Kesehatan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut adalah mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain menyediakan bahan herbal yang mudah diakses, pemanfaatan pekarangan juga berperan dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga. Namun, di Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sebagian besar pekarangan rumah masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, jenis, dan teknik budidaya tanaman obat. Kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya lokal belum mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kesehatan keluarga. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dilaksanakan Program Kebun Ajaib, yaitu program pemberdayaan masyarakat yang mengubah pekarangan rumah menjadi Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan edukasi dan penanaman TOGA, serta evaluasi dan refleksi bersama masyarakat. Program melibatkan 19 warga dengan dukungan Pemerintah Desa Pasuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Program Kebun Ajaib pada 10 pekarangan rumah warga dengan penanaman tujuh jenis tanaman obat, yaitu kumis kucing (Orthosiphon aristatus), jahe (Zingiber officinale), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kunyit (Curcuma longa), lengkuas (Alpinia galanga), serai (Cymbopogon citratus), dan kencur (Kaempferia galanga). Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat, mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi kebun herbal keluarga, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Program Kebun Ajaib menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang efektif dalam memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.