Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMURNIAN DAN UJI AKTIVITAS PROTEASE SULFIHIDRIL BATANG KAMBOJA (Plumeria obusta) Trias Ayu Laksanawati; M Habbib Khirzin; Kiky Mey Shinta
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2232

Abstract

Batang kamboja (Plumeria obtusa) merupakan bagian terbesar dari tanaman kamboja yang mengandung protease sulfihidril, namun masih belum banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan protease sulfihidril dari batang kamboja dilakukan karena memiliki aktivitas proteolisis yang baik. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas protease sulfihidril batang kamboja agar dapat mengetahui efektivitasnya dalam menghidrolisis protein. Uji aktivitas enzim protease sulfihidril dapat ditentukan dengan metode caseein assay menggunakan kasein sebagai substrat. Selain itu juga dilakukan pemurnian enzim untuk memisahkan protein enzim tertentu dari ekstrak kasar batang kamboja yang mengandung banyak unsur lainnya. Pemurnian protease sulfihidril dilakukan dengan pengendapan menggunakan ammonium sulfat konsentrasi 20% sampai 80%. Hasil aktivitas tertinggi enzim protease sulfhidril terdapat pada pengendapan 60% ammonium sulfat dengan nilai protein 132,5485 µg, aktivitas total sebesar 0,4389 U/ml, purification factor sebesar 1,0066 dan yield 40,9790%.
PEMBERDAYAAN PETERNAK KAMBING DI DESA TAMBONG KABUPATEN BANYUWANGI MELALUI PELATIHAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN KESEHATAN TERNAK Muhammad Habbib Khirzin; Jangka Ruliyanto; Dani Agung Wicaksono; Trias Ayu Laksanawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11632

Abstract

ABSTRAKDesa Tambong merupakan desa yang berada di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, pekerja kebun, pekerja tambang, serta sebagian kecil sebagai peternak. Jenis ternak yang dibudidayakan adalah kambing jenis Peranakan Etawa dan kambing persilangan Manggolo. Sebagian besar peternak mengeluhkan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam budidaya kambing diantaranya banyak kambing yang pertumbuhannya kurang maksimal (lambat), kambing mudah terserang penyakit, serta produktivitasnya rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari program pengabdian desa tematik (PPDT) ini yaitu memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang manajemen perkandangan, recording, serta perawatan kesehatan ternak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Peserta kegiatan ini adalah para peternak yang ada di Desa Tambong. Tahap kegiatan pengabdian meliputi observasi ke lapangan, penentuan kebutuhan mitra, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah masyarakat peternak mengetahui dan mampu melakukan kegiatan manajemen pemeliharaan ternak kambing dengan benar. Ketrampilan dalam pemeliharaan dan perawatan kesehatan ternak mengalami peningkatan akan tetapi dampak terhadap perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat belum terlihat secara langsung. Kata kunci: desa tambong; pemeliharaan; perawatan Kesehatan; peternak kambing. ABSTRACTTambong Village is a villages located in the Kabat sub-district, Banyuwangi Regency, where majority of the population make a living as farmers, garden workers, mining workers, and a small part as breeders. The most widely cultivated livestock are Etawa Crossbreed goats and Manggolo cross goats. Most of the breeders complained about some of the problems faced in goat cultivation including many goats whose growth was less than optimal, goats were susceptible to disease, and low productivity. Based on these problems, the objectives of this thematic village service program were to provide socialization and counseling about housing management, recording, and livestock health care. The method used in this program were counseling and mentoring. The participants of this program are the breeders in the village of Tambong. The service activity stage includes field observations, determining partner needs, counseling, mentoring, and evaluating the results of program. The results of community service activities are that the breeder community knows and was able to carry out goat farming management activities correctly. The skills of breeders in the maintenance and health care of livestock have increased but the impact on economic improvement and community welfare has not been seen directly. Keywords: tambong village; maintenance; health care; goat breeders.
PRODUKSI BANANA SNACK DENGAN MESIN PERAJANG OTOMATIS DI KABUPATEN BANYUWANGI Trias Ayu Laksanawati; Nuraini Lusi; Riza Rahimi Bachtiar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15192

