Ketiadaan jaringan listrik PLN di area perladangan sering kali menjadi kendala utama dalam modernisasi sistem irigasi. Kelompok Tani Mandiri di Dusun VI Desa Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang, mengelola ±1,5 hektar lahan hortikultura dan pangan dengan ketergantungan penuh pada pompa diesel bermesin BBM. Kondisi ini memicu pengeluaran biaya operasional hingga ± Rp700.000/bulan, pemborosan air akibat overflow saat pengisian tangki 2.000 liter, serta risiko kerusakan pompa akibat dry running saat debit sungai surut. Kegiatan Pengabdian Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pengisian tangki otomatis bertenaga surya yang terintegrasi dengan pemantauan level air berbasis Long Range (LoRa) dan Internet of Things (IoT). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technological Development (PTD) yang meliputi tahap identifikasi masalah, perancangan sistem, fabrikasi hardware, pengujian laboratorium, instalasi di lapangan, hingga pelatihan bagi mitra. Solusi teknologi yang diterapkan mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2×100 Wp dengan baterai VRLA 12 V 70 Ah, otomasi kendali dual-float switch dan pressure switch dengan proteksi timeout safety berbasis mikrokontroler LILYGO TTGO LoRa32, sensor ultrasonik waterproof A02YYUW, serta transmisi data nirkabel LoRa 915 MHz menuju gateway IoT ThingSpeak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem terpasang mampu bekerja secara otomatis penuh (100% zero-cost BBM), meniadakan insiden air meluap, menghemat waktu kerja harian petani 2 jam/hari, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam pengoperasian dan pemeliharaan teknologi sebesar 179,37% (dari rata-rata skor pre-test 31,50 menjadi 88,00 pada post-test). Inovasi ini berhasil mentransformasi tata kelola air mitra dari sistem konvensional menjadi smart farming yang mandiri energi dan efisien.
Copyrights © 2026