p-Index From 2021 - 2026
1.152
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Supriatin Supriatin
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PUPUK ORGANONITROFOS, PUPUK NPK DAN KOMBINASINYATERHADAP POPULASI, PRODUKSI, DAN HARA TERANGKUT C, N, P TANAMAN TEBU (Saccharum Officinarum L.) RATOON2 DI TANAH ULTISOL GEDUNG MENENG Akbar Hamzah; Jamalam Lumbanraja; Supriatin Supriatin; Sarno Sarno; Riajeng Hanum Amalia; Catur Putra Satgada; Eldineri Zulkarnain; Tegar Rafshodi Awang; Wiwik Agustina
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5626

Abstract

Peningkatan produksi tebu banyak terkendala seperti rendahnya bahan organik dan hara makro N, P, K, Ca, dan Mg di tanah ultisol.  Karena di tanah ultisol kandungan kadar Al3+ yang cukup tinggi, dan kejenuhan basa yang rendah.  Penambahan pupuk organonitrofos dan anorganik merupakan salah satu cara untuk mengatasi hal ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk organonitrofos dan pupuk NPK terhadap produksi, populasi, dan hara terangkut dan hara terangkut tanaman tebu ratoon 2, dan korelasi antara N-total tanah dan P-tersedia tanah dengan N dan P yang diserap oleh tanaman tebu ratoon 2.  Penelitian ini terdiri  5 perlakuan dan 3 ulangan, disusun dalam Rancangan Acak kelompok (RAK).  Perlakuan terdiri dari: A. 100% NPK (300 kg ha-1 urea, 150 kg ha-1 TSP, 300 kg ha-1 KCl), B. 100% organonitofos (10.000 kg ha-1 organonitrofos), C. 100% NPK + 50% organonitrofos (300 kg ha-1 urea, 150 kg ha-1 TSP, 300 kg ha-1 KCl, 5000 kg ha-1 organonitrofos), D.50% NPK + 100% organonitrofos (150 kg ha-1 urea,  75 kg ha-1 TSP, 150 kg ha-1 KCl, 10.000 kg ha-1 organonitrofos), dan  E. tanpa pemupukan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk anorganik NPK, pupuk organonitrofos dan kombinasi berpengaruh nyata terhadap produksi dan hara terangkut C, N, P tanaman tebu ratoon 2, namun tidak berpengaruh nyata terhadap populasi tanaman tebu ratoon 2. Pemberian 100% NPK, 50% NPK + 100% organonitrofos 100% NPK +50% organonitrofos dan memberikan produksi dan hara terangkut C, N, P tanaman tebu yang tidak berbeda nyata, namun nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan 100% organonitrofos dan tanpa pemupukan. Korelasi positif  N-total tanah dan P-tersedia dengan N dan P yang diserap oleh tanaman tebu ratoon 2, sehingga kandungan N-total tanah dan P-tersedia tanah menentukan jumlah N dan P yang dapat diserap oleh tanaman tebu ratoon 2.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR BATANG SINGKONG DAN PEMUPUKAN P TERHADAP SERAPAN HARA N DAN K PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Septian Aswiguna; Sarno Sarno; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6109

Abstract

Biochar merupakan arang hitam hasil proses pemanasan biomassa pada keadaan oksigen terbatas atau tanpa oksigen.  Penambahan biochar diketahui mampu meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapannya oleh tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap serapan hara N dan K pada tanaman jagung.  Batang singkong merupakan limbah pertanian yang banyak belum termanfaatkan dengan baik oleh petani di Lampung.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung.  Penelitian dirancang dengan rancangan faktorial (2 x 3) yaitu Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKTL) dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah biochar (B) (B0= 0 ton ha-1; B1= 2,5 ton ha-1; dan B2= 5 ton ha-1). Faktor kedua adalah pemupukan P (P0 = 0 kg P2O5 ha-1; P1= 36 kg P2O5 ha-1 dan P2 = 72 kg P2O5 ha-1).  Pembuatan biochar dilakukan di  Balai Penelitian Tanah Taman Bogo Lampung Timur menggunakan alat Adam Retort Kiln. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar batang singkong dapat meningkatkan serapan hara N pada tanaman jagung, pemupukan P dapat meningkatkan serapan hara N dan K pada tanaman jagung, dan tidak terdapat interaksi pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap peningkatkan serapan hara pada tanaman jagung.
PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9 Azzah Alfia; Septi Nurul Aini Septi Nurul Aini; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin; Astriana Rahmi Setiawati; Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12042

Abstract

Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.
KINETIKA DEKOMPOSISI TANAMAN JAGUNG (BATANG, DAUN, DAN TONGKOL KOSONG) DI PERMUKAAN DAN DI LAPISAN OLAH TANAH) Jessica Amarastha Hayu Panjerratri; Sri Yusnaini; Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja; Supriatin Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12055

