Meningkatnya penyakit kronis degeneratif juga menjadi faktor yang mempengaruhi penggunaan obat tradisional, karena pengobatan pada umumnya sangat lama, sehingga masyarakat memilih alternatif pengobatan yang lebih murah dari segi biaya dan diyakini lebih aman dari pada obat kimia. penelitian ini mengkaji tradisi dan persepsi masyarakat terhadap pengobatan patah tulang ke tukang urut di Kecamatan Loa Janan, Kota Samarinda Seberang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam keyakinan dan persepsi masyarakat, khususnya melalui komponen Health Belief Model (HBM): kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak dan efikasi diri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan desain penelitian studi fenomenologi yang menggunakan metode purposive sampling dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 2 orang informan utama, 3 orang informan pendukung. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih pengobatan tradisional karena didorong oleh faktor psikologis, seperti ketakutan akan prosedur medis invasif yaitu operasi dan jarum suntik. Persepsi penyembuhan yang lebih cepat dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan pengobatan konvesional. Pengalaman keluarga dengan kegagalan medis atau komplikasi, serta tradisi budaya dan testimoni dari mulut ke mulut memperkuat prefensi ini. Hambatan terhadap perawatan medis modern meliputi kerumitan, proses lambat dan biaya tinggi seringkali berkaitan dengan kepercayaan spiritual dan keyakinan pada keterampilan turun-temurun. Pemilihan pengobatan sangan dipengaruhi olek faktor psikologis, sosial-budaya, dan ekonomi, didorong oleh keyakinan kuat akan efektivitas serta untuk menghindari risiko ketidaknyaman medis.