Choiriyah Widyasari
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Guru dalam Peningkatan Layanan Bimbingan Konseling di SD/MI Muhammadiyah Se-Surakata pada Era Komunikasi Global Harun Joko Prayitno; Murfiah Dewi Wulandari; Choiriyah Widyasari; Nursalam; Krisma Anugra Malaya; Faisal Yusuf Bachtiar; Hengki Hermawan; Desi Tri Wulandari; Madya Giri Aditama
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v2i2.11445

Abstract

Tata kelola penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran jenjang sekolah dasar dihadapkan banyak tantangan dan persoalan pada era komunikasi dan komputasi global ini. Layanan kegiatan bimbingan dan konseling dari guru kepada siswa dan orang tua/wali memerlukan adaptasi cepat supaya pendidikan dan pembelajaran mampu mengikuti perkembangan dan tunturan perubahan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan layanan bimbingan konseling bagi guru-guru SD/MI Muhammadiyah Se-Surakarta pada era komunikasi dan komputasi global. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan holistik reflektif partisipatif (HRP). Kegiatan dirancang bersama dengan melibatkan kepala sekolah dan guru unggulan sebagai model layanan bimbingan. Kegiatan diteruskan dengan totorial KDT (Kelompok Disukusi Terpumpun), dan partisipasi aktif serta diakhiri dengan refleksi secara holistik. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah bahwa guru-guru SD/MI kemampuan layanan bimbingan dan konselingnya diperlukan pengayaan dan pemutakhiran secara berkala dan terus-menerus. Layanan bimbingan dan konseling guru-guru SD/MI perlu menyeimbangkan antara kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Kompetensi sosial ini memerlukan jangka waktu dan proses yang lebih lama karena berhubungan dengan hakikat kemampuan dan kemandirian anak dalam berkehidupan bermasyarakat. Layanan bimbingan konseling dari guru kepada anak-anak dan orang tua/wali pada era komunikasi dan komputasi global memerlukan adaptasi teknik dan strategi yang kontekstual.
Pemberdayaan Guru dan Fasilitator dalam Pembelajaran Berdeferensiasi dengan Pendekatan Pendidikan Berpihak pada Anak di Sanggar Belajar Permai Penang Malaysia Djalal Fuadi; Choiriyah Widyasari; Harun Joko Prayitno; Eka Destriyanto Pristi; Himatus Syaadah; Muliadi; Nanda Dwi Rohmah; Adelia Kurnia Putri; Alfina Dian Arista; Dwi Wulan Sari; Osfir Candikia Rara Komara; Tazkiyatunnafs Elhawwa
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v5i2.11775

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan guru dan fasilitator dalam pembelajaran pada Sanggar Belajar Permai Penang Malaysia dengan pendekatan pembelajaran berdeferensiasi yang berfihak pada anak, sekaligus sebagai usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas dalam memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa, penyesuaian ini menyangkut minat, profil belajar, dan kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar. Solusi yang dilakukan adalah memperkuat guru dan/atau fasilitator dalam pembelajaran berdeferensiasi dengan pendekatan pendidikan berfihak pada anak, melalui beberapa tahapan. Tahap 1: Pemetaan dan pendataan kondisi awal pada mitra. Tahap 2, Sosialisasi melalui diskusi dengan mitra terkait persiapan pelaksanaan, waktu pelaksanaan, anggota yang dilibatkan serta topik pengabdian di Mitra. Tahap 3: Pelatihan dan pemberdayaan dalam pembelajaran berdeferensiasi dan pendekatan pendidikan yang berfihak pada anak. Tahap 4: Pendampingan dalam menerapkan pembelajaran berdeferensiasi dan pendekatan pendidikan berfihak pada anak. Tahap 5: monitoring dan evaluasi semua kegiatan yang ada di mitra. Tahap 6: Tindak lanjut pelaksanaan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa telah ada perkembangan pemahaman (82%) terhadap implementasi pembelajaran berdeferensiasi, dan berfihak pada anak, namun masih belum sepenuhnya sesuai dengan konsep dalam kurikulum merdeka. Tindak lanjut Pelaksanaan pembelajaran di Sanggar Belajar Permai Penang dilakukan oleh Mahasiswa sekaligus sebagai fasilitator dari berbagai Perguruan Tinggi Mitra, pelaksanaan dikoordinasikan oleh pengelola Sanggar dibantu oleh kepala sekolah dan pengajar tetap, sehingga mahasiswa/fasilitator hanya mengajar selama satu semester dan selanjutnya akan digantikan oleh mahasiswa semester berikutnya.