Abstract

Pengembalian biomassa tanaman jagung ke lahan menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah sebagai sumber bahan organik. Limbah biomassa tanaman yang dikembalikan ke lahan akan mengalami proses dekomposisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi dan nisbah C/N bagian tanaman jagung (daun, batang dan tongkol kosong) di permukaan dan di lapisan olah tanah (0-20 cm). Penelitian ini dirancang dalam petak terbagi (split plot) yang terdiri dari 6 perlakuan. Petak utama adalah kedalaman tanah (A) yang terdiri dari A1 = permukaan; A2 = lapisan olah tanah (0-20 cm), dan anak petak yang yaitu bagian tanaman jagung (B) yang terdiri dari : B1 = daun; B2 = batang ; B3 = Tongkol Kosong. Tingkat dekomposisi diukur sebagai (k) = ln (X/X0)/t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan bagian tanaman dan kedalaman inkubasi terhadap laju dekomposisi tanaman jagung. Laju dekomposisi bagian daun yang diletakkan pada lapisan olah tanah merupakan interaksi terbaik dibandingkan dengan interaksi perlakuan lainnya. Nisbah C/N bagian tanaman berkorelasi negatif dengan konstata laju dekomposisi dengan nilai r (koefisien korelasi) -0,95.
PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERTUKARAN KALIUM TANAH ULTISOL DAN KALIUM TERPANEN OLEH TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA MUSIM TANAM KESEMBILAN Septi Nurul Aini; Mutiara Prihandini; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin; Astriana Rahmi Setiawati; Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 14, FEBRUARI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i1.12410

Abstract

Tanah Ultisol umumnya memiliki kesuburan rendah, terutama kandungan kalium yang terbatas. Sistem olah tanah dan pemupukan dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, termasuk hara K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pertukaran kalium dan kalium terpanen akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan pada tanah Ultisol musim tanam kesembilan. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial 2 × 2 dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah sistem olah tanah, yaitu olah tanah minimum (T1) dan olah tanah intensif (T2). Faktor kedua adalah pemupukan, meliputi setengah dosis (P0) dan dosis penuh (P1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh nyata meningkatkan parameter Q/I kalium (CRK0, ΔK0, dan KG), dan K terpanen pada tanaman jagung. Terdapat interaksi pada perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh terhadap parameter Q/I kalium. Terdapat korelasi positif antara KTK dengan serapan K jagung dan K-dd dengan produksi jagung.
PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERILAKU JERAPAN FOSFOR DAN FOSFOR TERPANEN PADA PERTANAMAN EDAMAME (Glycine max L. Merril) DI TANAH ULTISOL GEDUNG MENENG PADA MUSIM TANAM KESEPULUH Amalia Hayati; Septi Nurul Aini; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL. 14, MEI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i2.12990

Abstract

Tanah Ultisol umumnya dicirikan oleh kesuburan yang rendah, kandungan bahan organikyang terbatas, reaksi tanah yang masam, serta tingkat kejenuhan aluminium (Al) dan besi (Fe)yang relatif tinggi. Pada kondisi masam, oksida Al dan Fe memiliki dominasi muatan positifyang lebih besar sehingga meningkatkan kemampuan tanah dalam mengadsorpsi fosfor (P).Tingginya adsorpsi P tersebut menyebabkan ketersediaan fosfor bagi tanaman menjaditerbatas. Suatu upaya menurunkan jerapan P tanah dan meningkatkan P terpanen tanamanyaitu intensifikasi lahan dan pemupukan baik secara organik maupun anorganik. Tujuanpenelitian ini adalah menganalisis pengaruh olah tanah dan pemupukan terhadap jerapanfosfor, jumlah fosfor terpanen dan korelasi antara jerapan fosfor dengan fosfor terpanentanaman edamame. Penelitian ini mengimplementasikan Rancangan Acak Kelompok (RAK)faktorial dengan dua perlakuan: olah tanah minim (T0) dan olah tanah intensif (T1), serta duajenis pemupukan: tanpa pupuk (P0) dan kombinasi pupuk NPK 200 kg ha⁻¹ serta pupukkandang ayam 1 Mg ha⁻¹ (P1). Setiap perlakuan diulang empat kali. Masing-masing dariperlakuan diulang empat kali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimummampu menurunkan jerapan maksimum P (Xmax), namun tidak berpengaruh nyata terhadapP-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame. Sedangkan, pemberian pupuk NPK 200kg ha-1 dan pupuk kandang ayam 1000 kg ha-1 mampu menurunkan jerapan maksimum P(Xmax) dan berpengaruh nyata terhadap P-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame.Selain itu, jerapan maksimum P (Xmax) menunjukkan korelasi negatif terhadap P-tersedia danP-potensial.