p-Index From 2021 - 2026
1.503
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Nur Afni Afrianti
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP DISTRIBUSI AGREGAT TANAH DALAM PERTANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA TANAH ULTISOL Ricky Dwi Subandi; Afandi Afandi; Nur Afni Afrianti; Irwan Sukri Banuwa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah terhadap distribusi agregat tanah, pengaruh pemupukan nitrogen terhadap distribusi agregat tanah, dan interaksi keduanya terhadap distribusi agregat tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) disusun secara faktorial dengan  2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu sistem olah tanah yang meliputi olah tanah intensif (T1), olah tanah minimum (T2) dan tanpa olah tanah (T3). Faktor kedua yaitu pemupukan nitrogen dosis urea 0 kg ha-1 (N0) dan 50 kg dosis urea ha-1 (N2). Variabel pengamatan meliputi persentase distribusi agregat, C- organik, dan data produksi kacang hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase distribusi agregat tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa olah tanah (T3) dan produksi kacang hijau tertinggi pada perlakuan pemupukan nitrogen dosis nrea 50 kg ha-1 (N2). Tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen terhadap C- organik serta distribusi agregat tanah.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR BATANG SINGKONG DAN PEMUPUKAN P TERHADAP SERAPAN HARA N DAN K PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Septian Aswiguna; Sarno Sarno; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6109

Abstract

Biochar merupakan arang hitam hasil proses pemanasan biomassa pada keadaan oksigen terbatas atau tanpa oksigen.  Penambahan biochar diketahui mampu meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapannya oleh tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap serapan hara N dan K pada tanaman jagung.  Batang singkong merupakan limbah pertanian yang banyak belum termanfaatkan dengan baik oleh petani di Lampung.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung.  Penelitian dirancang dengan rancangan faktorial (2 x 3) yaitu Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKTL) dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah biochar (B) (B0= 0 ton ha-1; B1= 2,5 ton ha-1; dan B2= 5 ton ha-1). Faktor kedua adalah pemupukan P (P0 = 0 kg P2O5 ha-1; P1= 36 kg P2O5 ha-1 dan P2 = 72 kg P2O5 ha-1).  Pembuatan biochar dilakukan di  Balai Penelitian Tanah Taman Bogo Lampung Timur menggunakan alat Adam Retort Kiln. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar batang singkong dapat meningkatkan serapan hara N pada tanaman jagung, pemupukan P dapat meningkatkan serapan hara N dan K pada tanaman jagung, dan tidak terdapat interaksi pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap peningkatkan serapan hara pada tanaman jagung.
PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH PADA PROFIL TANAH AKIBAT PENERAPAN SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN N JANGKA PANJANG PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KEBUN PERCOBAAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Nurulia Fadillah; Muhajir Utomo; Nur Afni Afrianti; Sarno Sarno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6465

Abstract

Tanah merupakan salah satu media tempat tumbuh tanaman yang harus diperhatikan agar terhindar dari kerusakan yang dapat menurunkan kualitas tanah. Pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas tanah. Olah tanah intensif (OTI) dapat memicu terjadinya erosi yang mengakibatkan penurunan kualitas tanah. Upaya untuk mengurangi dampak olah tanah intensif adalah dengan penerapan olah tanah konservasi (OTK). Penerapan OTK dan pemupukan N dapat meningkatkan ketersediaan hara N yang merupakan unsur hara makro tanah sehingga penerapannya dapat tinggi meningkatkan kualitas tanah. Olah tanah konservasi (OTK) dapat menjaga bahan organik tetap tinggi di dalam tanah dan stabilitas agregat tanah dapat dipertahankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemupukan N terhadap perubahan sifat-sifat kimia tanah. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila dari bulan Maret-Juli 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T0= tanpa olah tanah dan T1 = olah tanah intensif. Faktor kedua adalah perlakuan pupuk nitrogen (N) yaitu N0 = 0 kg N ha-1 dan N2 = 200 kg N ha-1  sehingga diperoleh empat kombinasi perlakuan  dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa olah tanah dapat mempengaruhi sifat-sifat kimia tanah yaitu mampu meningkatkan C-organik tanah, pH tanah, KTK tanah, Kadar K dan Ca, sedangkan pemupukan N dapat menurunkan pH tanah.
PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9 Azzah Alfia; Septi Nurul Aini Septi Nurul Aini; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin; Astriana Rahmi Setiawati; Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12042

Abstract

Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.
KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA ULTISOL AKIBAT MASA BERA PADA SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG (TAHUN TANAM KE-37) irene zaqyah; Nur Afni Afrianti; Roby Fernandi; Hery Novpriansyah; Sri Yusnaini; Rusdi Evizal; Tandaditya Ariefandra Airlangga; Hafiz Luthfi; Suprianto; Kresna Shifa Usodri
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12044

Abstract

Praktik pengolahan tanah dan pemupukan jangka panjang merupakan bagian kegiatan budidaya tanaman yang mempengaruhi secara langsung kesuburan tanah. Pemilihan tidak tepat metode praktik dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah, akibat penipisan kandungan bahan organik tanah, erosi, atau akibat leaching dan memicu terjadinya degradasi tanah. Masa bera adalah fase istirahat tanah yang bertujuan untuk peningkatan dan pemulihan kesuburan tanah secara alami. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji karakteristik beberapa sifat kimia Ultisol akibat masa bera pada sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen jangka panjang (tahun tanam ke-37). Tempat pelaksanaan penelitian adalah lahan percobaan tanpa olah tanah jangka panjang Polinela dan Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila. Penelitian dirancang dengan RAK 2 faktor dan 4 ulangan yaitu praktik olah tanah jangka panjang (T1 = olah tanah intensif, T2 = olah tanah minimum, dan T3 = tanpa olah tanah) dan pemupukan N jangka panjang (N0 = tanpa pupuk N dan N2 = pemupukan N 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa bera mampu meningkatkan pH tanah dan C-organik untuk semua perlakuan. Masa bera meningkatkan KTK tanah pada perlakuan pemupukan N jangka panjang. Praktik olah tanah dan pemupukan N jangka panjang sebagai faktor tunggal memberikan pengaruh signifikan terhadap pH tanah setelah masa bera dengan nilai pH tanah tertinggi pada perlakuan OTI dan pemupukan N jangka panjang.
PENGARUH APLIKASI ASAM HUMAT DAN DOSIS PUPUK P TERHADAP P TERSEDIA TANAH DAN P TERPANEN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) PADA TANAH ULTISOL Ragil Saputra; Kuswanta Futas Hidayat; Nur Afni Afrianti; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12064

