Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI KEPALA MADRASAH RAUDHATUL ATHFAL DALAM MENINGKATKAN ETOS KERJA DAN KOMITMEN KERJA GURU: STUDI KUALITATIF DI RA TAHFIDZ AL QUR'AN JAMILURROHMAN BANTUL YOGYAKARTA Tia Nofiyanti; Dafyar Eliadi; Edi Mulyadi
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2026): JUSTITIA Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.%p

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi etos kerja guru di RA Tahfidz Al-Qur’an Jamilurrohman yang dinilai belum optimal, sehingga diperlukan strategi kepemimpinan kepala madrasah yang lebih terarah dan kontekstual. Fokus penelitian ini adalah strategi kepala madrasah dalam meningkatkan etos kerja guru melalui peran sebagai leader (internalisasi visi-misi), motivator (stimulus dan penghargaan/reward), manajer (menciptakan lingkungan kerja kondusif dan pembagian tugas yang adil), serta supervisor (pembinaan dan evaluasi kinerja berkelanjutan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur (dengan probing dan transkrip verbatim), observasi aktivitas kepemimpinan serta rutinitas kerja guru, dan verifikasi antarinforman (triangulasi sumber). Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi, member check, dan peer debriefing. Penelitian dilaksanakan di RA Tahfidz Al-Qur’an Jamilurrohman, Banguntapan, Bantul, DIY pada September–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menjalankan supervisi terjadwal dan monitoring harian, observasi kelas, pemeriksaan administrasi, serta coaching dan umpan balik sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan. Dalam aspek motivasi, strategi yang paling efektif adalah apresiasi yang konsisten, dukungan nyata di lapangan, penguatan spiritual, kesempatan berkembang, dan sistem kerja yang adil; disertai penerapan reward non-materi maupun materi dengan kriteria yang jelas (misalnya disiplin, kesiapan perangkat ajar, pengelolaan kelas, komunikasi dengan wali murid, dan kontribusi program tahfidz). Temuan ini menegaskan bahwa strategi kepemimpinan yang terintegrasi (leader–motivator–manajer–supervisor) dapat memperkuat komitmen, kedisiplinan, dan semangat kerja guru, serta berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di RA. 
ANALISIS KEBIJAKAN KAWASAN RAWAN BENCANA DAN BERISIKO DAPAT MENIMBULKAN BENCANA DI DISTRIK KENYAM KABUPATEN NDUGA Budi Tabuni; Dafyar Eliadi; Edi Mulyadi
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2026): JUSTITIA Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.%p

Abstract

Distrik Kenyam Kabupaten Nduga merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Pegunungan yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi akibat kondisi geografis yang didominasi pegunungan, lereng curam, curah hujan tinggi, serta keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas wilayah. Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan antara tingginya potensi ancaman bencana dengan ketersediaan informasi spasial mengenai kawasan rawan bencana serta implementasi upaya mitigasi bencana yang berbasis pada karakteristik wilayah dan kerentanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemetaan kawasan rawan bencana di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, mengidentifikasi upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan bencana di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga, Sekretaris BPBD Kabupaten Nduga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Distrik, dan Kepala Kampung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan kawasan rawan bencana di Distrik Kenyam mengidentifikasi beberapa wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Upaya mitigasi bencana yang dilakukan meliputi pemetaan kawasan rawan bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, sosialisasi kebencanaan, pelestarian lingkungan, penguatan sistem peringatan dini, serta koordinasi antarinstansi terkait. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan bencana terdiri atas tingkat ancaman bencana, kerentanan masyarakat, dan kondisi lingkungan. Tingginya curah hujan, kondisi topografi yang kompleks, rendahnya kapasitas masyarakat, serta belum optimalnya pengelolaan lingkungan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko bencana di Distrik Kenyam.
PENGARUH BUDAYA SEKOLAH, KELENGKAPAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN DAN GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 51 ST. RAFAEL HEWERBURA Sisilia Silifensi Sidok; Edi Mulyadi; Dafyar Eliadi
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2026): JUSTITIA Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan budaya sekolah, kelengkapan sarana prasarana pendidikan, dan gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 51 St. Rafael Hewerbura. Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto dan desain survey korelasional diterapkan dalam mengumpulkan data melalui angket dan dokumentasi dari sampel total 66 responden siswa kelas VIII dan IX. Hasil analisis deskriptif menunjukkan seluruh variabel berada dalam kategori sangat baik di atas 80 persen. Secara parsial, budaya sekolah dan gaya mengajar guru berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan kelengkapan sarana prasarana tidak memiliki pengaruh signifikan secara mandiri. Secara simultan, ketiga variabel bebas memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar sebesar 50,1 persen. Disarankan kepada kepala sekolah dan guru untuk mempertahankan iklim positif, meningkatkan variasi mengajar, serta mengoptimalkan pemanfaatan prasarana pendukung.