Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Efisiensi Teknis Usahatani Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Abdul Rahman Gani; Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Meity Melani Mokoginta; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.647

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi dan gizi tinggi yang menunjukkan pertumbuhan produksi sangat signifikan di Kabupaten Gorontalo, namun kajian kuantitatif tentang faktor-faktor produksi dan efisiensi teknisnya belum pernah dilakukan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan dan parsial faktor-faktor produksi serta mengkaji tingkat efisiensi teknis usahatani kacang panjang di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Survei kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 86 petani melalui pendekatan total sampling (sensus). Analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan Ordinary Least Square (OLS) melalui perangkat lunak EViews 10. Seluruh uji asumsi klasik terpenuhi: normalitas (Jarque-Bera: JB=3,596; p=0,166), bebas multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh nyata (F=14,207; p<0,001; R2=54,60%). Secara parsial, luas lahan (beta=0,341; p=0,002), benih (beta=0,241; p=0,024), dan pupuk (beta=0,315; p=0,045) berpengaruh nyata pada taraf alpha=5%, sedangkan tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh nyata. Total elastisitas sebesar 1,009 mengindikasikan constant return to scale (CRS) pada level sistem produksi keseluruhan, sementara seluruh faktor produksi secara parsial berada pada kondisi decreasing return to scale (DRS). Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi penggunaan input melalui optimalisasi lahan, peningkatan kualitas benih unggul bersertifikat, dan penerapan pemupukan berimbang sebagai prioritas program penyuluhan pertanian di Kabupaten Gorontalo.  
Karakteristik Sosial Ekonomi, Struktur Biaya Produksi, Dan Kontribusi Pendapatan Usahatani Padi Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Yuyan Mahmud; Moh Muchlis Djibran; Aditya Djaini; Yusriyah Atikah Gobel; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tiga dimensi yang saling berkaitan dalam usahatani padi di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, yaitu: (1) karakteristik sosial ekonomi petani padi sawah dan padi ladang; (2) struktur biaya produksi serta efisiensi penggunaan input pada kedua sistem usahatani; dan (3) kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap kesejahteraan rumah tangga petani yang diukur melalui perbandingan terhadap garis kemiskinan, Upah Minimum Kabupaten (UMK), dan rata-rata pengeluaran rumah tangga berdasarkan publikasi BPS. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei terhadap 64 responden, terdiri atas 43 petani padi sawah (simple random sampling, rumus Slovin α=15%) dan 21 petani padi ladang (sampling jenuh). Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS Kabupaten Bone Bolango dan Dinas Pertanian setempat. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan formula standar usahatani (TC, TR, π, dan R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur petani 53 tahun, dengan pendidikan dominan SMA (36 persen) dan pengalaman berusahatani 10–30 tahun pada seluruh responden. Biaya tenaga kerja mendominasi struktur biaya variabel pada kedua sistem, yaitu 67,1 persen pada padi sawah dan 65,1 persen pada padi ladang. Pendapatan bersih per musim tanam mencapai Rp 3.907.744 untuk padi sawah dan Rp 3.003.523 untuk padi ladang, dengan R/C Ratio masing-masing 1,48 dan 1,59. Setelah dikonversi ke basis bulanan, pendapatan usahatani padi hanya mencapai 21,5 persen dan 16,5 persen UMK Bone Bolango, serta 52,2 persen dan 40,1 persen pengeluaran rumah tangga rata-rata. Temuan ini mengindikasikan bahwa usahatani padi belum mampu menjadi sumber pendapatan tunggal yang memadai, sehingga diversifikasi pendapatan non-farm menjadi strategi yang esensial bagi rumah tangga petani.
Huyula Sebagai Modal Sosial Pada Usahatani Tomat: Persepsi Petani Terhadap Efisiensi Waktu Dan Biaya Di Kecamatan Limboto, Gorontalo Jumriaty Maleba; Moh Muchlis Djibran; Meity Melani Mokoginta; Yusriyah Atikah Gobel; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.703

