Sri Wayanti
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CASE REPORT ASUHAN KEBIDANAN MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DI PMB SAYANG IBU KLAMPIS BANGKALAN Ardelia Zaien; Sri Wayanti; Rodiyatun; Siti Anisak
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): September: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i3.417

Abstract

Di trimester ketiga kehamilan, berbagai perubahan pada tubuh seperti pergeseran struktur tulang, mekanisme gerak, serta fluktuasi hormon kerap memicu rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu. Beberapa keluhan yang paling sering muncul antara lain sakit di area punggung bawah, frekuensi buang air kecil yang meningkat, serta sulit memejamkan mata. Ketidaknyamanan ini muncul seiring dengan membesarnya rahim, bertambahnya bobot tubuh, berubahnya titik keseimbangan, dan pengaruh hormon relaksin yang membuat beban pada ruas tulang belakang bagian bawah semakin berat. Dampaknya, rasa sakit bisa menghambat rutinitas harian, mengganggu pola istirahat, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Untuk meredakan keluhan tersebut, pendekatan non-obat dinilai lebih aman, praktis, dan mujarab. Studi kasus ini bermaksud menggambarkan secara utuh proses perawatan kebidanan yang diberikan kepada seorang ibu hamil multigravida di usia kehamilan 35 minggu, yang mengeluhkan sakit pinggang, sering kencing, dan tidur tidak nyenyak, di tempat praktik mandiri Bidan Sayang Ibu, Klampis, Bangkalan. Pendekatan yang diterapkan ialah studi kasus dengan menggunakan kerangka manajemen kebidanan, mulai dari tahap pengumpulan data, analisis, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan, hingga penilaian akhir. Data diperoleh lewat wawancara, pemeriksaan jasmani, evaluasi kehamilan, serta tes pendukung. Berdasarkan hasil pengkajian diperoleh bahwa Ny. M berusia 24 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 35 minggu, mengalami nyeri pinggang dengan intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebesar 6, disertai keluhan sering berkemih pada malam hari dan gangguan tidur. Asuhan kebidanan yang diberikan berupa kombinasi intervensi nonfarmakologis meliputi kompres hangat, massage effleurage, prenatal yoga, edukasi body mechanics, penggunaan korset lumbal (maternity support belt), pengaturan asupan cairan, posisi istirahat miring ke kiri, penerapan sleep hygiene, serta aromaterapi lavender. Evaluasi dilakukan melalui tiga kali kunjungan. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari NRS 6 pada kunjungan pertama menjadi NRS 3 pada kunjungan kedua dan NRS 2 pada kunjungan ketiga, disertai berkurangnya frekuensi berkemih pada malam hari, meningkatnya kualitas tidur, serta meningkatnya kenyamanan ibu dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hasil asuhan kebidanan menunjukkan bahwa efektif menurunkan intensitas nyeri pinggang fisiologis pada ibu hamil trimester III. Asuhan kebidanan yang diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan mampu meningkatkan kenyamanan ibu, memperbaiki kualitas tidur, serta membantu ibu beradaptasi dengan perubahan fisiologis selama kehamilan.
CASE REPORT ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA USIA 12 BULAN DENGAN GANGGUAN PERTUMBUHAN DI PMB “S” BURNEH BANGKALAN Nazma Hayulista Tri Handayani; Sri Wayanti; Esyuananik; Deasy Irawati
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): September: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i3.418

