Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemanfaatan Bakteri Indigenus dalam Reduksi Logam Berat Cu pada Limbah Cair Proses Etching Printed Circuit Board (PCB) A. Wibowo Nugroho Jati,L. Indah Murwani, Pascalia Shendy Shendy
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.916 KB) | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1897

Abstract

Limbah dari proses etching PCB yang dihasilkan bersifat toksik karena memiliki pH yang sangat rendah dan kandungan logam berat Cu yang tinggi. Dampak negatif dari limbah etching PCB ini yaitu dapat menghilangkan kesuburan tanah, merusak nutrisi tanah dan mencemari air, serta meracuni makhluk hidup sekitar. Dalam penelitian ini, metode biologi digunakan untuk melakukan remediasi limbah proses etching PCB. Bioremediasi limbah proses etching PCB ini dilakukan dalam sistem lumpur aktif. Sumber lumpur aktif berasal dari tanah sawah yang kaya akan massa mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pengolahan limbah secara biologi dalam mengurangi toksisitas limbah, meliputi pH dan kandungan logam berat Cu, serta mengetahui isolat bakteri yang dapat memperbaiki kualitas limbah cair proses etching PCB. Tahapan penelitian ini meliputi inkubasi limbah selama 7 hari dalam sistem lumpur aktif dengan perlakuan penambahan limbah etching PCB dengan konsentrasi logam Cu 50 ppm, 150 ppm, 250 ppm dan 350 ppm, pengukuran parameter pada hari ke-0 dan ke-7, isolasi bakteri, serta analisis data menggunakan software SPSS ver 15.  Parameter yang diukur adalah kandungan logam berat Cu, pH, TSS, BOD dan COD. Pengukuran logam berat Cu dilakukan menggunakan spektrofotometer direct Lovibond. Setelah 7 hari masa inkubasi, kandungan logam berat Cu, COD, BOD dan TSS mengalami penurunan serta pH mengalami kenaikan. Perlakuan  A (50 ppm) mengalami penurunan kadar logam Cu yang paling tinggi yaitu sebesar 93,18%, diikuti dengan perlakuan B (150 ppm) dengan penurunan sebesar 81,94%, perlakuan D (350 ppm) dengan penurunan sebesar 31,57% dan perlakuan C (250 ppm) dengan penurunan sebesar 18,09%. Terdapat tiga bakteri indigenus hasil isolasi bakteri yaitu isolat bakteri X, Y dan Z. Hasil karakterisasi bakteri menunjukkan bahwa isolat X, Y, dan Z memiliki bentuk koloni circular, tepi koloni entire, Gram negatif, motil, katalase positif dan indol positif.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Tembelekan Dan Daun Pepaya Sebagai Pengendali Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L. ) Lolodatu, Yunita; Jati, Wibowo Nugroho; Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.673 KB) | DOI: 10.24002/biota.v4i2.2473

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Daun tembelekan (Lantana camara L.) dan Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kemampuan sebagai pestisida nabati. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun tembelekan, esktrak daun pepaya dan kombinasi kedua daun terhadap mortalitas ulat grayak pada tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi dari ekstrak daun tembelekan, ekstrak daun pepaya dan kombinasi kedua tanaman.Pelaksanaan Rangcangan percobaan  yang dilakukan ialah Rangcangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan diantaranya 3 kombinasi. Perlakuan yang dilakukan ialah Kontrol, tembelekan, pepaya, kombinasi daun tembelekan (25) : daun pepaya (75), kombinasi daun tembelekan (50) : daun pepaya (50) dan kombinasi daun tembelekan (75) : daun pepaya (25). Analisa data dievaluasi secara statistik dengan program SPSS 23 dan analisa data ANOVA. Perlakuan terbaik dalam membunuh  ulat grayak  ialah kombinasi daun tembelekan (25) : daun pepaya (75) dengan persentasi mortalitas ialah 96,7%.
Daya Bunuh Insektisida Hayati Vermileachate dan Teh Vermikompos Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Tanaman Mint (Mentha piperita L.) , Wibowo Nugroho Jati,Felicia Zahida, Nathanael Wirandhi Syarief
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 3 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.948 KB) | DOI: 10.24002/biota.v3i3.1899

