Imel Puspa Sari Rismana
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBUATAN GOOGLE MAPS DAN SISTEM PEMBAYARAN QRIS PADA PELAKU UMKM DI DESA MRANAK GUNA MEMPERCEPAT DIGITALISASI LOKAL Muhammad Rifki Prayoga; Javier Naufal Ardhana; Imel Puspa Sari Rismana; Sofiyatu Dia Sania; Lailatul Safiah; Rintan Julia Rahmawati; Adi Wiyoko Efendi; Fitri Fitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.62576

Abstract

Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mranak memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal. Namun, terdapat beberapa kendala dalam meningkatkan daya saing pasar seperti keterbatasan pengetahuan digital, tidak adanya lokasi usaha di internet, dan minimnya penerapan situs pembayaran nontunai. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan digitalisasi melalui pendaftaran usaha Google Maps dan menyediakan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Mranak. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek yang ikut serta dalam penelitian, bukan sebagai objek. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tahapan dalam mewujudkan program digitalisasi UMKM yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain itu, kegiatan ini menggunakan metode door to door agar dapat mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat. Adapun manfaat pemasangan QRIS dan alamat di Google Maps pelaku UMKM di Desa Mranak adalah dapat menjangkau target pasar yang lebih luas, mempermudah transaksi pembayaran, dan meningkatkan pengetahuan digital. Pendampingan menggunakan konsep kolaborasi pentahelix ini terbukti efektif dalam mentransformasikan UMKM konvensional menuju ekosistem digital yang adaptif. Hal ini dilakukan untuk mendukung kemandirian ekonomi desa berkelanjutan, inovasi UMKM, dan mengurangi kesenjangan teknologi antar pelaku usaha sesuai dengan poin 8,9, dan 10 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2030.