Abstract

ABSTRAKObugame merupakan industri kecil makanan ringan dari hasil pertanian yang inovatif di Banyuwangi. Salah satu komoditas yang diolah adalah pisang menjadi keripik pisang dengan nama produk Banana Snack. Keunikan produk tersbut yaitu dari segi bentuk keripik pisangnya berongga, berbentuk wafel, unik, dan menarik sehingga menjadi visual identity dari produk. Obugame masih menggunakan alat perajang manual yang digunakan untuk memproduksi keripik pisang. Kekurangan dari alat tersebut yaitu irisan pisang yang dihasilkan belum seragam dan membutukan waktu yang lama. Seiring dengan minat konsumen yang semakin meningkat, maka diperlukan alat perajang pisang otomatis agar proses produksi berjalan lebih cepat, menghasilkan rajangan keripik dengan ukuran dan bentuk seragam serta efisiensi tenaga kerja. Tujuan dari kegiatan ini yaitu penerapan mesin perajang otomatis dengan pisau vertical horizontal untuk memperoduksi keripik pisang agar diperoleh ukuran dan bentuk yang seragam. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin perajang otomatis, pelatihan serta pendampingan. Peserta kegiatan ini adalah pekerja mitra di lokasi produksi Obugame yang ada di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Tahap kegiatan pengabdian meliputi observasi ke lapangan, penentuan kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin perajang otomatis oleh tim Politeknik Negeri Banyuwangi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan yaitu dihasilkan rancangan mesin perajang otomatis dengan prinsip pisau vertical dan horizontal, mitra Obugame seluruhanya dapat menggunakan mesin perajang pisang otomatis, bentuk dan ukuran rajangan keripik pisang dapat seragam dengan berntuk wafel, serta kerusakan perajangan pisang menjadi <10%. Kata kunci: keripik pisang; obugame; perajang otomatis; wafel. ABSTRACTObugame is a small industry of snacks from innovative agricultural products in Banyuwangi. One of the commodities processed is bananas into banana chips with the product name Banana Snack. The uniqueness of the product is in terms of the shape of the banana chips which are hollow, waffle-shaped, unique and attractive so that they become the visual identity of the product. Obugame still uses the manual chopper used to produce banana chips. The drawback of this tool is that the resulting banana slices are not uniform and take a long time. Along with increasing consumer interest, an automatic banana chopper is needed so that the production process runs faster, produces chopped chips with uniform size and shape as well as labor efficiency. The purpose of this activity is application of an automatic chopper machine with vertical horizontal blades to produce banana chips in order to obtain uniform sizes and shapes.The methods used in this activity are identification of partners' needs, designing and manufacturing of automatic chopper machines, training and mentoring. Participants in this activity are partner workers at the Obugame production site in Purwoharjo District, Banyuwangi Regency. The service activity phase includes field observations, determining partner needs, designing and manufacturing automatic chopper machines by the Banyuwangi State Polytechnic team, training, mentoring, and evaluating the results of activities. The results of the activity resulted in the design of an automatic chopper machine with vertical and horizontal knife principles, all Obugame partners could use an automatic banana chopper machine, the shape and size of chopped banana chips could be uniform in the shape of a waffle, and the damage to the banana chopper could be <10%. Keywords: banana chips; obugame; automatic chopper; waffle.
Uji Fisikokimia dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Broiler dengan Penambahan Bahan Pengikat Tepung Porang: Physicochemical and Organoleptic Tests of Broiler Meat Meatball with the Addition of Porang Flour Binding Materials Hotim Riski Amaliyah; Nadia Maharani; Dani Agung Wicaksono; Ninik Sri Rahayu Wilujeng; Trias Ayu Laksanawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3707

