Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi etos kerja guru di RA Tahfidz Al-Qur’an Jamilurrohman yang dinilai belum optimal, sehingga diperlukan strategi kepemimpinan kepala madrasah yang lebih terarah dan kontekstual. Fokus penelitian ini adalah strategi kepala madrasah dalam meningkatkan etos kerja guru melalui peran sebagai leader (internalisasi visi-misi), motivator (stimulus dan penghargaan/reward), manajer (menciptakan lingkungan kerja kondusif dan pembagian tugas yang adil), serta supervisor (pembinaan dan evaluasi kinerja berkelanjutan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur (dengan probing dan transkrip verbatim), observasi aktivitas kepemimpinan serta rutinitas kerja guru, dan verifikasi antarinforman (triangulasi sumber). Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi, member check, dan peer debriefing. Penelitian dilaksanakan di RA Tahfidz Al-Qur’an Jamilurrohman, Banguntapan, Bantul, DIY pada September–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menjalankan supervisi terjadwal dan monitoring harian, observasi kelas, pemeriksaan administrasi, serta coaching dan umpan balik sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan. Dalam aspek motivasi, strategi yang paling efektif adalah apresiasi yang konsisten, dukungan nyata di lapangan, penguatan spiritual, kesempatan berkembang, dan sistem kerja yang adil; disertai penerapan reward non-materi maupun materi dengan kriteria yang jelas (misalnya disiplin, kesiapan perangkat ajar, pengelolaan kelas, komunikasi dengan wali murid, dan kontribusi program tahfidz). Temuan ini menegaskan bahwa strategi kepemimpinan yang terintegrasi (leader–motivator–manajer–supervisor) dapat memperkuat komitmen, kedisiplinan, dan semangat kerja guru, serta berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di RA.