This Author published in this journals
All Journal SPEKTRA KOMUNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FROM CONSUMPTION TO DIGITAL AGENCY: THE ROLE OF ALGORITHMIC LITERACY IN SHAPING RELIGIOUS AUTONOMY AND SOCIAL OPENNESS AMONG THE YOUNG MUSLIM GENERATION: DARI KONSUMSI KE AGENSI DIGITAL: PERAN LITERASI ALGORITMIK DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BERAGAMA DAN KETERBUKAAN SOSIAL GENERASI MUDA MUSLIM Rio Kusbiantoro; Abdul Syukur; Shonhaji; M. Mawardi
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 6 No 1 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v6i1.12835

Abstract

This study examines how algorithmic literacy may be conceptually related to the shift of young Muslims from passive consumers of religious content to active digital agents, and to their religious autonomy and social openness. Using a qualitative narrative library research design, the study purposively selected 18 scholarly articles and academic books published between 2021 and 2026 from Google Scholar and Garuda, then analyzed them through reflexive thematic analysis, with source comparison to maintain interpretive validity. Because few of the reviewed studies directly examine young Indonesian Muslims, the synthesis is inferential and combines direct, partial, and indirect evidence. It suggests that algorithmic literacy among young Muslims appears uneven: awareness of content curation is intuitive and context-dependent, while the ability to explain and control recommendation systems seems limited. Algorithmic literacy may serve as a lever for digital agency, a shift that appears to develop gradually through reflective experience rather than automatically. Combined with the value of tabayyun, it may support responsible religious autonomy and may foster social openness by helping users recognize selective exposure, although platform design constrains what individual users can do. These conclusions rest on literature synthesis rather than direct measurement, so the relationships identified are presented as conceptual propositions, not demonstrated causal effects. Empirical testing among Indonesian Muslim youth is therefore recommended. Penelitian ini mengkaji bagaimana literasi algoritmik secara konseptual berkaitan dengan peralihan posisi generasi muda Muslim dari konsumen pasif konten keagamaan menjadi agen digital, serta kaitannya dengan kemandirian beragama dan keterbukaan sosial. Penelitian memakai pendekatan kualitatif berjenis kajian pustaka naratif dengan menyeleksi secara purposif 18 artikel ilmiah dan buku akademik terbitan 2021–2026 dari Google Scholar dan Garuda, kemudian dianalisis secara tematik reflektif dengan perbandingan antarsumber untuk menjaga keabsahan interpretasi. Karena hanya sebagian kecil sumber yang secara langsung mengkaji Muslim muda Indonesia, sintesis ini bersifat inferensial dan memadukan bukti langsung, sebagian, dan tidak langsung. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi algoritmik generasi muda Muslim tampak timpang: kesadaran terhadap kurasi konten bersifat intuitif dan bergantung pada situasi, sedangkan kemampuan menjelaskan dan mengendalikan sistem rekomendasi tampak terbatas. Literasi algoritmik berpotensi menjadi pengungkit agensi digital, yang tampak tumbuh bertahap melalui pengalaman reflektif, bukan secara otomatis. Apabila disertai nilai tabayyun, literasi ini dapat mendukung kemandirian beragama yang bertanggung jawab dan berpotensi menumbuhkan keterbukaan sosial karena pengguna lebih mampu mengenali paparan selektif, meskipun desain platform membatasi apa yang dapat dilakukan pengguna secara individual. Simpulan tersebut bertumpu pada sintesis literatur, bukan pengukuran langsung, sehingga hubungan antarkonsep disajikan sebagai proposisi konseptual, bukan efek sebab-akibat yang terbukti. Pengujian empiris pada Muslim muda Indonesia direkomendasikan.