Abstract

Daging ayam broiler adalah bahan pangan yang mengandung gizi yang tinggi, memiliki rasa dan aroma yang enak, tekstur yang lunak dan harga yang relatif murah, sehingga banyak masyarakat yang mengkonsumsi. Daging ayam broiler banyak dikonsumsi melalui berbagai jenis produk olahan pangan. Kelemahan daging utamanya daging ayam ialah mudah tercemar oleh mikroorganisme diantaranya Escherichia coli dan Salmonella melalui tanah, udara, air dan debu. Salah satu cara agar daging ayam tidak cepat mengalami kerusakan adalah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan bakso. Salah satu ciri khas bakso adalah memiliki tekstur yang kenyal. Bahan pengenyal alami yang biasa digunakan adalah tepung tapioka dan tepungporang. Tepung porang merupakan olahan dari umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) dengan umur simpan relatif panjang yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik (rendemen dan daya ikat air), kualitas kimia (kadar air) serta mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) terhadap bakso ayam broiler dengan penambahan bahan pengikat tepung porang. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu P0 (0% tepung porang), P1 (0,5% tepung porang), P2 (1% tepung porang), P3 (1,5% tepung porang) masing-masing diulang sebanyak 6 kali ulangan sehingga diperoleh total 24 sampel penelitian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung porang memberikan pengaruh nyata (P<0,01) terhadap nilai kadar air, warna, tekstur dan tidak berpengaruh pada rendemen, daya ikat air, rasa, aroma.
Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening Dwi Agustina; Dani Agung Wicaksono; Trias Ayu Laksanawati; Dwi Ahmad Priyadi; Sefri Ton
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3340

Abstract

Penelitian ini menggunakan harga, kualitas pelayanan dan kualitas produk sebagai variabel independent dan kepuasan konsumen sebagai variabel intervening, serta loyalitas konsumen sebagai variabel dependent. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen warung bakso Purwoharjo di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 responden dengan teknik pengampilan sampel yaitu purposive sampling. Metode yang digunakan yaitu analisis jalur (path analysis), meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis jalur (path analysis), uji asumsi klasik dan uji t. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial harga, kualitas pelayanan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen serta secara parsial juga kepuasan konsumen berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Peningkatan efisiensi dan kualitas kemasan produk keripik pisang UMKM obugame melalui penerapan mesin continuous sealer with gas filling Trias Ayu Laksanawati; Nuraini Lusi; Riza Rahimi Bachtiar; Muhammad Habbib Khirzin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31347

Abstract

AbstrakProgram pengabdian kepada masyarakat ini berfokus untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk keripik pisang UMKM Obugame dengan menggunakan mesin continuous selaer with gas filling. UMKM Obugame mengalami permasalahan yaitu pada proses pengemasan produk yang masih manual menggunakan sealer sehingga menghasilkan kualitas segel yang kurang baik, kurang efektif, rentan mengalami kebocoran, serta masa simpan yang pendek. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu tahap analisis dan situasi mitra, tahap persiapan dan uji coba alat, tahap penerapan dan serah terima alat, tahap evaluasi, serta tahap pendampingan.  Hasil yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tim Politeknik Negeri Banyuwangi yaitu terjadi peningkatan kenaikan pengetahuan dan keterampilan sebesar 50% dalam proses pengemasan produk. Adapun hasil evaluasi atas kebermanfaatkan kegiatan PKM ini yaitu mitra dapat meningkatkan kualitas pengemasan produk sehingga meminimalisir terjadinya kebocoran pada kemasan, dan waktu simpan dari keripik pisang yang lebih panjang dengan menggunaka pengemasan mesin continuous sealer with gas filling . Kata kunci: continuous sealer with gas filling; kemasan; keripik pisang; obugame; pengabdian masyarakat. AbstractThis community service program focuses on improving the efficiency and quality of Obugame MSME banana chip products by using a continuous sealer with gas filling machine. Obugame MSME experiences problems in the product packaging process which is still manual using a sealer, resulting in poor seal quality, ineffectiveness, prone to leakage, and a short shelf life. The methods used in this activity are the analysis and partner situation stages, the preparation and tool testing stages, the implementation and handover of the tool stages, the evaluation stage, and the mentoring stage. The results obtained from the Community Service activities of the Banyuwangi State Polytechnic team were an increase in knowledge and skills by 50% in the product packaging process. The results of the evaluation of the benefits of this PKM activity were that partners could improve the quality of product packaging so as to minimize leakage in the packaging, and the shelf life of banana chips was longer by using continuous sealer with gas filling machine packaging. Keywords: continuous sealer with gas filling; packaging; banana chips; obugame; community service