Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi “Remaja Keren Tanpa Korupsi” sebagai Edukasi Antikorupsi bagi Murid Kelas VIII SMP Negeri 14 Samarinda Ahmad Hilmy Khoirulloh; Nirmala Nirmala; Melani Buaq; Salsabila Amelia Putri; Sherly Sherly; Alicia Frety Angel Potu; Elvira Febriyanti; Isabella Claudia Febrianti; Zulfianty Azizah Putri; Zaky Zaidan Akmal Wahyudi; Arsenia Kelara Thalar; Muhammad Arya Dwiki Ressa Adriani; Fachrissal Fachrissal
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1200

Abstract

Korupsi masih menjadi masalah mendasar di Indonesia, dan pendidikan antikorupsi sejak usia remaja dinilai penting untuk membentuk karakter jujur dan berintegritas. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi antikorupsi kepada murid kelas VIII SMP Negeri 14 Samarinda melalui sosialisasi bertema "Remaja Keren Tanpa Korupsi". Kegiatan dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 dan diikuti oleh 21 murid kelas VIII, dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PLP 52 Kelompok 65 FKIP Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta studi kasus mengenai perilaku koruptif yang dekat dengan keseharian murid, seperti mencontek, memalsukan tanda tangan, dan penyalahgunaan uang kas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa murid mampu mengidentifikasi berbagai bentuk perilaku koruptif di lingkungan sekolah dan mulai memahami bahwa tindakan tidak jujur tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, melainkan juga kebiasaan kecil sehari-hari. Murid juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam sesi diskusi dan analisis studi kasus, serta mulai menginternalisasi nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian. Namun, kegiatan ini belum dilengkapi dengan pre-test dan post-test sehingga hasil yang diperoleh bersifat deskriptif-kualitatif. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.