Abstract

Teh vermikompos dan vermileachate merupakan cairan turunan produk vermikompos yang mengandung berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya bunuh larutan uji terhadap Bemisia tabaci Genn. dari tanaman mint (Mentha piperita L.) dengan konsentrasi dan waktu paparan teh vermikompos dan vermileachate yang memberikan dampak daya bunuh ±50 %. Percobaan penelitian menggunakan RAF (rancangan acak faktorial) sebanyak tiga kali pengulangan. Konsentrasi larutan yang diberikan ialah 10, 20, 30, dan 40 % dengan waktu paparan 6, 12, dan 24 jam. Simpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah teh vermikompos konsentrasi 30 % dan vermileachate konsentrasi 20 % menyebabkan daya bunuh B. tabaci dari tanaman mint sebesar  45,82 dan 46,18 %.
Kajian Awal Pemanenan Siput Laut (Gastropoda) di Pantai Krakal, Yogyakarta: II. Aktivitas Pemanen Zahida, Felicia; Sinulingga, Mastok B.; Jati, Wibowo N.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2005): February 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.919 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i1.2795

Abstract

A preliminary study on marine snails harvest (Gastropods) has been done in Krakal beach, Yogyakarta, during October to December 2003. Krakal beach has become an under-pressure habitat since tourism industry occurred all over Indonesia. Marine snails have been harvested for over two decade in this area but there is no study regarding this activity yet. This study aims to elucidate the harvester’s knowledge about simple conservation and activities such as the way of harvesting, the intensity of harvesting and the income generating from harvesting gastropods.
Sebaran dan Kemelimpahan Burung Layang-Layang Asia (Hirundo rustica Linn.) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta W, Stefan Agung; Djuwantoko, Djuwantoko; Jati, Wibowo N.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2005): February 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2022.099 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i1.2864

Abstract

Asian Swallow Bird (Hirundo rustica Linn.) representing one of the type of bird migran which is spread over in almost entire all earth. This Bird type in Java and Bali represent the common winter visitor met in all height. Information of concerning this animal existence in Yogyakarta very minim, last data about existence and amount of Asian swallow bird population in Yogyakarta in reporting in the year 1996 and till now there is no researcher reporting the species existence in Yogyakarta. This Research study about abundance population and distribution Asian swallow bird at season of migration of September 2003 - March 2004 in all region Yogyakarta. Research conducted in all region of Province of Special Region of Yogyakarta consisted by 5 sub-province, that is Sub-Province Sleman, Sub-Province Bantul, Sub-Province Kulonprogo, Sub-Province of Gunung Kidul and Municipality D.I. Yogyakarta. Parameter measured in this research is estimating an abudan of population and location of distribution population. Data intake of is amount of population conducted by direct enumeration, whereas intake of distribution data conducted by noting the name of location and geographical position. Data of result of research obtained in compiling in tables, is later then made by graph of population fluctuation and ploted in map of pursuant to co-ordinate finding of Asian swallow bird individual. To know diffraction resulted by a population enumeration, will be counted with the standard deviation formula. Result of perception indicate that full scale of Asian swallow bird population during a period to migration reach the maximum value equal to 32.579 that happened at third week of November 2003 and amount of biggest population is concentration in jl. K.H. Ahmad Dahlan and jl. Senopati, area Malioboro, Municipality Yogyakarta, that is equal to 28877 36,91. Sub-Province Bantul represent the area which is at most met by the Asian swallow bird location.
Studi Perilaku Teritorial Burung Cangak Abu (Ardea cinerea Linn.) di Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta Nugroho, Wahyu; Djuwantoko, Djuwantoko; Jati, Wibowo N.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 3 (2005): October 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.209 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i3.2877

Abstract

This study aim to see on ecological aspect of Cangak Abu specifically on its behavior in defending their terittory. This research was done from July to August 2004. Data collecting was done using territory mapping methods with three observation area (1st-3rd). One pair of Cangak Abu observed at each area. Cangak Abu showed some behavior such as vocalization, sound, visual display, visual display-sound, visual display-sound-shortflight, patroling flight and fighting. The territories on frist to third observation areas were OA : 9 m2; OA : 6 m2 and OA : 9 m2 respectively.
Produktivitas Primer Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah Anggraeni, Belinda Dian; Jati, Wibowo Nugroho; Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2003): June 2003
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.344 KB) | DOI: 10.24002/biota.v8i2.2886

