Abstract. Nutritional status is an important determinant of child growth and development, particularly during early childhood. Children living in orphanages are at higher risk of nutritional problems that may affect their developmental outcomes. This study aimed to examine the association between nutritional status and development among children aged 1–6 years in orphanages in Bandung City. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted using total sampling. Nutritional status was assessed through anthropometric measurements based on World Health Organization standards, while child development was evaluated using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan/KPSP). Data were analyzed using univariate and bivariate statistical analyses. The results demonstrated an association between nutritional status and child development, with undernourished children showing a higher risk of developmental delay compared to those with normal nutritional status. In conclusion, nutritional status is associated with the development of children aged 1–6 years in orphanages, emphasizing the need for regular nutritional monitoring and appropriate developmental stimulation. Abstrak. Status gizi berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini yang merupakan periode emas perkembangan. Anak yang tinggal di panti asuhan memiliki risiko mengalami masalah gizi yang dapat memengaruhi perkembangan, selain itu masih jarang penelitian yang dilakukan secara spesifik terkait status gizi dan perkembangan anak di panti bandung oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak usia 1–6 tahun di panti asuhan Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian adalah anak usia 1–6 tahun yang dipilih menggunakan metode total sampling. Status gizi dinilai berdasarkan indikator antropometri menurut standar WHO, sedangkan perkembangan anak dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak, di mana anak dengan status gizi kurang cenderung memiliki risiko keterlambatan perkembangan dibandingkan anak dengan status gizi normal. Disimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan perkembangan anak usia 1–6 tahun di panti asuhan Kota Bandung, sehingga diperlukan pemantauan status gizi dan stimulasi perkembangan secara berkelanjutan.