Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelompok Ternak Watu Bagor, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola limbah peternakan domba. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah penumpukan limbah kotoran dan bulu domba yang berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi, serah terima alat, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi. Solusi yang diterapkan adalah pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran domba dan pengolahan limbah bulu domba menjadi bahan baku wol. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra berdasarkan nilai pre-test dan post-test, yaitu sebesar 58,33% pada pembuatan pupuk dan 88,89% pada pembuatan bahan baku wol. Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan keterampilan mitra dalam mengoperasikan alat dan melaksanakan proses pengolahan limbah secara mandiri. Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dari limbah peternakan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini efektif dalam mendukung pengelolaan limbah peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; limbah domba; pupuk organik; wol; Banyuwangi. Abstract This community service activity was conducted with the Watu Bagor Livestock Group in Benelan Lor Village, Kabat District, Banyuwangi Regency, aiming to enhance the partners' knowledge and skills in managing sheep farming waste. The primary issue faced by the partners was the accumulation of sheep manure and wool waste, which posed a risk of environmental pollution. The activity was carried out through awareness-raising sessions, equipment handover, training, hands-on practice, as well as monitoring and evaluation. The solutions implemented included training on producing organic fertilizer from sheep manure and processing sheep wool waste into raw wool material. The results demonstrated an increase in the partners' knowledge based on pre-test and post-test scores: a 58.33% increase for fertilizer production and an 88.89% increase for wool raw material production. The activity also improved the partners' skills in operating equipment and independently carrying out waste processing procedures. Beyond environmental benefits, the program holds the potential to increase the economic value of livestock waste. Thus, this community service initiative proved effective in supporting environmentally friendly and sustainable livestock waste management. Keywords: community service; sheep waste; organic fertilizer; wool; Banyuwangi