Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Sistem Pengisian Tangki Air Otomatis Bertenaga Surya Berbasis LoRa dan Internet of Things untuk Pemberdayaan Kelompok Tani Mandiri di Desa Tanjung Anom: Pengabdian Panangian Mahadi Sihombing; Indah Vusvita Sari; Nurhafni Carol; Lukcy T Simanjuntak; Nur Adilah Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7999

Abstract

Ketiadaan jaringan listrik PLN di area perladangan sering kali menjadi kendala utama dalam modernisasi sistem irigasi. Kelompok Tani Mandiri di Dusun VI Desa Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang, mengelola ±1,5 hektar lahan hortikultura dan pangan dengan ketergantungan penuh pada pompa diesel bermesin BBM. Kondisi ini memicu pengeluaran biaya operasional hingga ± Rp700.000/bulan, pemborosan air akibat overflow saat pengisian tangki 2.000 liter, serta risiko kerusakan pompa akibat dry running saat debit sungai surut. Kegiatan Pengabdian Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pengisian tangki otomatis bertenaga surya yang terintegrasi dengan pemantauan level air berbasis Long Range (LoRa) dan Internet of Things (IoT). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technological Development (PTD) yang meliputi tahap identifikasi masalah, perancangan sistem, fabrikasi hardware, pengujian laboratorium, instalasi di lapangan, hingga pelatihan bagi mitra. Solusi teknologi yang diterapkan mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2×100 Wp dengan baterai VRLA 12 V 70 Ah, otomasi kendali dual-float switch dan pressure switch dengan proteksi timeout safety berbasis mikrokontroler LILYGO TTGO LoRa32, sensor ultrasonik waterproof A02YYUW, serta transmisi data nirkabel LoRa 915 MHz menuju gateway IoT ThingSpeak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem terpasang mampu bekerja secara otomatis penuh (100% zero-cost BBM), meniadakan insiden air meluap, menghemat waktu kerja harian petani 2 jam/hari, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam pengoperasian dan pemeliharaan teknologi sebesar 179,37% (dari rata-rata skor pre-test 31,50 menjadi 88,00 pada post-test). Inovasi ini berhasil mentransformasi tata kelola air mitra dari sistem konvensional menjadi smart farming yang mandiri energi dan efisien.