Abstract

Permintaan kacang tanah terus meningkat, namun produksinya mengalami penurunan. Lahan yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi kacang tanah.Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki ketersediaan P yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan P pada tanah Ultisol adalah dengan penambahan asam humat sebagai bahan pembenah tanah serta pemupukan P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asam humat dan pupuk P serta interaksi antar keduanya terhadap P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah pada tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan polibag dan merupakan merupakan penelitian lapang. Penelitian ini menggunakan rancanganperlakuan pola faktorial 2x5 dalam Rancangan Acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan sebagai kelompok. Faktor pertama merupakan pemberian asam humat dengan 2 taraf yaitu tanpa asam humat (H0) dan dengan asam humat (H1) pada dosis 30 kgha-¹ (0,075 g polibag-¹). Faktor kedua adalah dosis pupuk P yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 0 kg ha-¹ (P0),50 kg ha-¹ (P1), 100 kg ha-¹ (P2), 150 kg ha-¹ (P3), 200 kg ha-¹ (P4).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) Aplikasi asam humat dapat meningkatkan Ptersedia tanah secara kuadratik dan P terpanen tanaman brangkasan kacang tanah secara linier.(2) Aplikasi pupuk P dapatmeningkatkan P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah secara linier.(3) Terdapat pengaruh interaksi secara linier antara aplikasi asam humat dan dosis pupuk P tertinggi pada dosis 200 kg ha-1 terhadap P tersedia tanah.
PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERTUKARAN KALIUM TANAH ULTISOL DAN KALIUM TERPANEN OLEH TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA MUSIM TANAM KESEMBILAN Septi Nurul Aini; Mutiara Prihandini; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin; Astriana Rahmi Setiawati; Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 14, FEBRUARI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i1.12410

Abstract

Tanah Ultisol umumnya memiliki kesuburan rendah, terutama kandungan kalium yang terbatas. Sistem olah tanah dan pemupukan dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, termasuk hara K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pertukaran kalium dan kalium terpanen akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan pada tanah Ultisol musim tanam kesembilan. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial 2 × 2 dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah sistem olah tanah, yaitu olah tanah minimum (T1) dan olah tanah intensif (T2). Faktor kedua adalah pemupukan, meliputi setengah dosis (P0) dan dosis penuh (P1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh nyata meningkatkan parameter Q/I kalium (CRK0, ΔK0, dan KG), dan K terpanen pada tanaman jagung. Terdapat interaksi pada perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh terhadap parameter Q/I kalium. Terdapat korelasi positif antara KTK dengan serapan K jagung dan K-dd dengan produksi jagung.
PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERILAKU JERAPAN FOSFOR DAN FOSFOR TERPANEN PADA PERTANAMAN EDAMAME (Glycine max L. Merril) DI TANAH ULTISOL GEDUNG MENENG PADA MUSIM TANAM KESEPULUH Amalia Hayati; Septi Nurul Aini; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL. 14, MEI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i2.12990

Abstract

Tanah Ultisol umumnya dicirikan oleh kesuburan yang rendah, kandungan bahan organikyang terbatas, reaksi tanah yang masam, serta tingkat kejenuhan aluminium (Al) dan besi (Fe)yang relatif tinggi. Pada kondisi masam, oksida Al dan Fe memiliki dominasi muatan positifyang lebih besar sehingga meningkatkan kemampuan tanah dalam mengadsorpsi fosfor (P).Tingginya adsorpsi P tersebut menyebabkan ketersediaan fosfor bagi tanaman menjaditerbatas. Suatu upaya menurunkan jerapan P tanah dan meningkatkan P terpanen tanamanyaitu intensifikasi lahan dan pemupukan baik secara organik maupun anorganik. Tujuanpenelitian ini adalah menganalisis pengaruh olah tanah dan pemupukan terhadap jerapanfosfor, jumlah fosfor terpanen dan korelasi antara jerapan fosfor dengan fosfor terpanentanaman edamame. Penelitian ini mengimplementasikan Rancangan Acak Kelompok (RAK)faktorial dengan dua perlakuan: olah tanah minim (T0) dan olah tanah intensif (T1), serta duajenis pemupukan: tanpa pupuk (P0) dan kombinasi pupuk NPK 200 kg ha⁻¹ serta pupukkandang ayam 1 Mg ha⁻¹ (P1). Setiap perlakuan diulang empat kali. Masing-masing dariperlakuan diulang empat kali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimummampu menurunkan jerapan maksimum P (Xmax), namun tidak berpengaruh nyata terhadapP-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame. Sedangkan, pemberian pupuk NPK 200kg ha-1 dan pupuk kandang ayam 1000 kg ha-1 mampu menurunkan jerapan maksimum P(Xmax) dan berpengaruh nyata terhadap P-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame.Selain itu, jerapan maksimum P (Xmax) menunjukkan korelasi negatif terhadap P-tersedia danP-potensial.