Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Perawat Pelaksana Dengan Metode WISN Di Instalasi Rawat Inap RSUD Porsea Tahun 2026 Dewi Juliana Saragih; Irawani Sinaga; Tatin Wahyanto; Liharnita Saragih; Sondang Sidabutar; Peterson Y Silaen
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.614

Abstract

Beban kerja perawat yang tinggi dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Peningkatan jumlah pasien yang ditangani perawat berisiko meningkatkan stres kerja dan menurunkan efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga perawat menggunakan metode Workload Indicator Staff Need (WISN) di Instalasi Rawat Inap RSUD Porsea. Penelitian menggunakan desain observasional kualitatif dengan analisis data kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien dan waktu produktif tenaga keperawatan, kemudian digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga perawat dengan metode Douglass dan WISN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat berada pada kategori sedang sebesar 76,9%, dengan jumlah 21 perawat pelaksana. Waktu kerja tersedia sebesar 118.931,4 menit per tahun. Kegiatan keperawatan terdiri atas kegiatan langsung, tidak langsung, pribadi, dan nonproduktif. Standar beban kerja dan standar kelonggaran sebesar 0,183 juga telah diperoleh. Rumah sakit disarankan menyesuaikan tugas perawat dengan SOP serta mengurangi kegiatan nonkeperawatan.
Analisis Medical Check-Up Terhadap Kinerja Air Traffic Controller (ATC) Dalam Pelayanan Lalu Lintas Udara Di Airnav Medan Elisabeth O Siboro; Wilda F Siahaan; Sondang Sidabutar; Yunardi; Tatin Wahyanto; Peterson Y Silaen; Liharnita S
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.672

Abstract

Air Traffic Controller (ATC) dituntut memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental prima mengingat tanggung jawabnya terhadap keselamatan penerbangan. Survei awal di Kantor AirNav Cabang Medan menemukan bahwa dari pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) dua tahunan tahun 2026, terdapat 21 personel dengan hasil bermasalah pada trigliserida, kolesterol, dan glukosa, termasuk kasus kronis yang berulang di setiap periode pemeriksaan. Kondisi ini berisiko menyebabkan personel dinyatakan unfit sehingga tidak dapat bertugas, memicu kekurangan personel yang berdampak pada kinerja ATC sesuai kerangka Fatigue Risk Management System (FRMS). Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis pelaksanaan MCU serta pengaruhnya terhadap kinerja dan keselamatan operasional ATC, melalui wawancara mendalam terhadap Manager Operasi, Supervisor ATC, dan Dokter Perusahaan, dianalisis menggunakan teori kinerja James L. Gibson. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan MCU telah sesuai regulasi kesehatan penerbangan (Permenhub RI No. 7 Tahun 2025 dan CASR Part 67) dan berfungsi efektif sebagai safety barrier dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan yang berisiko memicu human error. MCU disimpulkan bukan sekadar formalitas regulasi, melainkan instrumen strategis manajemen SDM yang berkontribusi langsung terhadap keselamatan dan produktivitas pelayanan lalu lintas udara.