Beby Sintia Dewi Banteng
Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN RUMAH SAKIT HEWAN BONE BOLANGO DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Marcelino Lamuda; Beby Sintia Dewi Banteng; Apriyanto A Pahrun
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 1 No. 1 (2023): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country rich in biodiversity. It is estimated that about 300,000 species of wildlife, or about 17% of all wildlife in the world, can be found in Indonesia. The country ranks first in terms of mammal wealth with a total of 515 species. The province of gorontalo still has few places specially designed to provide care, treatment, and maintenance of pets with complete facilities still limited. Nowadays, there are only a few puskeswan, veterinary clinics, or veterinary practices. Most of them focus on serving small animals like cats, dogs, rabbits, and so on. Thus, the province of Gorontalo needs a Veterinary Hospital that provides integrated services and complete facilities. Bone Bolango District, as one of the districts in Gorontalo Province, has a strategic geographical position. The region is also characterized by the existence of many empty lands away from populated settlements, as well as having great potential for the development of the animal sector. It seems that the Bone Bolango community has a high interest in raising small animals like dogs and cats.The method used is a descriptive method of analysis, which is a type of research aimed at explaining a symptom, event, or event that occurs at the moment. There are two floors at the Bone Bolango Animal Hospital. The first floor is divided into two, namely an animal health examination room and a clinic and treatment room or salon for pets. Then the other facilities on the second floor are reptile and aves animal care, a library, a practicum lab, a mushola, and an office or office room.The Animal Hospital is located in Bulotalangi Village, Eastern Bulango District, Bone Bolango District. The basic idea of this design itself is taken from the concept of green architecture that creates natural lighting and natural illumination in order to reduce the use of artificial light and artificial lighting.
PENATAAN KEMBALI OBJEK WISATA PANTAI KURENAI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Okrila Djabura; Beby Sintia Dewi Banteng; Frans Mitran Ajami
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 1 No. 1 (2023): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.vi.3

Abstract

The plan aims to arrange the tourist area of Kurenai Beach in Botubarani Village, Kabila Bone district using an Ecological Architecture approach. The tourist area is a place of holiday or recreation from the density of day-to-day activities with fun and enjoyment with facilities and facilities that have been available such as parks, art stage buildings, mushollah, restaurants, children's playgrounds, canteens, gazebo, villa 1 and villa 2. The design of the Kurenai Beach Tourist area with an area of 6 ha aims to arrange sites, structural systems, utility systems, circulation systems and prasarana facilities which are adapted to Ecological Architecture. Ecological architecture is an architectural style that takes care of the surrounding environment of both plants, animals and humans, as well as minimizes the use of energy resources that are not renewable to last longer.
DESAIN PENGEMBANGAN WISATA AIR TERJUN BOTULIODU DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN DENGAN KONSEP EKOLOGI ARSITEKTUR Abd. Rasyid Salim; Beby Sintia Dewi Banteng; Syaifudin Rauf; Ria Selfiyani Bahrun
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 2 No. 1 (2024): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v2i1.7

Abstract

Desa Botuliodu yang terletak di Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dikenal dengan wisata Air Terjun Botuliodu yang strategis dan daya tarik alamnya yang luar biasa. Dengan airnya yang jernih dan panorama hutan yang indah, lokasi ini menarik wisatawan untuk berenang dan menikmati alam serta menawarkan tebing yang cocok untuk panjat tebing, meski dulu pernah populer, kondisi saat ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam aksesibilitas, fasilitas, dan jumlah pengunjung, terutama karena kerusakan jalan dan munculnya destinasi baru di sekitar kawasan tersebut. Fasilitas pendukung seperti area parkir, warung makan, dan toilet kini terbengkalai, dengan lingkungan sekitar yang dipenuhi sampah dan jalan setapak yang curam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, meliputi wawancara terbuka dan observasi lapangan, untuk memahami persepsi dan harapan masyarakat serta konsep ekologi arsitektur dalam desain berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan infrastruktur dan pengelolaan diperlukan untuk menghidupkan kembali daya tarik kawasan ini. desain kawasan yang diusulkan mempertimbangkan keseimbangan antara keindahan alam dan fasilitas wisata, dengan penambahan spot foto, cottage, menara pandang, dan area perkemahan yang selaras dengan alam. Dengan menerapkan konsep ekologi, harapannya kawasan wisata ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan, serta memberikan pengalaman wisata berwawasan lingkungan.
REVITALISASI WISATA PANTAI BOLIHUTUO KECAMATAN BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO Ana Anggriani Darise; Beby Sintia Dewi Banteng; Frans Mitran Ajami
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v3i1.19

Abstract

Pantai Bolihutuo merupakan destinasi unggulan di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, yang memiliki potensi alam dan pesisir yang memikat. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir kawasan ini mengalami penurunan kualitas akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan fasilitas pendukung wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan revitalisasi sarana dan prasarana kawasan wisata serta menganalisis kondisi eksisting kawasan Pantai Bolihutuo guna mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi partisipan dan non-partisipan, wawancara dengan masyarakat dan instansi terkait, serta analisis tapak, ruang, struktur, dan utilitas. Hasil studi menunjukkan bahwa diperlukan perbaikan dan penambahan fasilitas seperti mushola, toilet dan kamar ganti, cottage, gazebo, gedung pengelola, serta jalur evakuasi dan aksesibilitas. Desain kawasan dirancang berdasarkan prinsip zonasi ruang publik dan semi-publik, sirkulasi yang efisien, serta pendekatan ramah lingkungan melalui pemanfaatan vegetasi eksisting. Revitalisasi kawasan wisata ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat peran ekonomi lokal, serta menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing.