Sophia Padila
Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH CELUP HERBAL KULIT SALAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Sophia Padila; Diah Astika Winahyu; Agustina Retnaningsih; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 2 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i2.28511

Abstract

Kulit salak (Salacca edulis  Reinw.) merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan kulit salak sebagai bahan baku teh celup herbal serta mengetahui aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Kulit salak segar dicuci, dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50°C selama 8 jam, kemudian dihaluskan menjadi serbuk kasar. Sebanyak 2 gram serbuk dikemas dalam setiap kantong dan diseduh menggunakan 200 mL air matang bersuhu 100°C. Uji organoleptik dilakukan terhadap 10 panelis berusia 17–25 tahun dengan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil uji organoleptik menunjukkan nilai rata-rata warna 4,4; aroma 4,1; rasa 4,2; dan aftertaste 4,3 yang termasuk kategori suka. Nilai IC50 asam askorbat sebesar 8,12 ppm, sedangkan teh celup herbal kulit salak sebesar 15,28 ppm. Nilai IC50 kurang dari 50 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit salak berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku teh celup herbal dengan aktivitas antioksidan sangat kuat.