Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
Universitas Dr. Soetomo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

A Analisa Kerusakan Jalan Metode Bina Marga Serta Pengaruh Terhadap Pengguna Jalan Dan Lingkungan (Studi Kasus: Jalan Wae Racang, Desa Golo Ndaring, Kab. Manggarai Barat, NTT): Analysis of Road Damage Using the Bina Marga Method and the Effect on Road Users and the Environment (Case Study: Jalan Wae Racang, Golo Ndaring Village, West Manggarai Regency, NTT) Oswaldus Kyrie Nggarung; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9982

Abstract

Dengan memperhatikan kondisi jalan Wae Racang yang menggalami kerusakan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kerusakan serta pengaruh terhadap pengguna jalan dan lingkungan. Adapun rumusan masalah ialah menentukan jenis kerusakan dan penanganan infrastruktur jalan yang rusak menggunakan metode Bina Marga serta dampak pengaruh kerusakan jalan terhadap pengguna jalan dan lingkungan. Terdapat 9 jenis kerusakan diataranya, retak kulit buaya, retak acak, retak memanjang, retak melintang, butiran lepas, tambalan, lubang, alur, dan amblas, dengan luas total kerusakan ialah 846,68 m2. Penanganan untuk kerusakan pada permukaan jalan lapis perkerasan lentur dapat menggunakan petunjuk pemeliharaan jalan tahun 1992 Direktorat Jendral Bina Marga. Dampak kerusakan jalan bagi pengguna jalan diperoleh dari empat aspek ialah aspek kenyamanan dengan skor rata-rata 4,50 kriteria penilaian sangat baik, aspek keamanan dengan rata-rata skor 4,44 kriteria penilaian sangat baik, aspek perekonomian dengan rata-rata skor 4,38 kriteria penilaian sangat baik, dan aspek sosial budaya dengan rata-rata skor 4,33 kriteria penilaian sangat baik. Dampak kerusakan jalan bagi lingkungan masyarakat dari berbagai aspek diperoleh aspek kenyamanan dengan skor rata-rata 4,34 kriteria penilaian sangat baik, aspek keamanan dengan rata-rata skor 4,31 kriteria penilaian sangat baik, aspek sosial budaya dengan rata-rata skor 4,04 kriteria penilaian baik, dan perekonomian dengan rata-rata skor 4,03 kriteria penilaian baik.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDY KASUS SIMPANG JALAN VETERAN DAN JALAN MEGANTORO KEC. NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK): PERFORMANCE ANALYSIS OF UNSIGNALED INTERCEPTIONS (CASE STUDY OF THE INTERCEPTION OF JALAN VETERAN AND JALAN MEGANTORO, NGANJUK DISTRICT, NGANJUK DISTRICT) Rochmad Irzad; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.10053

Abstract

Jalan Veteran dan Jalan Megantoro merupakan jalan alternatif menuju area kawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, dan Area Komersil di Kabupaten Nganjuk. Simpang ini sering terjadi masalah dikarenakan tidak adanya rambu ataupun pengendali, serta tidak diterapkannya manajemen lalu lintas pada masing-masing ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kinerja persimpangan, menganalisis kelayakan simpang dan menganalisis kinerja persimpangan 5 tahun kedepan. Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif dengan menghitung dan mengamati volume arus lalu lintas, mengetahui geometri simpang dan hambatan samping yang ada. Penelitian ini menghasilkan jam puncak arus lalu lintas di simpang terjadi pada jam 12:00 – 13:00 WIB. Hasil Survey tersebut dihitung dan dianalisis sesuai dengan metode yang ada pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023(PKJI 2023). Hasil evaluasi diperoleh nilai kapasitas (C) sebesar = 2515 SMP/jam, arus lalu lintas (qTotal) sebesar = 2283 smp/jam, tundaan (T) sebesar = 15,90 detik/SMP, dan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,91 yaitu lebih besar dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85, dapat simpulkan kinerja simpang tersebut kurang baik. Larangan belok kanan untuk jalan minor adalah solusi alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan simpang. Kinerja simpang dengan menggunakan solusi alternatif diperoleh nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,72 lebih kecil dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85. Dapat disimpulkan bahwa kinerja dengan solusi alternatif berkinerja baik. Hasil Analisis kinerja simpang pada 5 tahun kedepan didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,91 yaitu lebih besar dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85, kinerja simpang tersebut pada 5 tahun mendatang dalam kondisi kurang baik.
Analisis Manajemen Konstruksi Proyek Menggunakan Aplikasi E-Kenda (Studi Kasus 3 Proyek Strategi Peningkatan Jalan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2024): Analysis Project Construction Management Using E-Kenda Application (Case Study of 3 Strategic Road Improvement Projects in Sidoarjo Regency in 2024) Case Study of 3 Strategic Road Improvement Projects in Sidoarjo Regency in 2024 Nurlita Ayuningtyas; Wisnu Abiarto; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.10091

