Tanah Ultisol umumnya dicirikan oleh kesuburan yang rendah, kandungan bahan organikyang terbatas, reaksi tanah yang masam, serta tingkat kejenuhan aluminium (Al) dan besi (Fe)yang relatif tinggi. Pada kondisi masam, oksida Al dan Fe memiliki dominasi muatan positifyang lebih besar sehingga meningkatkan kemampuan tanah dalam mengadsorpsi fosfor (P).Tingginya adsorpsi P tersebut menyebabkan ketersediaan fosfor bagi tanaman menjaditerbatas. Suatu upaya menurunkan jerapan P tanah dan meningkatkan P terpanen tanamanyaitu intensifikasi lahan dan pemupukan baik secara organik maupun anorganik. Tujuanpenelitian ini adalah menganalisis pengaruh olah tanah dan pemupukan terhadap jerapanfosfor, jumlah fosfor terpanen dan korelasi antara jerapan fosfor dengan fosfor terpanentanaman edamame. Penelitian ini mengimplementasikan Rancangan Acak Kelompok (RAK)faktorial dengan dua perlakuan: olah tanah minim (T0) dan olah tanah intensif (T1), serta duajenis pemupukan: tanpa pupuk (P0) dan kombinasi pupuk NPK 200 kg ha⁻¹ serta pupukkandang ayam 1 Mg ha⁻¹ (P1). Setiap perlakuan diulang empat kali. Masing-masing dariperlakuan diulang empat kali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimummampu menurunkan jerapan maksimum P (Xmax), namun tidak berpengaruh nyata terhadapP-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame. Sedangkan, pemberian pupuk NPK 200kg ha-1 dan pupuk kandang ayam 1000 kg ha-1 mampu menurunkan jerapan maksimum P(Xmax) dan berpengaruh nyata terhadap P-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame.Selain itu, jerapan maksimum P (Xmax) menunjukkan korelasi negatif terhadap P-tersedia danP-potensial.