Muhammad
Program Studi Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK BIOKOMPOSIT KITOSAN - PATI SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ADITIF PEKTIN Mangappu Panjaitan; Suryati; Muhammad; agam muarif; Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.23574

Abstract

Biokomposit berbasis kitosan dan pati sukun merupakan material alternatif yang menjanjikan untuk aplikasi pembalut luka primer karena sifatnya yang biokompatibel, biodegradable, dan memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik biokomposit kitosan–pati sukun dengan penambahan bahan aditif pektin, dalam berbagai konsentrasi (2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%). Formulasi dilakukan dengan mencampurkan larutan kitosan dan pati sukun dalam perbandingan 1:1, kemudian ditambahkan bahan aditif sesuai variasi, dicetak, dan dikeringkan. Evaluasi dilakukan terhadap parameter fisik dan kimia, meliputi daya serap (absorpsi), daya mengembang (swelling), ketebalan, kuat tarik, elongasi, gugus fungsi (FTIR), serta aktivitas antibakteri menggunakan metode colony counter. Hasil menunjukkan bahwa penambahan pektin pada konsentrasi yang sama menghasilkan swelling sebesar 406,38% dan absorpsi sebesar 382,95%. Uji FTIR mengidentifikasi gugus –OH, –COO⁻, dan C–O–C yang berperan dalam pembentukan jaringan polimer dan sifat hidrofilik biokomposit. Aktivitas antibakteri tertinggi ditunjukkan oleh biokomposit dengan pektin 6% (12 count). Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pectin efektif dalam meningkatkan sifat fungsional biokomposit, menjadikannya kandidat unggul untuk pembalut luka primer yang ramah lingkungan dan efektif secara terapeutik.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM ZINGIBAIN DARI RIMPANG JAHE TERHADAP KUALITAS VCO (VIRGIN COCONUT OIL) Rosnita; Agam Muarif; Rizka Nurlaila; Rozanna Dewi; muhammad; Safira Fitri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.23632

Abstract

VCO (Virgin Coconut Oil) adalah hasil olahan minyak kelapa yang diproses dari ekstraksi daging buah kelapa segar tanpa melibatkan reaksi kimia atau pemanasan ekstrem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efek dari penambahan Enzim Zingibain yang berasal dari Rimpang jahe terhadap kualitas VCO, dengan fokus pada analisis parameter mutu seperti kadar asam lemak, asam lemak bebas (ALB) dan kadar air. Proses fermentasi dilaksankan dengan variasi jumlah enzim yang digunakan (0, 8 ml, 12 ml, dan 16 ml) dan waktu fermentasi (24, 36, 48 dan 60 jam). Berdasarkan hasil penelitian, dikethaui bahwa pada VCO tanpa enzim dan fermentasi selama 24 jam, asam lemak utama yang teridentifikasi adalah Decanoic acid methyl ester, Lauric acid, Myristic acid, dan Hexadecanoic acid. Sementara itu, VCO dengan enzim 8 ml dan fermentasi 48 jam mengandung senyawa tambahan seperti Octanoic acid ethyl ester, Zingiberene, Dodecanoic acid methyl ester, dan beberapa ester asam lemak lainnya. Untuk analisa bilangan asam lemak bebas menunjukan nilai rata-rata 0,1% hingga 0,2%, baik pada VCO tanpa enzim maupun dengan penambahan enzim zingibain. Pada hasil analisa kadar air pada VCO yang diolah secara enzimatis menunjukan hasil yang sangat rendah dengan kadar air sebesar 0,002% dan kadar air tertinggi sebesar 0,01%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa seluruh sampel VCO memenuhi standar minyak kelapa sesuai SNI 7382-2008 asam lemak bebas tidak melewati 0,2% dan kadar air tidak lebih dari 0,2%.