Abstract

Aplikasi E-Kenda merupakan suatu pemantauan kegiatan pembangunan dimulai dari perumusan rencana, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan sekaligus suatu piranti lunak untuk memperbaiki kinerja pemerintah kabupaten Sidoarjo; berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sidoarjo Nomor 64 Tahun 2020 tentang RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS ELEKTRONIK DI KABUPATEN SIDOARJO, 2020. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manajemen konstruksi pada 3 Proyek Strategis Peningkatan Jalan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2024 menggunakan aplikasi E-Kenda, Menganalisis kendala yang dihadapi, dan mendeskripsikan manfaat penerapan manajemen konstruksi. Adapun 3 Proyek Strategis Peningkatan Jalan pada Tahun 2024 yang dianalisis yaitu Pekerjaan P embangunan Jalan dan Jembatan Frontage Road Waru – Buduran (Ljt), Peningkatan Jalan Kludan dan Tulangan, dan Peningkatan Jalan Candinegoro – Terungkulon. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data berdasar teori analisis data Miles & Hubbermen (2014). Hasil penelitian bahwa Proyek Peningkatan Jalan Candinegoro-Terungkulon memiliki realisasi pekerjaan dengan nilai 100 %; Proyek Peningkatan Jalan Kludan - Tulangan memiliki realisasi pekerjaan dengan nilai 100 % ; dan Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Frontage Road Waru - Buduran (Ljt) memiliki realisasi pekerjaan dengan nilai 95,67 %. Dari ketiga proyek peningkatan jalan diatas, yang paling baik progress pengerjaannya adalah P royek Peningkatan Jalan Kludan - Tulangan karena selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan. Kendala dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan berb asis E- KENDA yaitu (1) kurangnya koordinasi antar Lembaga yang membuat mis-informasi dengan dinas terkait, dan kurangnya sarana dan prasarana Wi-Fi yang memadai. Manfaat penerapan manajemen konstruksi pada 3 Proyek Strategis Peningkatan Jalan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2024 menggunakan Aplikasi E-Kenda ialah (1) meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan (2) pemanfaatan sumb er daya secara maksimal, dan jumlah operator E-Kenda tidak terlalu banyak.
ANALISIS KINERJA BUNDARAN WARU KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN PKJI 2023: PERFORMANCE ANALYSIS OF THE WARU ROUNDABOUT IN SIDOARJO REGENCY USING PKJI 2023 Riski Hudayana; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10983

