakukan misalnya dengan bioremidiasi menggunakan bakteri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik bakteri indigenus dalam limbah cair tahu dan menggunakan bakteri tersebut untuk pengolahan limbah cair tahu. Karakteristik isolat R3 diperkirakan Pseudomonas sp., sedangkan bakteri R7 diperkirakan Bacillus sp. Perlakuan A (menggunakan isolat R3) mampu menurunkan COD 1%, BOD 33%, TSS 2,9% dan N-Total 12% serta meningkatkan TDS 21% dan amilum 1,9%. Perlakuan B (menggunakan isolat R7) mampu menurunkan COD 1%, BOD5 9%, amilum 46%, N-Total 5,2% serta meningkatkan TDS 21%. Perlakuan C dengan penambahan bakteri R3 dan R7 lebih banyak mendegradasi limbah organik yang ada di dalam limbah karena mampu menaikkan pH dan suhu paling cepat dan menurunkan COD sebesar ± 1%, kadar BOD5 sebesar ± 23%, kadar TDS sebesar 21%, TSS sebesar 8,1 %, N-Total sebesar 8,9% dan kadar karbohirat (amilum) sebesar  34%.
Perkiraan Rentang Hidup dan Pola Osilasi Populasi Cypraea moneta L, 1758 DI Pantai Sepanjang Yogyakarta Felicia Zahida; Wibowo N. Jati
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.10350

Abstract

Baru-baru ini telah dilakukan berbagai penelitian siput laut secara intensif di pantai selatan Yogyakarta. Fakta menunjukkan pemanenan Gastropoda oleh penduduk setempat tinggi di Pantai Krakal. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk memperkirakan rentang hidup dan pola osilasi berbagai populasi Gastropoda, khususnya Cypraea moneta L., 1758. Pola osilasi dan rentang hidup menunjukkan status kerentanannya, dengan mempelajari kharakter ini selanjutnya dapat dilakukan upaya pengelolaan yang berkesinambungan. Penelitian dilakukan dengan melakukan sampling di Pantai Sepanjang, di sekitar bulan purnama selama satu tahun. Siput diukur panjang cangkangnya (mm), guna mendapatkan datafrekuensi panjang cangkang per bulan. Selanjutnya dilakukan analisis Elefan untuk mendapatkan nilai konstanta pertumbuhan dan kurva pertumbuhan von Bertallanffy menunjukkan rentang umur populasi.Hasil penelitian menunjukkan pola osilasi yang tidak konstan, baik yang didapatkan di Pantai Krakal maupun Pantai Sepanjang. Konstanta pertumbuhan K juga menunjukkan perbedaan antara populasi yang didapatkan di Pantai Krakal dan Pantai Sepanjang yang bersebelahan lokasinya di pantai selatan Yogyakarta.Baru-baru ini telah dilakukan berbagai penelitian siput laut secara intensif di pantai selatan Yogyakarta.Fakta menunjukkan pemanenan Gastropoda oleh penduduk setempat tinggi di Pantai Krakal. Oleh sebabitu perlu dilakukan penelitian untuk memperkirakan rentang hidup dan pola osilasi berbagai populasiGastropoda, khususnya Cypraea moneta L., 1758. Pola osilasi dan rentang hidup menunjukkan statuskerentanannya, dengan mempelajari kharakter ini selanjutnya dapat dilakukan upaya pengelolaan yangberkesinambungan. Penelitian dilakukan dengan melakukan sampling di Pantai Sepanjang, disekitarbulan purnama selama satu tahun. Siput diukur panjang cangkangnya (mm), guna mendapatkan datafrekuensi panjang cangkang per bulan. Selanjutnya dilakukan analisis Elefan untuk mendapatkan nilaikonstanta pertumbuhan dan kurva pertumbuhan von Bertallanffy menunjukkan rentang umur populasi.Hasil penelitian menunjukkan pola osilasi yang tidak konstan, baik yang didapatkan di Pantai Krakalmaupun Pantai Sepanjang. Konstanta pertumbuhan K juga menunjukkan perbedaan antara populasiyang didapatkan di Pantai Krakal dan Pantai Sepanjang yang bersebelahan lokasinya di pantai selatanYogyakarta.
Mosquito larvicidal activity of Hyptis capitata leaves ethanolic extract and fraction against Culex quinquefasciatus Nelsiani To'bungan; Wibowo Nugroho Jati
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v10i2.31825

Abstract

Larvicidal potential of Hyptis capitata grown in Indonesia has not been extensively studied. Its leaves are extracted with the maceration method using ethanol as the solvent. Furthermore, this study aims to use the ethanolic leaf extract of the H. capitata for larvicidal assays against instar III/IV larvae of Culex quinquefasciatus with different concentrations, including 1000, 500, 250, 125, and 62.5 µg/mL. Fractionation of the extract was carried out by vacuum liquid chromatography, and obtained four fractions, namely fractions F1, F2, F3, F4. Fractions were also used for the larvicidal assay. The constituents of the extract were then analyzed with the GC-MS method to predict the components involved in its toxicity. Larvicidal data obtained were analyzed using regression analysis to determine the LC50 value. Analysis of variance was carried out with one-way ANOVA using Tuckey HSD-test on the SPSS ver. 26 at 95% confidence and significance P<0.05. H. capitata ethanolic leaf extract has a higher level of toxicity than its fraction, with LC50 value 990.90 µg/mL. H. capitata ethanolic leaf extract are capable of providing a toxic effect on larvae, with a mortality percentage of up to 50% more. Some compounds that were assumed to play a role in its toxicity include pentadecanoic acid, 2,6,10,14-tetramethyl-, methyl ester; 1-heptadecyne; 9-tetradecen-1-ol, acetate; oxyrane, deodecyl-; 9,12,15-octadecatrienal; and 6,11-dimethyl-2,6,10-dodecatrien-1-ol. These finding indicate that the ethanolic leaf extract of H. capitata has the potential to be developed as a biolarvicidal agent against C. quinquefasciatus.
AI-Assisted NDVI Monitoring of Vegetation Change in Merapi National Park Using Google Earth Engine Ruwaimana, Monika; Pradopo, Subyantoro Tri; Umaya, Ruky; Arianti, Diah; Setyobudi, Vincentius Tri; Yulianti, Indah Murwani; Jati, Wibowo Nugroho; Yuda, Pramana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.12898

Abstract

Vegetation mapping is essential for monitoring conservation efforts in national parks and can be performed remotely using remote sensing and GIS technologies. However, the process is often complex and requires technical expertise. This study explores the use of AI, specifically ChatGPT, to simplify and support vegetation mapping workflows. We monitored monthly vegetation changes in Merapi Mountain National Park (TNGM) from 2017 to 2023 using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) derived from Sentinel-2 satellite data. The workflow combined Google Earth Engine (GEE) for satellite image processing and Python in Jupyter Notebook for time series analysis, with ChatGPT assisting in code editing. Our results show NDVI patterns are significantly influenced by volcanic activity, particularly eruptions and pyroclastic clouds, and about one-third of images were affected by cloud cover, especially during the rainy season. ChatGPT performed well in non-coding queries with a 79% satisfaction rate, but only 53% of generated code prompts were correct without modification. We conclude that while AI tools like ChatGPT have strong potential to enhance accessibility and efficiency in remote vegetation mapping, human oversight and foundational knowledge in geospatial analysis remain essential for accurate results.