Prosiding Seminar Ekonomi Nasional Pemberdayaan dan Sinergi Masyarakat)
Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas

Penguatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Program Kebun Ajaib Berbasis Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Desa Pasuluhan

Amanda Deliana Rahayu (Universitas Bina Bangsa)
Nur Sella Agustin (Universitas Bina Bangsa)
Nadya Afriza Putri Ariyanik (Universitas Bina Bangsa)
Adam Al Bani (Universitas Bina Bangsa)
Rizki Sabiludin (Universitas Bina Bangsa)
Minhatul Ma’arif (Universitas Bina Bangsa)
Inayatul Izzati Diana Yusuf (Universitas Bina Bangsa)



Article Info

Publish Date
13 Oct 2026

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut adalah mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain menyediakan bahan herbal yang mudah diakses, pemanfaatan pekarangan juga berperan dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga. Namun, di Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sebagian besar pekarangan rumah masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, jenis, dan teknik budidaya tanaman obat. Kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya lokal belum mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kesehatan keluarga. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dilaksanakan Program Kebun Ajaib, yaitu program pemberdayaan masyarakat yang mengubah pekarangan rumah menjadi Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan edukasi dan penanaman TOGA, serta evaluasi dan refleksi bersama masyarakat. Program melibatkan 19 warga dengan dukungan Pemerintah Desa Pasuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Program Kebun Ajaib pada 10 pekarangan rumah warga dengan penanaman tujuh jenis tanaman obat, yaitu kumis kucing (Orthosiphon aristatus), jahe (Zingiber officinale), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kunyit (Curcuma longa), lengkuas (Alpinia galanga), serai (Cymbopogon citratus), dan kencur (Kaempferia galanga). Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat, mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi kebun herbal keluarga, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Program Kebun Ajaib menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang efektif dalam memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

prosiding-senapas

Publisher

Subject

Religion Economics, Econometrics & Finance Education Energy Environmental Science Health Professions Nursing Social Sciences

Description

Prosiding seminar ekonomi nasional pemberdayaan dan sinergi masyarakat atau di singkat dengan (SENAPAS) Universitas Bina Bangsa, yang merupakan forum ilmiah untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, pelaku usaha, mahasiswa, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam membahas ...