Abstract

Kearifan lokal Huyula merupakan praktik gotong royong khas masyarakat Gorontalo yang diimplementasikan dalam sistem pertanian komunal, termasuk usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani tomat terhadap kontribusi Huyula dalam meningkatkan efisiensi waktu (X1), efisiensi biaya (X2), dan produktivitas usahatani (Y) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 48 petani tomat di tiga desa sampel: Bolihuangga, Hunggaluwa, dan Tenilo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert lima poin dengan 15 item pernyataan (5 item per variabel, skor total teoritis 5-25). Analisis deskriptif kategoris menggunakan interval kelas empat poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor efisiensi waktu berada pada rentang 21-25 (Sangat Tinggi), efisiensi biaya pada 17-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi), dan persepsi produktivitas pada 18-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi). Ketiga variabel secara konsisten menunjukkan persepsi positif terhadap manfaat Huyula. Data sekunder produksi tomat 2019-2022 menunjukkan pola fluktuasi signifikan: 3.212 kuintal (2019) turun 57% menjadi 1.394 kuintal (2020) akibat pandemi COVID-19, kemudian pulih ke 1.569 kuintal (2021) dan 3.109 kuintal (2022). Temuan ini mengkonfirmasi Huyula sebagai modal sosial produktif yang efektif sebagai mekanisme efisiensi tenaga kerja kolektif dan buffer ketahanan produksi. Penelitian merekomendasikan integrasi Huyula secara formal dalam program penyuluhan pertanian berbasis komunitas di Gorontalo.
Mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja melalui Edukasi dan Partisipasi Karang Taruna di Desa Pentadio Timur Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Meity M Mokoginta; Sitti Magfirah Makmur; Hardiyanti Umar; Memy Restiani Ishak; Risman Bakari Bahu; Zulkarnain Djakaria; Devi Yulianti Tobuhu; Ririn R. Luawo; Sri Nova Indriani Puneli; Noer Mayang Kaluku
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.250

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, sosial, dan masa depan generasi muda. Faktor utama yang mendorong meningkatnya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda adalah kurangnya edukasi dan kesadaran mengenai bahaya yang terkait dengan narkoba. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi remaja dengan pemahaman menyeluruh tentang berbagai klasifikasi narkoba, dampak buruk penggunaan narkoba terhadap kesejahteraan fisik dan mental, dan potensi konsekuensi hukum yang mungkin timbul. Pendekatan yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi yang meliputi pemaparan dari dosen, pakar hukum, dan perwakilan Karang Taruna Provinsi Gorontalo. Hasil yang diperoleh dari upaya pengabdian masyarakat ini secara efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan remaja mengenai bahaya yang terkait dengan kecanduan narkoba. Sebagian besar peserta menyadari pentingnya kegiatan ini dan termotivasi untuk tidak melakukan penyalahgunaan narkoba di masa depan. Untuk melindungi generasi muda dari bahaya penggunaan narkoba, kegiatan serupa harus terus dilakukan dalam memberikan edukasi dan menumbuhkan ketahanan generasi muda terhadap narkoba.
Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Moh Muchlis Djibran; Merita Ayu Indrianti; Aditya Djaini; Yuyan Mahmud; Halima Harun; Rizal Susanto Laiko; Laswin Ahmad; Suriyani Mayang; Wirna Angio; Iwan Yunus; Ahmad Tamrin; Asna Kasim Mohamad
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sosialisasi dan pendampingan dengan sertifikasi halal. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Tahap pertama melibatkan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya, yang disampaikan oleh penyuluh Agama Islam. Selanjutnya, dilakukan diskusi interaktif untuk menjawab pertanyaan dan mengatasi keraguan pelaku UMKM mengenai proses sertifikasi. Tahap terakhir adalah pendampingan intensif, di mana para pelaku UMKM diberikan bantuan teknis dalam menyiapkan dokumen, memahami prosedur, dan memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal dan proses yang harus ditempuh. Kesimpulannya, sosialisasi dan pendampingan yang terstruktur dan intensif efektif dalam membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal, meningkatkan daya saing mereka, dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan akademisi dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Minyak Kelapa Pada UMKM Helco Melati Menggunakan Pendekatan SWOT Retmi Ismail; Merita Ayu Indrianti; Aditya Djaini; Moh Muchlis Djibran
Agri Wiralodra Vol. 18 No. 01 (2026): usaha agribisnis
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v18i01.124

Abstract

Minyak kelapa, sebagai produk agribisnis yang memiliki potensi ekonomi signifikan, memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, terutama di daerah Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha minyak kelapa pada UMKM Helco Melati di Desa Huidu, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menggunakan pendekatan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari pihak internal UMKM dan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah efisiensi proses produksi (skor 0,73) dan reputasi yang baik di pasar (skor 0,45), sementara kelemahan adalah keterbatasan teknologi dan bahan baku. Peluang besar terletak pada tren pasar yang mengarah pada produk organik dan pemanfaatan platform digital untuk pemasaran (skor 0,67), serta efektivitas dukungan pemerintah terhadap UMKM (skor 0,67). Ancaman utama adalah fluktuasi harga bahan baku (skor 0,67) dan persaingan pasar yang semakin ketat (skor 0,89).
Dukungan Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Usaha Penangkaran Benih Kelapa Di Kabupaten Gorontalo Wawan Moh. R. Dien; Merita Ayu Indrianti; Moh Muchlis Djibran; Dewa Oka Suparwata
Agri Wiralodra Vol. 18 No. 01 (2026): usaha agribisnis
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v18i01.155

