Pembelajaran IPA inklusif memerlukan pendekatan yang mampu mengakomodasikeberagaman kebutuhan dan karakteristik siswa. Pendekatan STEM relevan karenamenekankan pembelajaran aktif, kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah.Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi dan dampak STEM dalam pembelajaran IPAinklusif. Penelitian menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan alurPRISMA, meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan artikelinklusi. Data diperoleh dari Google Scholar, ERIC, dan Scopus, dengan rentang publikasi 2021-2026. Berdasarkan seleksi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis secara deskriptif kualitatifmelalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa STEM dalam pendidikan IPAinklusif diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah,inkuiri, desain rekayasa, teknologi, media konkret, dan Universal Design for Learning (UDL).Implementasi STEM berdampak positif terhadap pemahaman konsep IPA, literasi sains,berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, motivasi, partisipasi, danketerlibatan sosial siswa. Hambatan utama meliputi kesiapan guru, aksesibilitas, akomodasi,asesmen fleksibel, dan dukungan sumber daya. Kajian ini menyimpulkan bahwa STEMberpotensi menjadi pendekatan strategis untuk pembelajaran IPA yang inovatif, adaptif, daninklusif. Implikasinya, penelitian selanjutnya perlu mengembangkan model STEM adaptif danasesmen yang lebih fleksibel bagi siswa inklusif yang beragam.