Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prominentia Medical Journal

Perubahan Jumlah Sel Goblet Pada Cavum Nasi Tikus Wistar Jantan Akibat Rokok Elektrik Azka Nadya Mifta; Hudi Winarso; Etha Rambung; Priangga Adi Wiratama
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v2i1.2262

Abstract

Nikotin, karbonil, TSNA (Tobacco-Spesific Nitrosamine), dan metal adalah beberapa zat yang terkandung dalam asap rokok elektrik. Zat-zat ini dapat menyebabkan hiperplasia, metaplasia, apoptosis sampai nekrosis sel. Penelitian eksperimental post-test only control design ini mengamati perubahan jumlah sel goblet pada mukosa respiratori cavum nasi tikus wistar jantan setelah pemaparan asap rokok elektrik dengan dosis bervariasi. Penelitian menggunakan 40 ekor tikus wistar jantan berusia 2-2,5 bulan dan berat antara 250-300 gram yang terbagi dalam empat kelompok yakni kelompok K- (kontrol negatif) tidak dipapari asap dan tidak dimasukkan ke dalam smoking chamber, kelompok K+ ( kontrol positif) tidak dipapari asap tetapi dimasukkan ke smoking chamber, kelompok P1 diberikan paparan 15 kali/hari dan kelompok P2 diberikan paparan 30 kali/hari. Paparan asap diberikan selama 54 hari. Tikus di euthanasia hari ke-55, dan diambil sampel cavum nasi kemudian diproses menjadi sediaan histopatologi. Analisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk menghitung perubahan jumlah sel goblet. Hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan uji Tukey HSD. Hasil yang diperoleh menunjukkan perbedaan jumlah sel goblet yang bermakna (p0.000 dan 0.004) antara kelompok tikus yang dipapari dengan kelompok yang tidak dipapari asap rokok. Kesimpulan penelitian adalah terjadi penurunan jumlah sel goblet akibat paparan asap rokok elektrik.
Korelasi Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pola Pacaran Remaja Pada Kelas XII SMA Di Samarinda Yasmine Putri Fadhilah; Hudi Winarso; Sarah Hagia Lestari
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v4i1.3550

Abstract

Knowledge of reproductive health is important, given the existence of premarital sex in Indonesia, especially in East Kalimantan. Dating behaviours can be influenced by internal and external factors. One of the external factors is education. This study aims to determine the relationship between adolescent reproductive health knowledge and dating behaviours. This research method is a descriptive-analytic survey with a quantitative research type with a cross-sectional approach. The sampling technique was proportionate stratified random sampling so that the number of respondents was 200 people and the research instrument used was a questionnaire. The results showed that the majority of respondents had adequate (43.5%) to good reproductive health knowledge (53.5%), the dominating dating behaviour is risky dating behaviour, with the majority of respondents wanting to hold hands (4.3%), hugging (4.3%), kissing (4.2%) and premarital sex (4%), while those who have done holding hands (4.2%), hugging (4.2%), kissing (4.2%) and premarital sex (4.3%). The results showed a relationship between reproductive health knowledge and dating behaviour. Keywords: Teenagers, Health reproduction knowledge, Dating behaviours
Hubungan pengetahuan dengan sikap personal hygiene mengenai kesehatan reproduksi saat menstruasi pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas air besar desa batu merah kota ambon Adinda Zharifah Putri Satiawan; Hudi Winarso; Salmon Charles Siahaan
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v4i1.3551

Abstract

Personalihygiene is a method of care that is carried out in order to maintain physical and psychological health. How to provide an understanding of this with education, especially for young women. Youth means someone aged 12-19 years. Problems that occur in reproduction during adolescence have a physical impact and affect mental health, economic conditions and social welfare in the long term. There are several ways so that the reproductive organs are well cared for, commonly referred to as personal hygiene, namely the process of taking care of oneself so that they have good health, both physically and psychologically, especially in the reproductive organs. The purpose of this study was to determine the influence obtained between the knowledge and attitudes of young women and to find out whether this is applied to everyday life. This research is a non-experimental quantitative research using observationaI anaIytic research with the Cross Sectional method. This study consisted of 5 schools in the working area of ​​the Air Besar Community HeaIth Center with 90 subjects. The data coIIection instrument in this study was a questionnaire so that researchers know the relationship between knowIedge and attitudes regarding personal hygiene in young women during menstruation. The data used to analyze using the Chi Square statistical test. The resuIts of research conducted using the Chi-Square statisticaI test obtained a Continuity Correction value with a p-value of 0.011 less than the significance IeveI (0.05) so there is an influence between KnowIedge and Personal Hygiene Attitudes regarding reproductive health during menstruation in young women in the working area of ​​the Puskesmas Big Water of Batu Merah Village, Ambon City
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 4-5 DI SD CITRA BERKAT DAN SDN MADE 1 SURABAYA Setyani, Ananda Nabilla; Winarso, Hudi; Prayitno, Subur
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v1i1.1433

Abstract

Prevalensi overweight di Indonesia pada anak usia 5-12 tahun sebesar 10,4% pada anak laki-laki dan 11,2% pada anak perempuan, sedangkan prevalensi obesitas pada anak usia 5-12 tahun sebesar 10,7% pada anak laki-laki dan 7,7% pada anak perempuan. Penyebab terbesar obesitas pada anak ialah pola aktivitas dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada anak sekolah dasar kelas 4-5 di SD Citra Berkat dan SDN Made 1 Surabaya. Subjek dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar kelas 4-5 di SD Citra Berkat yang berjumlah 170 siswa dan SDN Made 1 Surabaya yang berjumlah 138 siswa. Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional dengan menggunakan instrumen timbangan badan, microtoise, dan PAQ-C. Hasil penelitian berdasarkan uji Mann Whitney terdapat perbedaan bermakna IMT dengan p value = 0,000 dimana siswa overweight dan obesitas pada SDN Made 1 lebih banyak daripada SD Citra Berkat . Terdapat perbedaan bermakna aktivitas fisik dengan p value = 0,003 dimana proporsi aktivitas fisik tinggi dan sangat tinggi pada SD Citra Berkat lebih banyak daripada SDN Made 1. Dengan uji Spearman rank terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan IMT pada siswa SDN Made 1 dengan p value = 0,003, sedangkan pada siswa SD Citra Berkat tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan IMT dengan p value = 0,208. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan IMT pada siswa SDN Made 1, sehingga kejadian obesitas anak didapatkan pada komunitas dengan aktivitas fisik yang rendah.