Abstract

Masa balita, khususnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Gangguan pertumbuhan pada balita, seperti underweight dan stunting, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan dengan prevalensi underweight sebesar 13,5% (SSGI, 2024). Case report ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada balita usia 12 bulan dengan gangguan pertumbuhan di PMB “S” Burneh Bangkalan. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan manajemen kebidanan pada An. S usia 12 bulan dengan jenis kelamin perempuan di PMB “S” Burneh, Bangkalan. Asuhan yang diberikan meliputi pengkajian subjektif, objektif, analisa, serta penatalaksanaan. Keunikan kasus ini terletak pada penggunaan intervensi nonfarmakologis berupa pijat Tui Na yang dikombinasikan dengan edukasi kepada orang tua pemberian MPASI. Pengkajian ini dilakukan selama bulan Juni hingga Juli 2026 dengan intervensi kurang lebih 2 minggu. Balita usia 12 bulan dengan berat badan 5,8 kg menunjukkan berat badan sangat kurang dan balita usia 12 bulan dengan panjang badan 60 cm menunjukkan panjang badan sangat pendek merupakan balita dengan kategori gangguan pertumbuhan yang dilihat dari grafik berat badan dan panjang badan menurut usia pada buku KIA. Pemberian PMT berupa puding susu yang diberikan selama 1 minggu dengan 1 puding perhari, suplemen penambah nafsu makan, dan pijat Tui Na selama 30 menit, 3–4 kali dalam seminggu, terbukti dapat meningkatkan nafsu makan melalui stimulasi saraf vagus dan memperbaiki fungsi pencernaan, sehingga mendukung perbaikan status gizi. Selain itu, memberikan edukasi terhadap pemenuhan gizi yang tepat serta pola asuh yang benar bagi balita usia 12 bulan. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan yang semula 2 kali menjadi 3 kali makan perhari, perbaikan berat badan hingga 0,4 kilogram, serta keterlibatan aktif keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Laporan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan keluarga dan terapi komplementer dalam penanganan gangguan pertumbuhan balita, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi kebidanan yang efektif dan berkelanjutan.
CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II DENGAN KURANG ENERGI KRONIS DI PMB A BILAPORAH Zilal Sabitah Roja; Suryaningsih; Sri Wayanti; Esyuananik
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): September: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i3.419

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi persoalan gizi yang cukup serius karena berpotensi menimbulkan risiko seperti komplikasi pada ibu maupun janin, seperti anemia, persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan gangguan pertumbuhan janin. Ibu primigravida memiliki risiko mengalami KEK akibat kurangnya pengalaman dalam memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan serta belum optimalnya pengetahuan mengenai pola makan seimbang. Oleh karena itu laporan kasus ini dibuat untuk memberikan gambaran utuh mengenai pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester II yang mengalami KEK di PMB A Bilaporah. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan menggunakan pendokumentasian SOAP. Subjek laporan kasus adalah Ny. M, primigravida trimester II dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm yang menunjukkan status Kurang Energi Kronis (KEK). Informasi dan data dikumpulkan melalui tiga kali kunjungan ke rumah pasien, dengan melakukan wawancara, pengukuran antropometri, pemeriksaan fisik dan paboratorium, serta pendokumentasian. Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. M, G1P0A0 usia kehamilan 24–27 minggu selama tiga kali kunjungan. Pada kunjungan pertama, kondisi ibu tergolong baik, tetapi berdasarkan hasil pengukuran LILA sebesar 22 cm, ibu mengalami KEK. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai KEK, pemenuhan gizi seimbang sesuai Pedoman Isi Piringku, kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian makanan tambahan (PMT), anjuran konsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS), edukasi mengenai ketidaknyamanan dan tanda bahaya kehamilan, serta anjuran melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin. Pada kunjungan kedua, ibu mengeluhkan mudah lelah setelah beraktivitas, tetapi telah rutin mengonsumsi PMT dan MMS serta menerapkan pola makan bergizi seimbang. Pada kunjungan ketiga, keluhan telah mereda, berat badan meningkat dari 50 kg menjadi 51,7 kg, kadar hemoglobin meningkat dari 11,9 g/dL menjadi 12,7 g/dL, dan pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan. Asuhan kebidanan yang telah diberikan dapat meningkatkan status kesehatan ibu selama kehamilan. Namun, status Kurang Energi Kronis (KEK) belum teratasi karena hasil pengukuran LILA tetap 22 cm, sehingga diperlukan pemantauan gizi secara berkelanjutan guna mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin yang optimal.