Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Sosialisasi “Remaja Keren Tanpa Korupsi” sebagai Edukasi Antikorupsi bagi Murid Kelas VIII SMP Negeri 14 Samarinda

Ahmad Hilmy Khoirulloh (Universitas Mulawarman)
Nirmala Nirmala (Universitas Mulawarman)
Melani Buaq (Universitas Mulawarman)
Salsabila Amelia Putri (Universitas Mulawarman)
Sherly Sherly (Universitas Mulawarman)
Alicia Frety Angel Potu (Universitas Mulawarman)
Elvira Febriyanti (Universitas Mulawarman)
Isabella Claudia Febrianti (Universitas Mulawarman)
Zulfianty Azizah Putri (Universitas Mulawarman)
Zaky Zaidan Akmal Wahyudi (Universitas Mulawarman)
Arsenia Kelara Thalar (Universitas Mulawarman)
Muhammad Arya Dwiki Ressa Adriani (Universitas Mulawarman)
Fachrissal Fachrissal (SMP Negeri 14 Samarinda)



Article Info

Publish Date
23 Sep 2026

Abstract

Korupsi masih menjadi masalah mendasar di Indonesia, dan pendidikan antikorupsi sejak usia remaja dinilai penting untuk membentuk karakter jujur dan berintegritas. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi antikorupsi kepada murid kelas VIII SMP Negeri 14 Samarinda melalui sosialisasi bertema "Remaja Keren Tanpa Korupsi". Kegiatan dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 dan diikuti oleh 21 murid kelas VIII, dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PLP 52 Kelompok 65 FKIP Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta studi kasus mengenai perilaku koruptif yang dekat dengan keseharian murid, seperti mencontek, memalsukan tanda tangan, dan penyalahgunaan uang kas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa murid mampu mengidentifikasi berbagai bentuk perilaku koruptif di lingkungan sekolah dan mulai memahami bahwa tindakan tidak jujur tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, melainkan juga kebiasaan kecil sehari-hari. Murid juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam sesi diskusi dan analisis studi kasus, serta mulai menginternalisasi nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian. Namun, kegiatan ini belum dilengkapi dengan pre-test dan post-test sehingga hasil yang diperoleh bersifat deskriptif-kualitatif. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.

Copyrights © 2026