Background: Back pain is a common complaint in patients after percutaneous coronary intervention (PCI), particularly during the immobilization period following PCI using transfemoral access. Purpose: To analyze the effect of electric back massage therapy on back pain intensity in post-PCI patients. Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest control group design and was conducted in the cardiac ward of Kariadi Hospital, Semarang. The study involved 66 post-PCI patients. Participants were divided into an experimental group (n=33) and a control group (n=33). Pain intensity was measured using a Numeric Rating Scale (NRS). The experimental group received electric back massage therapy using an OTTO Klasse electric massager applied to the thoraco-lumbar area while the patient was in a supine position for 20 minutes during the immobilization period, while the control group received standard care. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The mean pain score in the experimental group decreased significantly from 6.93 to 2.06 (p<0.001), while no significant decrease was observed in the control group. A significant difference in post-intervention pain scores was found between the groups (p<0.001). Conclusion: Electric back massage therapy is effective in reducing back pain intensity in post-PCI patients and can be implemented as a safe and practical non-pharmacological nursing intervention. Keywords: Back Pain; Electric Back Massage; Non-Pharmacological Therapy; Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan keluhan umum pasien setelah tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), khususnya selama periode imobilisasi setelah PCI yang menggunakan akses trans femoral. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi pijat punggung elektrik terhadap intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI. Metode: Studi kuasi-eksperimental ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest dan dilakukan di bangsal jantung Rumah Sakit Kariadi, Semarang. Studi ini melibatkan 66 pasien pasca PCI, Partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=33) dan kelompok kontrol (n=33). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Kelompok eksperimen menerima terapi pijat punggung elektrik menggunakan alat pijat elektrik OTTO Klasse yang diaplikasikan pada area torako-lumbal saat pasien dalam posisi telentang selama 20 menit selama periode imobilisasi, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Skor nyeri rata-rata pada kelompok eksperimen menurun secara signifikan dari 6.93 menjadi 2.06 (p<0.001), sedangkan tidak ada penurunan signifikan yang diamati pada kelompok kontrol. Perbedaan signifikan dalam skor nyeri pasca-intervensi ditemukan antara kelompok (p<0.001). Simpulan: Terapi pijat punggung elektrik efektif dalam mengurangi intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman dan praktis. Kata Kunci: Nyeri Punggung; Percutaneous Coronary Intervention (PCI); Pijat Punggung Elektrik; Terapi Non-Farmakologis.