Abstract

Primary productivity of Jombor Swamp, Klaten has been assessed in order  to understand its water quality. The method used was using light-dark bottles incubated for 4 hours. Samples were taken between 6-10, 10-14 and 14-18 hour, under the depth  0.2, 1.5, and 3 m. The results showed  that productivity in April – 2.4 to 2.17 ppm, May –0.6 to 2 ppm, and June –2.1 to 3.4 ppm. The regression correlation of the productivity to phytoplankton`s density is y = -0.03 + 0.01 x and r = 0.76, productivity to light intensity is y = -5.04 + 0.01 x and r = 0.63, productivity to water depth is y = 0.56 + 0.12x and r = 0.31,  productivity to turbidity is y = 1,78 + 0.33x and r = 0.35, productivity to water temperature is y = 1.91 – 0.08x and r = 0.32, productivity to pH is y = 1.39 – 0.71x and r = 0.20,  and productivity to CO2 content is y = 1.77 – 0.11 and r = 0.29. Based on the overall findings, the water quality condition was classified as eutrophic.
Abundance of Giant Clam in Coral Reef Ecosystem at Pari Island: a Population Comparison of 2003's to 1984's Data Eliata, Alfiani; Zahida, Felicia; Jati, Wibowo Nugroho; Panggabean, Lily M.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 3 (2003): October 2003
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.005 KB) | DOI: 10.24002/biota.v8i3.2859

Abstract

A survey on abundance of Giant Clam in coral reef ecosystem at PariIslandhas not been done long after the first survey on 1984. The survey itself is very important because Indonesian government has been release SK Menteri Kehutanan No. 12/Kpts-II/1987 and PP No. 7. th.1999 that states the giant clam is protected species. Indonesia has seven species of giant clam out of nine species presence in the world, i.e. Tridacna gigas, T.crocea, T. maxima, T. derasa, T. squamosa, Hippopus hippopus, and H. porcellanus (Rohmimohtarto dkk, 1987, Knop, 1996)
Studi Komparasi Keanekaragaman Benthos Di Waduk Sempor, Waduk Kedungombo dan Waduk Gajahmungkur, Jawa Tengah (Short Communication) Jati, Wibowo Nugroho
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 2 (2005): June 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.038 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i2.2849

Abstract

Selama ini pengelolaan sumberdaya alam hanya didasarkan pada pemenuhan aspek ekonomi serta hubungan yang bersifat fisik (physical interrelationship). Hal ini dapat diperhatikan adanya kecenderungan pengelolaan sumberdaya alam sebatas program konservasi lingkungan fisik seperti hutan, tanah, air dan bukan pengelolaan sumberdaya alam yang bertujuan untuk keberlanjutan sumberdaya alam (natural resources sustainability). Dengan demikian maka dapat dipastikan lambat laun atau cepat akan terjadi degradasi atau penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya dapat menimbulkan bencana ekologis (Hadisusanto et al., 2003).
HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DENGAN KEMELIMPAHAN LARVA POLYCENTROPODIDAE (TRICHOPTERA) DI WADUK SERMO, KULONPROGO, YOGYAKARTA Jati, Wibowo Nugroho
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2004): October 2004
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.779 KB) | DOI: 10.24002/biota.v9i3.2914

Abstract

A study on sediment texture to the abundance of Polycentropodidae?s larvae has been done in Sermo Water Reservoir, Kulonprogo, Yogyakarta. Samples have been taken in 3 rivers i.e. Ngrancah, Tegalrejo and Sidowayah. Four different depth were assessed i.e. 0 ? 5 m, 5 ? 10 m, 10 ? 15m, and 15 ? 20 m. Result showed that the larvae?s abaundance was hishest in Ngrancah river on depth of 0 ? 5 m with 53 ind/m2 and lowest on Tegalrejo river on depth of 15 ? 20 m with 3 ind/m2. The larvae?s abundance in every depth was characterized by sand texture and its depth.