Abstract

Bundaran Waru merupakan salah satu persimpangan tak bersinyal dengan bundaran(Roundabout), yang memiliki letak strategis yaitu perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kondisi lalu lintas di Bundaran ini cukup padat, sehingga sering terjadinya kemacetan terutama pada jam-jam sibuk, tujuan penelitian ini untuk menganalisa tingkat kemacetan pada Bundaran Waru dengan menghitung Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian,dan menganalisa karakteristik jalinan lalu lintas (weaving section) dengan menghitung arus jalinan, Rasio Arus Jalinan, Kecepatan Tempuh, Waktu Tempuh, dan Tingkat Pelayanan (Level of Service) setiap segmen yang ada di Bundaran Waru. Penelitian ini menggunakan rumusan dan ketentuan yang terdapat pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Jenis data primernya didapatkan dari hasil pengamatan langsung dilokasi penelitian sedangkan untuk data sekundernya didapatkan dari website instansi terkait. Adapun hasil penelitian ini adalah volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam 17.00-18.00 wib dengan nilai arus lalu lintas sebesar 18.945,1 smp/jam dengan rincian untuk segmen 1 (dari arah Jl. Ahmad Yani ke Jl. Raya Waru dan Jl. Raya Geluran) sebesar 6.834,9 smp/jam, segmen 2 (dari Jl. Raya Waru ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Geluran) 6.371,7 smp/jam, segmen 3 (dari Jl. Raya geluran ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Waru) 5.738,5 smp/jam. Dengan derajat kejenuhan untuk segmen 1 masuk kedalam kategori D dengan nilai 0,89, segmen 2 masuk kedaalam kategori D dengan nilai 0,88, dan untuk segmen 3 masuk kedalam kategori E dengan nilai 0,94. Sedangkan tundaan rata-rata kendaraan yang masuk pada bundaran waru ini sebesar 15,39 det/jam, dan untuk kecepatan tempuh rata-rata bernilai 23,37 km/jam, serta untuk waktu tempuh rata-rata bernilai 24,67 detik. Sehingga tingkat pelayanan bundaran ini masuk kedalam kategori D, hal ini menandakan bahwa arus lalu lintas masih dapat mengalir namun jenuh, dengan kecepatan terbatas serta sering terjadi perlambatan, antrian pendek hingga sedang, dan keterlambatan manuver kendaraan di sekitar bundaran. Upaya untuk meningkatkan kinerja bundaran adalah membuat marka memanjang lajur kiri langsung, pelebaran area jalinan dan pelebaran ruas jalan pendekat, serta untuk jangka panjangnya pembangunan underpass.
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN BUS TRANS JAWA TIMUR JURUSAN TERMINAL PURABAYA – BANGKALAN: PERFORMANCE EVALUATION OF TRANS JAWA TIMUR BUS TRANSPORTATION PURABAYA – BANGKALAN TERMINAL ROUTE Kholifaturrahman; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10989

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jawa Timur Koridor 5 dengan rute Terminal Purabaya – Bangkalan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan sistem transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan sesuai standar regulasi, mengingat tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Surabaya–Madura. Tujuan utama penelitian adalah mengukur dan menilai kinerja operasional bus berdasarkan parameter yang ditetapkan oleh Permenhub No. 10 Tahun 2012, Permenhub No. 98 Tahun 2013, serta indikator dari World Bank. Beberapa aspek yang dianalisis meliputi load factor, frekuensi, headway, kecepatan, jarak tempuh, serta waktu perjalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa load factor rata-rata berada di angka 1,96, yang mencerminkan tingkat keterisian penumpang melebihi kapasitas ideal. Frekuensi layanan rata-rata mencapai 54, sesuai dengan standar World Bank, namun jarak tempuh per bus hanya 90,15 km per hari, jauh di bawah standar 210–260 km. Time headway berada di kisaran 4,86 menit, yang memenuhi standar (10–20 menit), sementara waktu perjalanan rata-rata mencapai 230 menit, melebihi standar 1–1,5 jam. Kesimpulannya, kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 5 masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa indikator, seperti load factor dan jarak tempuh, tidak sesuai dengan standar, sehingga berpotensi menurunkan kualitas layanan. Namun, terdapat pula aspek positif seperti frekuensi layanan dan headway yang sesuai ketentuan. Saran yang diajukan adalah perlunya penyesuaian armada, evaluasi jadwal operasional, peningkatan manajemen waktu perjalanan, serta optimalisasi rute agar efisiensi layanan meningkat. Dengan perbaikan tersebut, Bus Trans Jatim Koridor 5 diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.