Yunita Hapsari
Department of Dermatology, Venereology, and Aesthetics, Faculty of Medicine, University of Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FETAL OUTCOMES IN PREGNANCY-SPECIFIC DERMATOSES : A SYSTEMATIC REVIEW A.A. Gde Duta Putrana Sasmatra; Rika Yolanda Putri; Florensa Putri Wijaya; I Putu Reza Wedangga; Yunita Hapsari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.61144

Abstract

Pregnancy-specific dermatoses merupakan kelompok kelainan kulit yang muncul selama kehamilan dan memiliki tingkat risiko yang berbeda terhadap ibu maupun janin. Beberapa kondisi bersifat relatif jinak, sedangkan pemphigoid gestationis (PG) dan terutama intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP) dapat berhubungan dengan luaran janin dan perinatal yang merugikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pregnancy-specific dermatoses dengan luaran janin melalui pendekatan systematic review. Penelitian disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, Wiley Online Library, dan ScienceDirect. Studi yang diikutsertakan merupakan penelitian kohort observasional pada ibu hamil dengan pregnancy-specific dermatoses yang melaporkan minimal satu luaran janin, neonatal, atau perinatal. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS). Dari 344 artikel yang teridentifikasi, empat studi memenuhi kriteria inklusi dengan kualitas metodologis baik hingga sangat baik (skor NOS 7-9). Studi yang memenuhi kriteria hanya mencakup ICP dan PG. Tiga studi ICP menunjukkan peningkatan risiko persalinan prematur, perawatan NICU, meconium-stained amniotic fluid, serta stillbirth, terutama pada kadar asam empedu ≥100 µmol/L. Sebaliknya, satu studi PG tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan luaran neonatal yang buruk. ICP merupakan dermatosis yang paling konsisten berhubungan dengan luaran perinatal yang merugikan, sehingga deteksi dini dan pemantauan kadar asam empedu penting dilakukan.
CLINICAL EFFECTIVENESS AND MATERNAL–FETAL OUTCOMES OF SYSTEMIC CORTICOSTEROID THERAPY IN PREGNANCY-RELATED DERMATOSES : A SYSTEMATIC REVIEW Irenezka Maghfira Putri Dimulyo; Rafila Inatsania; Nazriel Ilham Adhyaksa; Yunita Hapsari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.61156

Abstract

Dermatosis terkait kehamilan merupakan kelompok kelainan kulit yang berkaitan dengan perubahan imunologis, hormonal, dan metabolik selama kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan pruritus berat, lesi kulit inflamasi, serta memengaruhi kualitas hidup ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas klinis penggunaan kortikosteroid sistemik pada ibu hamil dengan dermatosis terkait kehamilan serta mengevaluasi luaran maternal dan neonatal yang berkaitan dengan terapi tersebut. Penelitian ini merupakan systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang diikutsertakan merupakan penelitian asli full-text berbahasa Indonesia atau Inggris dalam 10 tahun terakhir yang membahas penggunaan kortikosteroid sistemik pada dermatosis terkait kehamilan. Sebanyak 10 studi, terdiri atas 9 case report dan 1 studi retrospektif, memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Dermatosis yang paling banyak dilaporkan adalah pemphigoid gestationis. Kortikosteroid yang paling sering digunakan adalah prednison, prednisolon, dan metilprednisolon. Terapi umumnya memberikan respons klinis yang baik berupa perbaikan lesi kulit, penurunan inflamasi, berkurangnya pruritus, dan remisi klinis. Luaran maternal dan neonatal sebagian besar baik, meskipun beberapa studi melaporkan preeklamsia, oligohidramnion, flare postpartum, persalinan prematur, intrauterine growth restriction, lesi kulit neonatal, dan stillbirth pada kasus berat. Kortikosteroid sistemik efektif untuk dermatosis terkait kehamilan dengan manifestasi sedang hingga berat, namun pemantauan maternal dan neonatal tetap diperlukan.