Abstract

Pengembangan usaha penangkaran benih kelapa di Kabupaten Gorontalo memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian, khususnya dalam penyediaan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan usaha penangkaran benih kelapa di daerah tersebut serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatori, yang menggabungkan data deskriptif dan analisis hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengusaha penangkar benih kelapa dan pejabat pemerintah, serta studi dokumentasi terkait kebijakan dan regulasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Kabupaten Gorontalo telah memberikan dukungan signifikan melalui regulasi yang jelas dan program-program strategis. Namun, implementasi kebijakan ini terkendala oleh keterbatasan anggaran, rendahnya minat generasi muda dalam usaha penangkaran, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya benih unggul di kalangan petani. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan alokasi anggaran, perbaikan dalam sistem pelatihan, serta insentif yang lebih menarik untuk mendorong partisipasi petani muda dalam usaha penangkaran benih kelapa. Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, Penangkaran Benih Kelapa, Gorontalo, Tantangan, Kebijakan Pertanian, Benih Unggul
Paradoks Efisiensi Input: Dominansi Biaya Tenaga Kerja dan Profitabilitas Usahatani Jagung di Kabupaten Gorontalo Dwinanda Bakari; Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Dewa Oka Suparwata
Agri Wiralodra Vol. 18 No. 01 (2026): usaha agribisnis
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v18i01.183

Abstract

ABSTRACT Maize (Zea mays L.) is a globally strategic commodity and a critical source of income for millions of smallholder farmers in Indonesia, yet persistent income gaps reflect inefficiencies in production factor utilization. This study aims to: (1) analyze the factors partially and simultaneously affecting net corn farm income in Bukit Aren Village, Pulubala District, Gorontalo Regency; and (2) assess the income level and financial feasibility of corn farming in the study area. A quantitative approach with Ordinary Least Squares (OLS) multiple linear regression was applied to 42 respondents selected proportionally from 35 farmer groups using the Slovin formula (margin of error = 15%). Complete classical assumption tests normality (Kolmogorov-Smirnov), heteroscedasticity (Scatterplot), autocorrelation (Durbin-Watson), and multicollinearity (VIF) were conducted to validate the OLS estimators. Financial feasibility was assessed using the Revenue-to-Cost (R/C) ratio. Results show that simultaneously, production volume, labor costs, fertilizer costs, and pesticide costs significantly affect net income (F = 14.828; p = 0.000). Partially, only labor costs exhibit a significant positive effect (β = 0.472; p = 0.000), while production volume (p = 0.717), fertilizer costs (p = 0.339), and pesticide costs (p = 0.477) were not significant. The coefficient of determination (R² = 0.616) indicates that 61.6% of income variation is explained by the model. The R/C ratio of 6.7 confirms highly profitable farming, with average productivity of 9.57 tons/ha far exceeding the national average of 5.5–5.7 tons/ha. These findings underscore labor force optimization through mechanization and site-specific balanced fertilization as priority interventions for improving smallholder welfare in Pulubala District Keywords: Corn Farming Income; Financial Feasibility; Labor Costs; Multiple Linear Regression; Production Factors; R/C Ratio ABSTRAK Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas strategis di tingkat global dan nasional serta sumber pendapatan bagi jutaan petani skala kecil di Indonesia, namun kesenjangan pendapatan yang persisten mencerminkan inefisiensi dalam penggunaan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap pendapatan bersih usahatani jagung di Desa Bukit Aren, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo; dan (2) menilai tingkat pendapatan serta kelayakan finansial usahatani jagung di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda Ordinary Least Squares (OLS) diterapkan pada 42 responden yang dipilih secara proporsional dari 35 kelompok tani menggunakan rumus Slovin (margin of error = 15%). Uji asumsi klasik lengkap normalitas (Kolmogorov-Smirnov), heteroskedastisitas (Scatterplot), autokorelasi (Durbin-Watson), dan multikolinearitas (VIF) dilakukan untuk memvalidasi estimator OLS. Kelayakan finansial dinilai menggunakan rasio Revenue-to-Cost (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, jumlah produksi, biaya tenaga kerja, biaya pupuk, dan biaya pestisida berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bersih (F = 14,828; p = 0,000). Secara parsial, hanya biaya tenaga kerja yang menunjukkan pengaruh signifikan positif (β = 0,472; p = 0,000), sedangkan jumlah produksi (p = 0,717), biaya pupuk (p = 0,339), dan biaya pestisida (p = 0,477) tidak signifikan. Koefisien determinasi (R² = 0,616) mengindikasikan bahwa 61,6% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model. Nilai R/C ratio sebesar 6,7 mengonfirmasi usahatani yang sangat menguntungkan, dengan produktivitas rata-rata 9,57 ton/ha yang jauh melampaui rata-rata nasional 5,5–5,7 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi tenaga kerja melalui mekanisasi dan pemupukan berimbang berbasis lokasi spesifik merupakan intervensi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan petani skala kecil di Kecamatan Pulubala. Kata Kunci: Biaya Tenaga Kerja; Faktor Produksi; Kelayakan Finansial; Pendapatan Usahatani Jagung; R/C Ratio; Regresi Linear Berganda
Studi komparasi Kelayakan Ekonomi Usahatani Padi Sawah dan Padi Ladang di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Yuyan Mahmud; Yusriyah Atikah Gobel; Moh Muchlis DJibran; Aditya Djaini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/zmeyex15

