Penelitian ini bertujuan mengukur dampak aktual program penyuluhan pertanian terhadap produktivitas hasil panen jagung serta menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan di Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara. Penyuluhan pertanian merupakan instrumen pemberdayaan yang strategis, namun kesenjangan antara efektivitas program dan adopsi teknologi oleh petani di tingkat lapang menjadi isu yang belum sepenuhnya terpecahkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 78 petani jagung sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert (1 sampai 5) dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana, korelasi Spearman, serta pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penyuluhan dinilai sangat efektif oleh petani dengan rata-rata skor 4,65 dari skala 5. Namun, dampak aktual terhadap adopsi teknologi baru masih sangat rendah (rata-rata 0,97 dan 1,14), sedangkan penerapan teknik budidaya yang disarankan penyuluh mendapat respons positif dengan skor 4,55 dan 4,45. Secara keseluruhan, rata-rata produktivitas kerja petani berada pada kategori cukup baik (2,78). Analisis regresi menunjukkan kontribusi penyuluhan sebesar 27,1% (R2 = 0,271) terhadap produktivitas, dengan korelasi positif yang signifikan (r = 0,520; p = 0,002). Tingkat kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluhan mencapai 93,0%, sedangkan kepuasan terhadap luaran program hanya 55,5%, sehingga menghasilkan indeks kepuasan gabungan sebesar 74,3% (kategori puas). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan tidak secara otomatis berimbas pada adopsi teknologi akibat kendala struktural, sehingga diperlukan pendekatan penyuluhan yang lebih terpadu dan responsif terhadap kondisi lokal.