Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan dan Desain Prototype Aplikasi Emodiary sebagai Media Pencatatan Emosi Harian Celine Haris; Giska Aswadinah; Zahwa Aisyah; Zulfianty Azizah Putri; Aulia Afifah; Chusnul Khatimah; Yunita Takarina; Muhammad Nabil; Muhammad Saputra; Muhammad Abqary
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i2.3283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mendesain prototype aplikasi Emodiary sebagai media pencatatan emosi harian. Penelitian menggunakan pendekatan perancangan prototype, meliputi analisis kebutuhan dan pengembangan desain antarmuka menggunakan Figma hingga menghasilkan high-fidelity prototype. Hasil perancangan menunjukkan antarmuka yang intuitif dengan fitur utama seperti mood tracking, mood calender, diary digital, chatbot, dan rekomendasi aktivitas positif. Desain dibuat dengan mempertimbangkan prinsip User Interface (UI) dan User Experience (UX) sehingga tampilan konsisten, sederhana, dan mudah digunakan. Prototype ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan aplikasi fungsional pada penelitian selanjutnya untuk mendukung kesadaran emosional dan kesehatan mental pengguna. ‘Metode perancangan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan pengguna, analisis permasalahan, dan pemetaan alur interaksi untuk memastikan setiap fitur mampu menjawab kebutuhan pencatatan emosi secara praktis. Tahap desain meliputi pembuatan wireframe, pemilihan elemen visual, hingga pengujian tampilan melalui high-fidelity prototype. Setiap komponen diuji dari segi keterbacaan, kemudahan navigasi, serta konsistensi desain untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Hasil akhir prototype menggambarkan struktur aplikasi yang lebih jelas, alur penggunaan yang sistematis, dan representasi visual yang dapat digunakan sebagai acuan implementasi pengembangan aplikasi sebenarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan prototype mampu membantu menghasilkan desain aplikasi yang terarah dan dapat divalidasi sejak tahap awal. Rancangan ini memberikan gambaran menyeluruh terkait interaksi pengguna dengan fitur utama, sehingga memudahkan pengembang untuk melanjutkan tahap implementasi teknis pada penelitian berikutnya.
Sosialisasi “Remaja Keren Tanpa Korupsi” sebagai Edukasi Antikorupsi bagi Murid Kelas VIII SMP Negeri 14 Samarinda Ahmad Hilmy Khoirulloh; Nirmala Nirmala; Melani Buaq; Salsabila Amelia Putri; Sherly Sherly; Alicia Frety Angel Potu; Elvira Febriyanti; Isabella Claudia Febrianti; Zulfianty Azizah Putri; Zaky Zaidan Akmal Wahyudi; Arsenia Kelara Thalar; Muhammad Arya Dwiki Ressa Adriani; Fachrissal Fachrissal
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1200

Abstract

Korupsi masih menjadi masalah mendasar di Indonesia, dan pendidikan antikorupsi sejak usia remaja dinilai penting untuk membentuk karakter jujur dan berintegritas. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi antikorupsi kepada murid kelas VIII SMP Negeri 14 Samarinda melalui sosialisasi bertema "Remaja Keren Tanpa Korupsi". Kegiatan dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 dan diikuti oleh 21 murid kelas VIII, dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PLP 52 Kelompok 65 FKIP Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta studi kasus mengenai perilaku koruptif yang dekat dengan keseharian murid, seperti mencontek, memalsukan tanda tangan, dan penyalahgunaan uang kas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa murid mampu mengidentifikasi berbagai bentuk perilaku koruptif di lingkungan sekolah dan mulai memahami bahwa tindakan tidak jujur tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, melainkan juga kebiasaan kecil sehari-hari. Murid juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam sesi diskusi dan analisis studi kasus, serta mulai menginternalisasi nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian. Namun, kegiatan ini belum dilengkapi dengan pre-test dan post-test sehingga hasil yang diperoleh bersifat deskriptif-kualitatif. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.