This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH EKONOMIKA
Roihana Afifah
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Adu Strategi di Balik Layar: Analisis Strategi Tarif Gojek dan Grab Menggunakan Teori Permainan Adha Mahyundari; Ariel Immanuel Panjaitan; Lokot Muda Harahap; Maysri Handayani Putri Sinaga; Rachel Stephanie Nababan; Roihana Afifah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan industri transportasi berbasis aplikasi di indonesia, khususnya antara gojek dan grab, tidak terlepas dari strategi penetapan tarif yang digunakan untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Keputusan tarif yang dilakukan oleh masing-masing platform memiliki keterkaitan dengan keputusan pesaing sehingga dapat dianalisis menggunakan teori permainan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi tarif gojek dan grab, menentukan strategi respons terbaik, serta mengidentifikasi keseimbangan strategi berdasarkan pendekatan teori permainan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode game theory. Data penelitian berupa 100 observasi tarif gocar cepaat dan grabcar standard pada lima rute menuju universitas negeri medan (unimed), dengan pengamatan pada pukul 09.00, 12.00, 17.00, dan 21.00 wib selama senin–jumat. Data dianalisis melalui tabulasi tarif, pengelompokan strategi tarif rendah dan tarif tinggi, penyusunan matriks payoff, analisis best response, dan penentuan nash equilibrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tarif rendah merupakan best response bagi gojek maupun grab terhadap strategi pesaing. Kondisi tersebut menghasilkan nash equilibrium pada kombinasi tarif rendah gojek dan tarif rendah grab dengan payoff (-rp12.351; rp12.351). Temuan ini menunjukkan adanya interdependensi strategis dalam persaingan tarif kedua platform. Namun, payoff dalam penelitian ini merupakan indikator keunggulan harga relatif dan bukan keuntungan finansial aktual perusahaan. Oleh karena itu, hasil penelitian belum dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya prisoner's dilemma. Penelitian selanjutnya disarankan memasukkan data jumlah perjalanan, biaya operasional, pendapatan, promosi, insentif, dan pangsa pasar agar analisis persaingan dapat menggambarkan kondisi ekonomi kedua platform secara lebih komprehensif