Dwi Heppy Rochmawati
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis faktor prediktor kepatuhan dalam menjalani pengobatan pasien hipertensi: A literature review Rasyid Ardan Alghozali; Dwi Heppy Rochmawati; Wahyu Endang Setyowati; Iskim Luthfa
Hik Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1304

Abstract

Background: Adherence is crucial for people with hypertension because it offers significant potential for effective hypertension control through various therapies. Purpose: To explore factors influencing medication adherence in hypertensive patients. Method: This literature review included 10 articles retrieved from databases such as Scopus, PubMed, Web of Science, and Science Direct. The keywords used were hypertension, medication adherence, factors influencing adherence, and family support published between 2021 and 2025. Furthermore, this literature focused on several factors: predisposing, reinforcing, and supporting factors. Results: Based on the review of 10 articles, it was found that factors influencing hypertension medication adherence include knowledge, motivation, family support, access to healthcare services, and the role of healthcare professionals. Conclusion: Hypertension medication adherence is influenced by several factors, including predisposing factors (knowledge, motivation), reinforcing (family support), and supporting factors (access to healthcare services and the role of healthcare professionals). Therefore, it is important to consider these factors when developing strategies to improve adherence to hypertension medication.   Keywords: Adherence; Hypertension; Patients; Predictors; Treatment.   Pendahuluan: Kepatuhan merupakan hal yang sangat penting bagi penderita hipertensi karena merupakan potensi besar untuk pengendalian hipertensi melalui berbagai terapi yang dilakukan, sehingga pengendalian tersebut menjadi efektif. Tujuan: Untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan pada pasien dengan hipertensi. Metode: Studi literature review terhadap 10 artikel yang diperoleh dari database seperti Scopus, Pubmed, Web of Science, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan yakni, hipertensi, kepatuhan pengobatan, faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan, dan dukungan keluarga yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025. Selain itu, literature ini fokus pada beberapa faktor yaitu predisposing, reinforcing, dan enabling. Hasil: Berdasarkan review terhadap 10 artikel, diketahui bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi, meliputi pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, akses pelayanan kesehatan, dan peran tenaga kesehatan. Simpulan: Kepatuhan pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk predisposing factors (pengetahuan, motivasi), reinforcing (dukungan keluarga), dan enabling (akses pelayanan kesehatan dan peran tenaga kesehatan). Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Kepatuhan; Pasien; Pengobatan; Prediktor.
Terapi pijat punggung elektrik sebagai intervensi non-farmakologis untuk nyeri punggung pada pasien pasca percutaneous coronary intervention (PCI) Tri Wahyuni; Wahyu Endang Setyowati; Dwi Heppy Rochmawati
Hik Vol. 20 No. 3 (2026): Volume 20 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i3.2677

Abstract

Background: Back pain is a common complaint in patients after percutaneous coronary intervention (PCI), particularly during the immobilization period following PCI using transfemoral access. Purpose: To analyze the effect of electric back massage therapy on back pain intensity in post-PCI patients. Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest control group design and was conducted in the cardiac ward of Kariadi Hospital, Semarang. The study involved 66 post-PCI patients. Participants were divided into an experimental group (n=33) and a control group (n=33). Pain intensity was measured using a Numeric Rating Scale (NRS). The experimental group received electric back massage therapy using an OTTO Klasse electric massager applied to the thoraco-lumbar area while the patient was in a supine position for 20 minutes during the immobilization period, while the control group received standard care. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The mean pain score in the experimental group decreased significantly from 6.93 to 2.06 (p<0.001), while no significant decrease was observed in the control group. A significant difference in post-intervention pain scores was found between the groups (p<0.001). Conclusion: Electric back massage therapy is effective in reducing back pain intensity in post-PCI patients and can be implemented as a safe and practical non-pharmacological nursing intervention.   Keywords: Back Pain; Electric Back Massage; Non-Pharmacological Therapy; Percutaneous Coronary Intervention (PCI).   Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan keluhan umum pasien setelah tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), khususnya selama periode imobilisasi setelah PCI yang menggunakan akses trans femoral. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi pijat punggung elektrik terhadap intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI. Metode: Studi kuasi-eksperimental ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest dan dilakukan di bangsal jantung Rumah Sakit Kariadi, Semarang. Studi ini melibatkan 66 pasien pasca PCI, Partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=33) dan kelompok kontrol (n=33). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Kelompok eksperimen menerima terapi pijat punggung elektrik menggunakan alat pijat elektrik OTTO Klasse yang diaplikasikan pada area torako-lumbal saat pasien dalam posisi telentang selama 20 menit selama periode imobilisasi, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Skor nyeri rata-rata pada kelompok eksperimen menurun secara signifikan dari 6.93 menjadi 2.06 (p<0.001), sedangkan tidak ada penurunan signifikan yang diamati pada kelompok kontrol. Perbedaan signifikan dalam skor nyeri pasca-intervensi ditemukan antara kelompok (p<0.001). Simpulan: Terapi pijat punggung elektrik efektif dalam mengurangi intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman dan praktis.   Kata Kunci: Nyeri Punggung; Percutaneous Coronary Intervention (PCI); Pijat Punggung Elektrik; Terapi Non-Farmakologis.