Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Aplikasi Pupuk Cair Organik dari Buah dan Sayur Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica) Martha, Giaz Adi; Mustika, Adi; Krisdhianto, Andhi
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v10i1.2995

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi Pupuk Cair Organik (PCO) dari buah dan sayur terhadap pertumbuhan Kangkung (Ipomoea aquatica). Metodenya adalah fermentasi limbah sayur dan buah selama 21 hari menggunakan mikroorganisme efektif (EM4). Dianalisis kandungan unsur hara (N, P, K) dan pH. Variasi perlakuan pada uji efektivitas terdiri dari kontrol tanpa PCO (P0), PCO (20, 40, dan 60 mL/L air sumur). Hasil menunjukkan pH PCO= 3,77 dengan (N, P, K) sebesar 5,6%, sesuai standar Kementerian Pertanian. Uji efektivitas menunjukkan PCO 60 mL/L paling efektif meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah. PCO dari limbah sayur dan buah berpotensi sebagai pupuk ramah lingkungan yang meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus mengurangi dampak limbah organik.
Pengaruh Pupuk Organik Limbah Buah Dan Sayur Terhadap Produktivitas Tanaman Jahe Merah (Zingiber Oficinale var. Rubrum): The Effect of Organic Fertilizer from Fruit and Vegetable Waste on the Productivity of Red Ginger Plants (Zingiber Oficinale var. Rubrum) Inna, Flaviana; Mustika, Adi; Herdianto, Agung; Fahrian, Dimas
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1075

Abstract

Kendala yang dihadapi para petani untuk mengembangkan jahe organik adalah produksi yang rendah dan ukuran rimpang yang kecil sehingga harga jahe merosot drastis serta menurunkan kualitas eksport. Karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai budidaya jahe secara organik dengan memanfaatkan sampah sayuran dan buah dan dicari perlakuan yang tepat sehingga dapat mengatasi masalah tersebut serta dapat meningkatkan produksi jahe organik dan sebagai langkah dalam mengurangi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunanakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. 5 perlakuan tersebut diantaranya kontrol, organik padat 200 mg, organik padat 250 mg, organik cair 250 mL dan organik cair 300 mL. Parameter produktifitas yang di ukur adalah panjang rimpang (cm) dan berat rimpang (gr). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis Oneway (ANOVA) pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap berat rimpang jahe merah yakni pada perlakuan organik 300 ml. Pemberian pupuk organik padat berpengaruh nyata terhadap berat rimpang yakni pada perlakuan organik cair 300 mg memberikan hasil yang paling bagus diikuti dengan pemberian perlakuan 250 mg, namun pemberian pupuk organik padat tidak berpengaruh terhadap panjang rimpang jahe merah.
Tinjauan Eutrofikasi Terhadap Bangunan Irigasi (Studi Kasus Bendung Walahar, Kabupaten Karawang): Eutrophication Review of Irrigation Structures (Case Study of Walahar Dam, Karawang Regency) Mustika, Adi; Utomo, Harjo
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1184

Abstract

Bendung Walahar dibangun untuk mengatur debit Sungai Citarum guna mengairi 87.306 ha sawah di Kabupaten Karawang. Bendung Walahar sendiri membentuk area genangan seluas 15 ha. Sungai Citarum yang mensuplai air ke bendung ini di bagian hulu telah mengalami pencemaran baik dari limbah domestik, industri, maupun limbah pertanian yang kaya unsur hara. Pencemaran oleh bahan-bahan organik tersebut menyebabkan eutrofikasi, yang dapat diindikasikan dengan pertumbuhan fitoplankton dan tumbuhan air seperti eceng gondok (Eichornia crassipes) yang menutupi permukaan genangan di bendung Walahar. Setiap tahun Perum Jasa Tirta II (PJT II) mengangkat 20 ton eceng gondok dari bendung Walahar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran air di bendung Walahar berdasarkan parameter fisika dan kimia kemudian menentukan status mutu air, mengetahui pengaruh eutrofikasi terhadap pertumbuhan eceng gondok, dan untuk mengetahui pengaruh keberadaan eceng gondok terhadap bangunan irigasi. Sebanyak 3 (tiga) sampel air dikumpulkan dari 3 titik sampling yang selanjutnya dianalisis di laboratorium PJT II. Hasil analisis laboratorium dibandingkan dengan Baku Mutu Air (BMA) berdasarkan PP No. 82/2001 tentang pengelolaan kualitas air, kemudian ditentukan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui di titik 1 dan 2, yang berada di bagian hulu bendung Walahar, parameter kualitas air memenuhi BMA, sedangkan di titik 3 yang berada di bendung Walahar parameter BOD melampaui ambang batas BMA. Dari perhitungan Indeks Pencemaran diketahui di titik 1 dan 2 memenuhi BMA sedangkan di titik 3 menunjukkan tercemar ringan. Pencemaran yang berasal dari bahan-bahan organik memberikan nutrisi bagi tumbuhan air eceng gondok yang tumbuh menutupi hampir 20% dari luas area genangan. Penutupan permukaan perairan oleh eceng gondok ini di satu sisi akan meningkatkan laju evapotranspirasi sehingga kehilangan air lebih tinggi dibanding perairan terbuka, di sisi lain keberadaan eceng gondok menyebabkan pendangkalan oleh karena adanya sisa-sisa seresah dari eceng gondok. Pendangkalan tersebut akan menurunkan kapasitas tampungan bendung Walahar dan memperpendek umur fungsi bending.
Kajian Penerapan Eko-Drainase di Perumahan Bumi Mangli Permai Jember : Study of the Implementation of Eco-Drainage in Bumi Mangli Permai Housing, Jember Mustika, Adi; Ayu, Hesti Mewah Indah
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i02.1567

Abstract

Kawasan perumahan Bumi Mangli Permai Jember adalah kawasan pemukiman yang tergolong padat dan dilalui oleh sungai Semangir, sehingga perlu perhatian lebih. Perubahan iklim menyebabkan curah hujan pada tahun-tahun terakhir cenderung meningkat, sehingga debit limpasan air hujan dari kawasan perumahan meningkat. Penerapan drainase berwawasan lingkungan, disebut juga ekodrainase, adalah salah satu upaya mengurangi debit limpasan air hujan dengan meresapkan air hujan ke dalam tanah, misalnya dengan sumur resapan. Ekodrainase juga bermanfaat dalam upaya konservasi air tanah. Berdasarkan hal tersebut, dilakukian kajian penerapan sumur resapan. Lokasi penelitian di perumahan Bumi Mangli Permai Jember. Analisis hidrologi didasarkan dari 3 stasiun hujan yang berdekatan. Analisis hidrolika untuk menghitung debit limpasan air hujan dari kawasan perumahan dan debit sumur resapan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan, didapatkan debit limpasan air hujan dari kawasan perumahan adalah 3,14 m3/detik. Asumsi sumur resapan dibangun di setiap rumah yaitu sejumlah 1780 buah di perumahan tersebut mampu meresapkan air hujan sebesar 0,516 m3/detik. Penerapan sumur resapan air hujan ini dapat mengurangi debit limpasan air hujan sebesar 16,42%.