Nazma Hayulista Tri Handayani
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CASE REPORT ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA USIA 12 BULAN DENGAN GANGGUAN PERTUMBUHAN DI PMB “S” BURNEH BANGKALAN Nazma Hayulista Tri Handayani; Sri Wayanti; Esyuananik; Deasy Irawati
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): September: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i3.418

Abstract

Masa balita, khususnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Gangguan pertumbuhan pada balita, seperti underweight dan stunting, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan dengan prevalensi underweight sebesar 13,5% (SSGI, 2024). Case report ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada balita usia 12 bulan dengan gangguan pertumbuhan di PMB “S” Burneh Bangkalan. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan manajemen kebidanan pada An. S usia 12 bulan dengan jenis kelamin perempuan di PMB “S” Burneh, Bangkalan. Asuhan yang diberikan meliputi pengkajian subjektif, objektif, analisa, serta penatalaksanaan. Keunikan kasus ini terletak pada penggunaan intervensi nonfarmakologis berupa pijat Tui Na yang dikombinasikan dengan edukasi kepada orang tua pemberian MPASI. Pengkajian ini dilakukan selama bulan Juni hingga Juli 2026 dengan intervensi kurang lebih 2 minggu. Balita usia 12 bulan dengan berat badan 5,8 kg menunjukkan berat badan sangat kurang dan balita usia 12 bulan dengan panjang badan 60 cm menunjukkan panjang badan sangat pendek merupakan balita dengan kategori gangguan pertumbuhan yang dilihat dari grafik berat badan dan panjang badan menurut usia pada buku KIA. Pemberian PMT berupa puding susu yang diberikan selama 1 minggu dengan 1 puding perhari, suplemen penambah nafsu makan, dan pijat Tui Na selama 30 menit, 3–4 kali dalam seminggu, terbukti dapat meningkatkan nafsu makan melalui stimulasi saraf vagus dan memperbaiki fungsi pencernaan, sehingga mendukung perbaikan status gizi. Selain itu, memberikan edukasi terhadap pemenuhan gizi yang tepat serta pola asuh yang benar bagi balita usia 12 bulan. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan yang semula 2 kali menjadi 3 kali makan perhari, perbaikan berat badan hingga 0,4 kilogram, serta keterlibatan aktif keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Laporan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan keluarga dan terapi komplementer dalam penanganan gangguan pertumbuhan balita, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi kebidanan yang efektif dan berkelanjutan.