Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Penyuluhan Pertanian terhadap Produktivitas Jagung dan Kepuasan Petani di Gorontalo Utara Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Merita Ayu Indrianti; Aditya Djaini; Sasta Juliyana Utina
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 5 (2026): Proceeding SEMARTANI 5
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v5i5.934

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dampak aktual program penyuluhan pertanian terhadap produktivitas hasil panen jagung serta menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan di Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara. Penyuluhan pertanian merupakan instrumen pemberdayaan yang strategis, namun kesenjangan antara efektivitas program dan adopsi teknologi oleh petani di tingkat lapang menjadi isu yang belum sepenuhnya terpecahkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 78 petani jagung sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert (1 sampai 5) dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana, korelasi Spearman, serta pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penyuluhan dinilai sangat efektif oleh petani dengan rata-rata skor 4,65 dari skala 5. Namun, dampak aktual terhadap adopsi teknologi baru masih sangat rendah (rata-rata 0,97 dan 1,14), sedangkan penerapan teknik budidaya yang disarankan penyuluh mendapat respons positif dengan skor 4,55 dan 4,45. Secara keseluruhan, rata-rata produktivitas kerja petani berada pada kategori cukup baik (2,78). Analisis regresi menunjukkan kontribusi penyuluhan sebesar 27,1% (R2 = 0,271) terhadap produktivitas, dengan korelasi positif yang signifikan (r = 0,520; p = 0,002). Tingkat kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluhan mencapai 93,0%, sedangkan kepuasan terhadap luaran program hanya 55,5%, sehingga menghasilkan indeks kepuasan gabungan sebesar 74,3% (kategori puas). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan tidak secara otomatis berimbas pada adopsi teknologi akibat kendala struktural, sehingga diperlukan pendekatan penyuluhan yang lebih terpadu dan responsif terhadap kondisi lokal.