Fauzi Helmi Romadhon
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indikasi Paradoks Perilaku Hijau Mahasiswa: Antara Teori dan Realita Fauzi Helmi Romadhon; Dewi Kinasih; Rizki Rahmawati; Ibrahim Anggoro Situmorang; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis green behavior mahasiswa FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES)serta mengkaji kesenjangan antara pemahaman lingkungan dengan penerapan perilaku ramahlingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatifcross-sectional dengan instrumen berupa kuesioner online berbasis skala Likert 1–4 yangdisebarkan kepada mahasiswa aktif FMIPA UNNES. Instrumen penelitian terdiri atas enamparameter, yaitu environmental awareness, attitude, subjective norm, perceived behavioralcontrol, green behavioral intention, dan actual green behavior. Data dianalisis menggunakanstatistik deskriptif dan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara gender dengan greenbehavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum green behavior mahasiswa dalampenelitian ini berada pada kategori tinggi. Diagram kategori menunjukkan bahwa sebagianbesar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sementara kategori sedang masih ditemukan padabeberapa parameter seperti norma sosial dan niat berperilaku hijau, sedangkan kategori rendahmemiliki jumlah responden paling sedikit. Mahasiswa perempuan memiliki jumlah kategoritinggi lebih besar dibandingkan laki-laki. Namun, hasil uji Chi-Square menunjukkan tidakterdapat hubungan yang signifikan antara gender dengan green behavior mahasiswa FMIPAUNNES dengan nilai p-value sebesar 0,4218 (p > 0,01). Selain itu, hasil observasi langsung dilingkungan kampus menunjukkan masih ditemukannya mahasiswa yang membuang sampahsembarangan dan belum menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa dalam penelitian ini memiliki tingkatenvironmental awareness, sikap lingkungan, dan green behavior yang tergolong tinggi. Namundemikian, hasil observasi lapangan masih menunjukkan adanya perilaku yang tidak konsistendengan nilai-nilai ramah lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan rendahnyapenerapan perilaku hijau dalam aktivitas sehari-hari. Temuan ini mengindikasikan adanyaparadoks antara pemahaman lingkungan yang tinggi dengan realitas perilaku mahasiswa dilingkungan kampus.
Identifikasi Potensi Akumulasi Air Menggunakan Topographic Wetness Index sebagai Informasi Pendukung Mitigasi Longsor di Desa Peron, Kendal Fauzi Helmi Romadhon; Fauzan Febriyanto; Deffa Maulidan; Halfidz Defrians Krisnanda; Akbar Rasya Pramudian; Abdul Jabbar; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan air yang terakumulasi pada lereng merupakan salah satu faktor yang dapatmenurunkan kestabilan tanah dan meningkatkan potensi terjadinya longsor. Desa Peron,Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal merupakan wilayah perbukitan yang memilikiriwayat kejadian longsor, namun informasi mengenai indikasi potensi akumulasi airberdasarkan karakteristik topografi di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuanmenganalisis distribusi spasial indikasi potensi akumulasi air menggunakan pendekatanTopographic Wetness Index (TWI) berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai informasiawal dalam mendukung mitigasi longsor. Data yang digunakan berupa Digital ElevationModel Nasional (DEMNAS) yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8 melalui tahapanperhitungan kemiringan lereng, arah aliran, akumulasi aliran, dan nilai TWI. Hasil analisismenunjukkan bahwa nilai TWI di Desa Peron berada pada rentang -0,09975 hingga 20,7743dengan enam kelas kelembapan topografis. Wilayah dengan nilai TWI tinggi menunjukkanindikasi kecenderungan akumulasi air yang lebih besar berdasarkan kondisi topografi,sedangkan nilai TWI rendah menunjukkan kecenderungan drainase yang lebih baik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa TWI dapat memberikan indikasi spasial mengenaikecenderungan potensi akumulasi air, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai informasipendukung dalam mitigasi longsor. Hasil ini tidak menunjukkan kondisi akumulasi air aktual,sehingga diperlukan validasi lapangan dan integrasi dengan faktor pengontrol longsor lainnyauntuk menghasilkan informasi yang lebih komprehensif.