Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Efisiensi Teknis Usahatani Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Abdul Rahman Gani; Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Meity Melani Mokoginta; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.647

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi dan gizi tinggi yang menunjukkan pertumbuhan produksi sangat signifikan di Kabupaten Gorontalo, namun kajian kuantitatif tentang faktor-faktor produksi dan efisiensi teknisnya belum pernah dilakukan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan dan parsial faktor-faktor produksi serta mengkaji tingkat efisiensi teknis usahatani kacang panjang di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Survei kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 86 petani melalui pendekatan total sampling (sensus). Analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan Ordinary Least Square (OLS) melalui perangkat lunak EViews 10. Seluruh uji asumsi klasik terpenuhi: normalitas (Jarque-Bera: JB=3,596; p=0,166), bebas multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh nyata (F=14,207; p<0,001; R2=54,60%). Secara parsial, luas lahan (beta=0,341; p=0,002), benih (beta=0,241; p=0,024), dan pupuk (beta=0,315; p=0,045) berpengaruh nyata pada taraf alpha=5%, sedangkan tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh nyata. Total elastisitas sebesar 1,009 mengindikasikan constant return to scale (CRS) pada level sistem produksi keseluruhan, sementara seluruh faktor produksi secara parsial berada pada kondisi decreasing return to scale (DRS). Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi penggunaan input melalui optimalisasi lahan, peningkatan kualitas benih unggul bersertifikat, dan penerapan pemupukan berimbang sebagai prioritas program penyuluhan pertanian di Kabupaten Gorontalo.  
Karakteristik Sosial Ekonomi, Struktur Biaya Produksi, Dan Kontribusi Pendapatan Usahatani Padi Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Yuyan Mahmud; Moh Muchlis Djibran; Aditya Djaini; Yusriyah Atikah Gobel; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tiga dimensi yang saling berkaitan dalam usahatani padi di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, yaitu: (1) karakteristik sosial ekonomi petani padi sawah dan padi ladang; (2) struktur biaya produksi serta efisiensi penggunaan input pada kedua sistem usahatani; dan (3) kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap kesejahteraan rumah tangga petani yang diukur melalui perbandingan terhadap garis kemiskinan, Upah Minimum Kabupaten (UMK), dan rata-rata pengeluaran rumah tangga berdasarkan publikasi BPS. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei terhadap 64 responden, terdiri atas 43 petani padi sawah (simple random sampling, rumus Slovin α=15%) dan 21 petani padi ladang (sampling jenuh). Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS Kabupaten Bone Bolango dan Dinas Pertanian setempat. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan formula standar usahatani (TC, TR, π, dan R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur petani 53 tahun, dengan pendidikan dominan SMA (36 persen) dan pengalaman berusahatani 10–30 tahun pada seluruh responden. Biaya tenaga kerja mendominasi struktur biaya variabel pada kedua sistem, yaitu 67,1 persen pada padi sawah dan 65,1 persen pada padi ladang. Pendapatan bersih per musim tanam mencapai Rp 3.907.744 untuk padi sawah dan Rp 3.003.523 untuk padi ladang, dengan R/C Ratio masing-masing 1,48 dan 1,59. Setelah dikonversi ke basis bulanan, pendapatan usahatani padi hanya mencapai 21,5 persen dan 16,5 persen UMK Bone Bolango, serta 52,2 persen dan 40,1 persen pengeluaran rumah tangga rata-rata. Temuan ini mengindikasikan bahwa usahatani padi belum mampu menjadi sumber pendapatan tunggal yang memadai, sehingga diversifikasi pendapatan non-farm menjadi strategi yang esensial bagi rumah tangga petani.
Huyula Sebagai Modal Sosial Pada Usahatani Tomat: Persepsi Petani Terhadap Efisiensi Waktu Dan Biaya Di Kecamatan Limboto, Gorontalo Jumriaty Maleba; Moh Muchlis Djibran; Meity Melani Mokoginta; Yusriyah Atikah Gobel; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.703

Abstract

Kearifan lokal Huyula merupakan praktik gotong royong khas masyarakat Gorontalo yang diimplementasikan dalam sistem pertanian komunal, termasuk usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani tomat terhadap kontribusi Huyula dalam meningkatkan efisiensi waktu (X1), efisiensi biaya (X2), dan produktivitas usahatani (Y) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 48 petani tomat di tiga desa sampel: Bolihuangga, Hunggaluwa, dan Tenilo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert lima poin dengan 15 item pernyataan (5 item per variabel, skor total teoritis 5-25). Analisis deskriptif kategoris menggunakan interval kelas empat poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor efisiensi waktu berada pada rentang 21-25 (Sangat Tinggi), efisiensi biaya pada 17-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi), dan persepsi produktivitas pada 18-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi). Ketiga variabel secara konsisten menunjukkan persepsi positif terhadap manfaat Huyula. Data sekunder produksi tomat 2019-2022 menunjukkan pola fluktuasi signifikan: 3.212 kuintal (2019) turun 57% menjadi 1.394 kuintal (2020) akibat pandemi COVID-19, kemudian pulih ke 1.569 kuintal (2021) dan 3.109 kuintal (2022). Temuan ini mengkonfirmasi Huyula sebagai modal sosial produktif yang efektif sebagai mekanisme efisiensi tenaga kerja kolektif dan buffer ketahanan produksi. Penelitian merekomendasikan integrasi Huyula secara formal dalam program penyuluhan pertanian berbasis komunitas di Gorontalo.