Abstract

Penelitian ini mengkaji komparasi efisiensi ekonomi dan kelayakan finansial petani pada usahatani padi sawah dan padi ladang di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi trade-off antara efisiensi biaya (R/C Ratio) dan pendapatan nominal yang diterima petani dari kedua sistem tersebut. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 64 petani, terdiri dari 43 petani padi sawah (simple random sampling) dan 21 petani padi ladang (sampling jenuh). Hasil analisis menunjukkan fenomena menarik yakni secara efisiensi modal, usahatani padi ladang justru lebih unggul dengan R/C Ratio 1,59 dibandingkan padi sawah sebesar 1,48, namun dari sisi nominal pendapatan bersih, padi sawah memberikan hasil yang signifikan lebih tinggi sebesar Rp 3.907.744 per musim tanam, dibandingkan padi ladang yang memperoleh Rp 3.003.523. Temuan ini mengindikasikan bahwa keunggulan pendapatan nominal padi sawah tidak diimbangi oleh efisiensi rasio biaya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi teknologi hemat biaya pada padi sawah untuk meningkatkan efisiensi, serta perbaikan manajemen risiko iklim bagi petani padi ladang. This study examines the comparative economic efficiency and financial feasibility of irrigated and rainfed rice farming systems in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency. The objective is to evaluate the cost structure, revenue, net income, and economic feasibility of switching between farming systems. Data were collected through a survey of 64 farmers, comprising 43 irrigated rice farmers selected via simple random sampling and 21 rainfed rice farmers selected via saturated sampling. The analysis reveals an interesting phenomenon: in terms of capital efficiency, rainfed rice farming is actually superior with an R/C Ratio of 1.59 compared to 1.48 for irrigated rice farming. However, in terms of nominal net income, irrigated rice farming yields significantly higher returns of IDR 3,907,744 per planting season, compared to rainfed rice farming which generates IDR 3,003,523. The Incremental B/C Ratio of 3.21 confirms that transitioning from rainfed to irrigated rice is economically feasible. These findings indicate that the higher nominal income of irrigated rice farming is not matched by its cost efficiency ratio. This study recommends the implementation of cost-saving technology interventions in irrigated rice farming to enhance efficiency, as well as irrigation infrastructure support for farmers currently dependent on rainfed rice farming.
Enhancing Farmer Capacity Through Socialization and Training on Biosaka Elicitor Production in Telaga Biru District, Gorontalo Regency Merita Ayu Indrianti; Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Aditya Djaini
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1199

Abstract

This community service activity aims to improve the capacity of farmers through socialization and training in the production of Biosaka elicitors in Telaga Biru District, Gorontalo Regency. Biosaka is a natural elicitor produced by the manual crushing of healthy plants in pure water, not fertilizers, hormones, or enzymes, thereby triggering the plant's natural defense response and holistically improving soil health. The activity was carried out on April 26, 2024, at the local Agricultural Extension Center (BPP), involving a group of farmers selected based on their high dependence on synthetic chemical inputs. The methodology of the activity combined interactive lectures, reflective discussions, and hands-on training guided by agricultural extension workers. The results showed that all participants were able to correctly understand the concept of Biosaka and successfully produced the elicitor independently with consistent quality—characterized by visual features (no sedimentation, no foaming, thick and shiny appearance) and an increase in the average Total Dissolved Solids (TDS) value of 250–350 ppm. Beyond the technical aspects, this activity built collective awareness of the importance of reducing dependence on chemical fertilizers and transitioning to sustainable agricultural practices based on local resources. By actively involving farmers and supported by local agricultural extension workers, this activity became the first step towards realizing more independent, environmentally friendly, and equitable agriculture in Telaga Biru District.