Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair dari Kombinasi Limbah Tomat dan Ampas Teh Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Atifah Hidayah Zainal; Amirah Mustarin; Reski Febyanti Rauf; Candi Adinata; Rahmawati
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v12i2.14228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari campuran limbah tomat dan ampas the terhadap pertumbuhan sawi hijau (Brassica juncea L.) serta menentukan konsentrasi yang paling efektif bagi pertumbuhannya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pupuk organik cair diaplikasikan dalam empat tingkat konsentrasi control, 30 ml L-1 , 40 ml L-1, dan 50 ml L-1. Setiap Tingkat perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga menghasilkan total 12 unit percobaan. Parameter yang di amati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan bobot segar tanaman. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap 7 hari sekali, yaitu pada 7,14,21,28, dan 35 hari setelah tanam (HST), sedangkan berat segar tanaman diukur pada saat panen umur 35 HST. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), jika ditemukan perbedaan nyata antar perlakuan, dilakukan uji Duncan pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari campuran limbah tomat dan ampas teh berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Perlakuan POC memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 35 hari setelah tanam (HST), jumlah daun pada 28 HST, serta bobot segar tanaman. Namun, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap lebar daun. Berdasarkan hasil pengamatan, konsentrasi 50 ml L-1  memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata 35,33 cm pada 35 HST dan bobot segar sebesar 93,3 g, sedangkan konsentarsi 40 ml L-1 menghasilkan jumlah daun terbanyak dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian konsentrasi POC 50 ml L-1  menunjukkan respons terbaik terhadap tinggi tanaman dan bobot segar, sementara konsentrasi 40 ml L-1  memberikan respons terbaik terhadap jumlah daun.