Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ESENSIAL DALAM RESPON BENCANA BANJIR MELALUI DISTRIBUSI HYGIENE KIT, AIR MINUM, DAN SEMBAKO DI GAMPONG SIMPANG LHEE KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG Raihan Dary; Nur Halimatuz Zuhra; Fachrul Akbar; Dian Asri; Ahyar Pulungan; Dian Novira Rizva; Siti Munawaroh; Dian Permata Sari Br Subakti; Febby Hadi Setyawan; Darmansyah Darmansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.3894-3898

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini didorong oleh urgensi pemenuhan kebutuhan dasar penduduk Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak bencana banjir secara signifikan sehingga memutus akses masyarakat terhadap air bersih, bahan pangan, dan fasilitas sanitasi yang layak. Tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan respon cepat pemenuhan kebutuhan esensial melalui distribusi hygiene kit, air minum, dan paket sembako secara terpadu, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan diri pascabencana. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kebutuhan di lapangan, koordinasi dengan Geuchik dan aparatur gampong, serta distribusi logistik secara terpusat di Meunasah gampong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran paket hygiene kit (pasta gigi, sikat gigi, sabun, dan detergen), air mineral galon 5 liter, serta paket pangan (roti kering, minyak goreng, gula, dan teh) berhasil menjangkau keluarga sasaran secara merata dan tertib, sehingga mengurangi beban pemenuhan kebutuhan harian dan risiko krisis kesehatan lingkungan warga pascabanjir. Kolaborasi tim pelaksana dengan Geuchik dan aparatur gampong terbukti krusial dalam menjamin distribusi bantuan yang transparan, tertib, dan tepat sasaran. Kegiatan ini menegaskan bahwa distribusi bantuan esensial yang terintegrasi merupakan strategi penting dalam memitigasi dampak buruk bencana banjir pada level komunitas terkecil, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan respons kemanusiaan yang nyata.
PENERAPAN TEKNOLOGI FILTRASI SEDERHANA DAN PEMELIHARAAN SARANA SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI DESA GEUDHAM KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG Riska Amelia; Afrahun Naziah; Cici Maulida; Triami Lestari; Ummi Amanah; Darmansyah Darmansyah; Dian Permata Br Surbakti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh krisis air bersih dan penurunan kualitas sanitasi pascabencana di Desa Geudham, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan solusi cepat dan berkelanjutan terhadap permasalahan darurat air bersih serta meningkatkan pemahaman masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup empat tahapan utama, yakni sosialisasi kesehatan lingkungan, pendistribusian dan demonstrasi unit filtrasi air portabel skala rumah tangga, penyerahan paket Hygiene Kit, serta edukasi manajemen higienitas keluarga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berupa unit filtrasi portabel berhasil memudahkan warga dalam mengolah air keruh secara mandiri tanpa instalasi listrik yang rumit. Selain itu, sinergi antara penyediaan sarana fisik dan edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kontribusi utama kegiatan ini terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan dan penerapan teknologi tepat guna, adalah sebagai model integrasi pembelajaran berbasis masyarakat (community-based learning), di mana institusi pendidikan tinggi berperan aktif mentransfer inovasi sains langsung ke ruang-ruang publik untuk menyelesaikan masalah nyata di tengah masyarakat.