Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 20 No. 3 (2026): Volume 20 Nomor 3

Terapi pijat punggung elektrik sebagai intervensi non-farmakologis untuk nyeri punggung pada pasien pasca percutaneous coronary intervention (PCI)

Tri Wahyuni (Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung
RSUP Dr. Kariadi Semarang)

Wahyu Endang Setyowati (Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung)
Dwi Heppy Rochmawati (Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung)



Article Info

Publish Date
04 Jun 2026

Abstract

Background: Back pain is a common complaint in patients after percutaneous coronary intervention (PCI), particularly during the immobilization period following PCI using transfemoral access. Purpose: To analyze the effect of electric back massage therapy on back pain intensity in post-PCI patients. Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest control group design and was conducted in the cardiac ward of Kariadi Hospital, Semarang. The study involved 66 post-PCI patients. Participants were divided into an experimental group (n=33) and a control group (n=33). Pain intensity was measured using a Numeric Rating Scale (NRS). The experimental group received electric back massage therapy using an OTTO Klasse electric massager applied to the thoraco-lumbar area while the patient was in a supine position for 20 minutes during the immobilization period, while the control group received standard care. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The mean pain score in the experimental group decreased significantly from 6.93 to 2.06 (p<0.001), while no significant decrease was observed in the control group. A significant difference in post-intervention pain scores was found between the groups (p<0.001). Conclusion: Electric back massage therapy is effective in reducing back pain intensity in post-PCI patients and can be implemented as a safe and practical non-pharmacological nursing intervention.   Keywords: Back Pain; Electric Back Massage; Non-Pharmacological Therapy; Percutaneous Coronary Intervention (PCI).   Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan keluhan umum pasien setelah tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), khususnya selama periode imobilisasi setelah PCI yang menggunakan akses trans femoral. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi pijat punggung elektrik terhadap intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI. Metode: Studi kuasi-eksperimental ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest dan dilakukan di bangsal jantung Rumah Sakit Kariadi, Semarang. Studi ini melibatkan 66 pasien pasca PCI, Partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=33) dan kelompok kontrol (n=33). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Kelompok eksperimen menerima terapi pijat punggung elektrik menggunakan alat pijat elektrik OTTO Klasse yang diaplikasikan pada area torako-lumbal saat pasien dalam posisi telentang selama 20 menit selama periode imobilisasi, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Skor nyeri rata-rata pada kelompok eksperimen menurun secara signifikan dari 6.93 menjadi 2.06 (p<0.001), sedangkan tidak ada penurunan signifikan yang diamati pada kelompok kontrol. Perbedaan signifikan dalam skor nyeri pasca-intervensi ditemukan antara kelompok (p<0.001). Simpulan: Terapi pijat punggung elektrik efektif dalam mengurangi intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman dan praktis.   Kata Kunci: Nyeri Punggung; Percutaneous Coronary Intervention (PCI); Pijat Punggung Elektrik; Terapi Non-Farmakologis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...